I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 96



"Bagaimana ya aku menjelaskan nya?" ucap Naisa yang mencoba menjelaskan dengan sejelas jelas nya kepada Aldi supaya Aldi mengerti.


"Nama teman kak Asma itu kak Elka, Nah kak Elka memiliki teman lelaki yang aku tidak tau siapa nama nya, Nah jadi kak Elka ngajak kak Asma buat makan malam sama teman lelaki nya itu" jelas Naisa lagi.


"Mengerti?" tanya Naisa dengan menatap lekat Aldi yang juga menatap nya itu.


"Hem" jawab Aldi mengangguk mengiyakan nya karna dia juga kasihan melihat Naisa yang menjelaskan hal itu kepada nya.


"Lanjutkan makan mu" ucap Aldi lagi kepada Naisa. Naisa mengangguk mengiyakan nya dan kembali melanjutkan makan nya. Aldi yang sudah selesai makan pun memikir maksud dari ucapan Naisa tadi.


"Nanti malam kak Asma akan makan malam bersama teman lelaki?" tanya Aldi yang sudah mengerti akan ucapan Naisa. Naisa yang sedang minum pun mengangguk mengiyakan nya.


"Di mana?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa. Naisa segera menyelesaikan minum nya untuk menjawab pertanyaan Aldi.


"Kalau di mana, Aku tidak tau" jawab Naisa yang belum mengetahui tempat makan malam Asma.


"Hem" ucap Aldi yang berpikir, ntah apa yang ia pikirkan.


"Bagaimana jika kita mengikuti nya nanti malam?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Jangan, Nanti dia terganggu" jawab Naisa akan perkataan Aldi.


"Kita mengikuti bukan menumpang makan malam dengan nya bodoh" jawab Aldi akan jawaban Naisa yang mengira ingin menumpang makan dengan Asma dan teman lelaki Elka.


"Kau yang bodoh, Kenapa harus mengikuti kak Asma makan malam? dia juga mempunyai kehidupan nya dan kenapa kau ingin mengikuti nya?" ketus Naisa dengan menatap lekat Aldi.


"Aku hanya penasaran siapa lelaki itu makanya aku ingin mengikutinya" jawab Aldi.


"Tapi tidak usah, Nanti kak Asma pasti akan mengenalkan lelaki itukepada kita" ucap Naisa.


"Tapi ku ingin mengikuti nya, Untuk berjaga jaga jika nanti kak Asma di apa apakan oleh lelaki itu" jelas Aldi.


"Teman kak Elka pasti orang baik tidak akan macam macam dengan kak Asma" jawab Naisa.


"Tapi aku ingin mengikuti" jawab Aldi dengan wajah yang memelas kepada Naisa. Naisa menatap lekat lelaki itu dengan tatapan sedikit jijik dan heran.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Naisa dengan tatapan aneh menatap Aldi.


"Mau ya mengikuti kak Asma nanti malam" jawab Aldi dengan kembali menunjukkan wajah menggemaskan nya kepada Naisa. Salah satu sudut bibir Naisa bagian atas terangkat menandakan dia geli melihat wajah Aldi seperti itu.


"Mau ya, Aku mohon" ucap Aldi lagi karna dia tidak mendapatkan jawaban dari Naisa.


"Hem" Naisa berpikir untuk menerima ajakan Aldi atau tidak.


"Plisss, Mau ya" ucap Aldi lagi. Naisa menoleh ke arah Aldi dan kembali melihat wajah tadi.


"Baiklah" jawab Naisa yang pasrah. Aldi mengembalikan Wajah semula nya dengan senyum yang mengembang menatap Naisa.


"Tapi kita tidak menganggu nya bukan?" tanya Naisa lagi kepada Aldi.


"Iya kita tidak akan menganggu nya nanti malam" jawab Aldi sambil melebarkan senyuman nya kepada Naisa.


"Yasudah aku akan kembali bekerja" ucap Naisa dan beranjak berdiri dari duduk nya di hadapan Aldi dan langsung keluar dari ruangan Aldi itu. Saat Naisa keluar dia langsung melihat Asma yang tersenyum senyum sendiri sambil memegang kaca yang ada di tempat bedak. Wajah yang sama saat dia melihat Aldi mengeluarkan wajah menggemaskan tadi keluar saat melihat Asma tersenyum sendiri melihat tempat bedak.


"Astaga" guman Naisa yang melihat itu dan kembali memegang ganggang pintu ruangan Aldi. Naisa kembali menekan ganggang pintu itu sampai terbuka, Aldi yang sedang memikirkan sesuatu pun menoleh ke arah pintu ruangan nya dan terlihat kepala Naisa masuk ke dalam ruangan nya.


"Kenapa balik lagi?" tanya Aldi dengan tatapan bingung kepada Naisa.


"Sini lah" ucap Naisa dengan melambaikan tangan ke arah nya dan menyuruh Aldi ke dekat nya.


"Ada apa?" tanya Aldi yang bingung dan berjalan ke arah Naisa.


"Cepatlah" ketus Naisa dengan pandangan masih kepada Asma.


"Ada apa?" tanya Aldi yang sangat bingung kepada Naisa.


"Lihat ini" jawab Naisa dan memegang wajah Aldi dan menyongolkan nya keluar.


"Apa yang ingin di lihat?" tanya Aldi karna dia belum melihat apa apa akibat Naisa yang memegang wajah nya dan menutup ke mata. Naisa yang awal nya pokus ke Asma pun kembali menoleh ke atas dan melihat wajah mata Aldi tertutup oleh salah satu tangan nya.


"Hehe, Maaf" ucap Naisa dan melepaskan tangan nya dari wajah Aldi.


"Apa yang ingin kau tunjukkan?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Arahkan mata mu ke tempat kasir" ucap Naisa. Aldi mengarahkan pandangan nya ke tempat kasir.


"Ada apa memang nya?" tanya Aldi karna dia belum mendapatkan jawaban di sana.


"Huh, Coba kau lihat kak Asma tersenyum sendiri ke kaca bedak nya" jawab Naisa yang kesal karna Aldi susah sekali menangkap tapi entah itu karna penjelasan nya yang kurang atau memang Aldi yang kurang cepat menangkap pembicaraan.


Aldi menoleh ke dekat kasir dan menoleh ke arah Asma dan benar saja Asma sedang tersenyum sendiri dengan menatap tempat bedak. "Kenapa dia tersenyum melihat tempat itu?" tanya Aldi kepada Naisa yang tidak tau apa nama tempat yang di pandang oleh Asma sampai tersenyum senyum sendiri seperti itu.


"Kau tidak mengerti akan itu?" tanya Naisa dengan menengadah menatap Aldi yang jauh lebih tinggi dari nya itu. Aldi menggelengkan kepala nya menandakan jika dia tidak tau dan tidak mengerti akan kenapa Asma menatap kaca sambil tersenyum itu.


"Dia itu terlalu senang ingin bertemu dengan teman lelaki kak Elka makanya dia sampai tersenyum menatap kaca seperti orang gila seperti itu" jelas Naisa kepada Aldi.


"Memang seperti itu ya jika wanita ingin bertemu dengan lelaki?" tanya Aldi kepada Naisa dengan menatap ke bawah.


"Hem" jawab Naisa sambil mengangkat kedua bahu nya menandakan jika dia tidak tau karna memang dia tidak tau.


"Ah sudah lah, Aku ingin kembali bekerja, Satu jam lagi kita akan ke kampus" ucap Naisa dengan melihat jam yang melingkar di tangan nya itu dan langsung berlalu dari sana. Aldi melihat kepergian Naisa dari sana dan setelah itu menoleh ke arah Asma.


"Aku tidak memiliki pekerjaan di sini kecuali mengganggu Naisa" guman Aldi yang baru sadar jika kehadiran nya di toko itu tidak ada guna nya kecuali menganggu Naisa dan membantu Naisa yang sedang bekerja dan hari ini dia ingin mencoba menganggu Asma.


Aldi berjalan ke arah Asma dengan santai, Sesampai di dekat Asma dia melihat Asma tidak memperdulikan nya, Dia berjalan bolak balik di hadapan Asma tapi Asma belum juga memperhatikan nya. Aldi memilih untuk masuk ke dalam genah tempat duduk kasir dan berdiri tepat di samping Asma. Asma sama sekali belum menyadari kehadiran Aldi di samping nya.


Aldi melihat apa yang di lihat oleh Asma dan benar saja Asma melihat bayangan wajah nya dari pantulan kaca yang ada di tempat bedak sama seperti ucapan Naisa tadi. "Lebih baik aku mengerjai nya" guman Aldi dengan senyum jahil nya.


"Haa" Aldi mengejutkan Asma saat Asma menoleh ke arah nya.


"Ah" teriak Asma sangat kencang dan membuat semua orang yang berada di sekitar sana menoleh ke arah nya dengan tatapan bingung.


"Suara kak Asma" ucap Naisa dan membuang bunga yang sempat ia ambil dan menuju ke depan ke dekat Asma.


"HAHAHAHA" Aldi tertawa kencang saat melihat Asma ketakutan.


"Kau ini" teriak Asma yang kesal karna dia memang terkejut akan Aldi yang membuat mata seperti itu.


"Ada apa kak?" tanya Naisa yang sudah berada di depan. Aldi menoleh ke arah Naisa.


"Hah" teriak Naisa dengan nada tidak terlalu kencang karna melihat mata Aldi yang belum di perbaiki oleh Aldi.


"Eh kau" ucap Aldi dan membenarkan kelopak mata nya.


"Kau ini" ketus Asma dan memukul punggung dan bahu Aldi.


"Dia menakuti kakak?" tanya Naisa kepada Asma.


"Iya, Dia mengagetkan Kakak" jawab Asma dan menatap kesal ke arah Aldi Sedangkan Aldi dia tertawa saat aksi nya berhasil menakuti Asma.


"Aku pikir apa tadi" ketus Naisa dan kembali berlalu ke belakang begitupun dengan orang orang yang mendengar Asma berteriak tadi yang juga kembali ke pekerjaan masing masing.


"Kenapa kau mengagetkan ku?" ketus Asma dan kembali mendudukkan tubuh nya yang sontak berdiri akibat kaget akan Aldi.


"Kau yang terlalu pokus dengan wajah mu sendiri sampai tidak sadar akan aku yang sedari tadi berbolak balik di hadapan mu dan sampai aku berdiri di sini" jelas Aldi kepada Asma.


"Benarkah?" tanya Asma.


"Hem, Jika tidak percaya tanya lah kepada dia" jawab Aldi dan menunjuk ke salah satu pegawai yang sedari tadi juga ada di sana.


"Benar dia tadi berjalan bebolak balik di hadapan ku?" tanya Asma. orang yang ia tanyakan tadi mengangguk mengiyakan nya.


"Kenapa kau berbolak balik di hadapan ku? apa gunanya?" tanya Asma.


"Aku melihat kau sangat pokus menatap kaca itu dan berniat ingin bertanya tapi kau tidak sadar akan kehadiran ku" jelas Aldi lagi.


"Ada apa memang nya? tumben sekali kau menghampiri ku" tanya Asma kepada Aldi.


"Aku lihat kau nampak bahagia sekali hari ini" jawab Aldi.


"Hem, Aku memang merasa sangat bahagia hari ini" jawab Asma dan memangku wajah nya di tangan nya dengan senyum yang mengembang. Aldi ikut membungkukkan tubuh nya dan menyeimbangkan dengan Asma.


"Apa yang membuat kakak ku ini sampai sebahagia ini sampai sampai tidak sadar jika adik tampan nya ini ada di hadapan nya tadi?" tanya Aldi dengan tubuh yang sedikit membungkuk kepada Asma.


"Aku sebentar lagi tidak jomblo lagi" jawab Asma dengan nada sangat pelan dan dia mengucapkan nya juga tanpa sadar.


"Apa? kakak ku akan melepas masa jomblo nya?" teriak Aldi dengan lumayan kencang saat mendengar ucapan Asma. Asma langsung tersadar akan apa yang ia ucapkan itu dan langsung menutup mulut Aldi menggunakan tangan nya. Semua para pekerja yang masih ada di sana menatap Asma dan juga Aldi.


"Wah selamat As, Kau sebentar lagi ingin menikah ya?" tanya salah satu pekerja di sana akibat mendengar teriakan Aldi.


"Hehe" jawab Asma dengan senyum yang terpaksa dengan tangan yang masih membekap mulut Aldi. Aldi yang lebih kuat dari Asma pun melepaskan tangan Asma dari mulut nya dan kembali tersenyum menatap Asma.


"Aku senang sekali jika kau sebentar lagi menikah" bisik Aldi kepada Asma.


"Apa apaan kau, Aku tidak menikah" jawab Asma yang sedikit gugup dan malu.


"Mengakulah dengan ku, Karna nanti aku juga akan tau dan lebih baik kau mengatakan nya sekarang dari pada kau mengatakan nya nanti" bisik Aldi lagi di telinga Asma.


"Enak sekali kau menyuruh ku, Kau pikir aku ini adik mu hah?" ketus Asma dan memukul kepala Aldi.


"Sakit kakak" jawab Aldi manja dengan memegang kepala nya yang di pukul oleh Asma.


"Makanya tidak usah kurang ajar dengan ku" ketus Asma dan melototkan mata nya kepada Aldi.


"Aku tidak kurang ajar, Aku hanya berkata yang sebenarnya" bisik Aldi lagi kepada Asma. Asma tidak menjawab nya dan memilih untuk diam dengan kedua tangan yang di lipat di atas perut nya.


"Selamat untuk mu yang sebentar lagi menikah" bisik Aldi dan langsung berlalu dari sana.


"Kau ini" teriak Asma yang ingin melempar kalkulator yang ada di sana kepada Aldi tapi dengan segera Aldi menuju ke belakang untuk menemui Naisa.


"Hahahahaa" Aldi tertawa saat sampai ke belakang dan berjalan menghampiri Naisa yang sedang bekerja.


"Kau nampak senang sekali menjahili kak Asma" ucap Naisa tanpa menatap Aldi karna tadi dia sempat menoleh sebentar ke arah Aldi.


"Sangat senang apa lagi saat dia marah" jawab Aldi dan menjongkokkan tubuh nya di samping Naisa. Naisa tidak menjawab atau pun menoleh ke arah Aldi dan hanya pokus ke pekrjaan nya. Aldi menoleh ke arah tangan Naisa dan melihat jam di sana yang sudah menunjuk pukul sebelas siang.


"Ini sudah jam sebelas ayo kita bersiap untuk ke kampus" ajak Aldi dan beralih menatap wajah Naisa yang di penuhi keringat itu. Naisa menoleh ke arah jam tangan nya dan benar saja jam sudah menunjuk pukul sebelas siang.


"Huh" Aldi mendengus dan melebarkan senyuman nya saat melihat keringat yang bercucuran di wajah Naisa. Aldi memegang wajah wanita itu dan mulai menghapus keringat lelah wanita itu menggunakan tangan nya, Naisa kaget akan itu, Mata nya membulat saat melihat tingkah Aldi yang tiba tiba menyentuh bagian wajah nya dan menghapus air peluh nya.


.


.


.


.


.


.


Bantu author dengan vote ya para reader dan jangan lupa mampir ke novel author yang lain terima kasih❤