
"Sangat cocok bukan?" tanya Aldi saat sudah mengenakan nya kepada Naisa dan itu nampak sangat menggemaskan dan sangat lucu di pakai oleh Naisa. Aldi melepaskan nya dan kembali memberikan barang tadi kepada pelayan.
"Bungkus semua" perintah Aldi dengan wajah datar nya menatap pelayan tadi.
"Baik tuan" jawab pelayan tadi dan langsung membawa barang barang Aldi berlalu dari sana.
"Ayo" ajak Aldi dan menarik tangan wanita itu dan berlalu dari sana dan menuju ke dekat Fany. Naisa tidak menjawab ataupun memberontak saat Aldi menarik tangan nya dan dia hanya mengikuti Aldi sampai mereka sampai di dekat Fany yang sedang duduk di ruang tunggu yang ada di sana.
"Dari mana saja kalian?" tanya Fany kepada Aldi dan juga Naisa yang baru sampai di dekat nya.
"Makanya jangan jomblo" ketus Aldi dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di samping Fany. Fany menatap kesal ke arah Aldi dan Naisa pun langsung mendudukkan tubuh nya tepat di samping Fany dan mengusap punggung wanita itu.
"Jangan dengarkan ucapan nya" bisik Naisa kepada Fany. Fany tersenyum mengiyakan nya dan beberapa saat mereka duduk akhirnya barang barang mereka selesai di bungkus.
"Bawa barang barang itu ke mobil ku" perintah Aldi kepada salah satu pelayan yang bekerja di sana.
"Ayo" ajak Aldi kepada Naisa dan juga Fany, Mereka berdua mengiyakan nya dan mengikuti Aldi berlalu dari sana dengan diikuti oleh dua pelayan yang membawa banyak nya barang barang mereka dan itu menandakan jika mereka berbelanja sangat banyak. Setelah sampai di parkiran para pelayan yang membawa barang barang mereka pun langsung memasukkan barang barang itu ke dalam bagasi mobil dan itu membuat bagasi mobil Aldi itu penuh.
"Banyak sekali kalian berbelanja" ucap Fany saat melihat bagasi mobil Aldi penuh.
"Itu semua barang barang Naisa" jawab Aldi dan langsung berlalu masuk ke dalam mobil bagian kemudi.
"Benar Nai?" tanya Fany dengan menatap lekat Naisa.
"Dia yang memilih nya, Ada juga untukmu" jawab Naisa akan pertanyaan Fany.
"Ayo" ajak Naisa dan masuk ke dalam mobil, Fany pun mengikuti Naisa masuk ke dalam mobil saat Naisa sudah masuk di bagian depan. Saat kedua wanita di u sudah masuk ke dalam mobil, Aldi langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang dan terlabih dahulu mengantar Fany yang tinggal di kontrakan tidak jauh dari mall tadi dan kampus mereka.
Saat Fany keluar Aldi dan Naisa juga ikut keluar dari mobil, Aldi membuka bagasi mobil nya dan Fany pun mengambil barang barang milik nya. "Ini untuk mu" ucap Aldi sambil menyodorkan beberapa paperbag kepada Fany dan itu batang barang untuk Fany yang ia pilih.
"Terima kasih" ucap Fany dan menerima paperbag yang di sodorkan Aldi kepada nya. Aldi tidak menjawab nya dan masuk ke dalam mobil.
"Aku pulang" ucap Naisa dengan senyum yang melebar dan ikut berlalu masuk ke dalam mobil di samping kemudi. Fany tersenyum melihat mobil Aldi dan Aldi pun langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Naisa.
"Wajah mu nampak sangat galak" ucap Naisa saat melihat Aldi yang tiba tiba datar saat bertemu Fany dan orang orang lain nya.
"Apa kau bilang?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa dan tersenyum mengembang menatap Naisa.
"Sudah berubah" ucap Naisa.
"Kenapa kau terlihat datar di depan orang orang?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Tapi kau tidak boleh datar kepada Fany, Dia kan teman kita" ucap Naisa dengan menatap lekat Aldi.
"Aku kan sudah bilang jika senyumku ini hanya untukmu dan tidak akan aku perlihatkan kepada wanita manapun" jelas Aldi yang kembali tersenyum menatap Naisa.
"Kau jika di luar tanpa aku pasti sering menampakkan senyummu kepada wanita lain untuk menggoda nya bukan?" tanya Naisa dengan melototkan mata nya kepada Aldi.
"Memang nya ku pernah tidak bersama mu kecuali saat malam hari saat kita sama sama istirahat di tempat masing masing?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa, Naisa memikirkan apa yang di katakan oleh Aldi ada benar nya dan mereka memang sangat jarang terpisah dan hampir seluruh waktu mereka, Mereka habiskan bersama.
"Iya juga" ucap Naisa dengan nada rendah nya tapi terdengar oleh Aldi.
"Makanya cepatlah menjadi istriku agar kita selalu bersma dua puluh empat jam" ucap Aldi yang mendengar ucapan Naisa. Naisa memilih untuk diam dan tidak menjawab dan meladeni ucapan Aldi karna jika dia meladeni nya itu akan menjadi panjang.
Beberapa menit mereka menempuh jalan akhirnya mereka sampai di rumah Naisa dan saat sampai mereka langsung melihat Asma dan Angga sedang duduk berdua di depan rumah Naisa, Naisa dan Aldi turun dari mobil dan membuat Asma dan Angga menoleh ke arah mereka berdua. "Biar aku saja yang membawa barang barang mu" ucap Aldi saat melihat Naisa ingin mengambil barang barang nya. Ara tersenyum menatap Aldi dan setelah itu menunggu Aldi yang membawa barang barang nya.
Aldi berjalan ke arah Asma dan Angga begitupun dengan Naisa yang berjalan di depan Aldi. "Kalian dari mana?" tanya Asma kepada Aldi dan juga Naisa.
"Dari mall" jawab Aldi akan pertanyaan Asma sedangkan Naisa dia hanya diam karna kelelahan.
"Tumben sekali kalian ke mall dan ini barang barang siapa?" tanya Asma dengan menatap Beberapa paperbag yang di bawa Aldi.
"Barang barang Naisa" jawab Aldi datar.
"Kau yang berbelanja?" tanya Asma dengan menatap Naisa.
"Hem" jawab Naisa dengan menggelengkan kepala nya dan itu menandakan jika itu bukan dia yang berbelanja. Aldi tidak melanjutkan bicara nya dengan Asma dan memilih masuk terlebih dahulu dan meletakkan barang barang Naisa di atas meja yang ada di ruangan tamu di rumah itu.
"Aku akan pulang" ucap Akdi dengan senyum yang melebar menatap Naisa. Naisa membalas senyuman lelaki itu dan Aldi pun kembali keluar dan Naisa masuk ke dalam kamar nya tanpa membawa barang barang nya.
"Sudah mau pulang?" tanya Asma kepada Aldi saat Aldi sudah keluar dari kamar.
"Hem" jawab Aldi datar dan berjalan menuju ke mobil nya dan masuk ke dalam kamar nya.
"Kalau begitu aku juga akan pulang" pamit Angga kepada Asma, Asma tersenyum dan mengangguk mengiyakan nya dan Angga pun ikut berlalu dan masuk ke dalam mobil nya. Asma yangs udah tidak melihat mobil Angga pun langsung masuk ke dalam rumah dan tidak lupa mengunci pintu rumah nya itu.
"Kenapa tidak di bawa ke dalam?" guman Asma saat melihat barang barang Naisa yang masih ada di luar, Asma tidak ingin mengganggu Naisa dan melihat apa saja yang di beli oleh Naisa dan itu semua baju yang bagu bagus dan barang barang bagus.
"Ini pasti Al yang membeli dan memilih nya" guman Asma karna dia tau Naisa tidak terlalu suka dengan baju yang sebagus itu. Asma pun memilih untuk berlalu masuk ke dalam kamar nya dan langsung mengistirahatkan tubuh nya yang sedikit lelah itu sampai terlelap di atas kasur nya itu.