
"Berjalan lah di samping ku" ucpap Aldi yang melihat Naisa berjalan di belakang nya.
"Bapak memang nya tidak malu berjalan dengan saya?" tanya Naisa dari belakang dan menatap lekat belakang kepala Aldi.
Aldi menghentikan langkah kakinya dan membalikkan tubuh nya menatap ke arah Naisa. "Untuk apa aku malu?" tanya Aldi menatap lekat Naisa.
Naisa seketika langsung membulat kan mata nya menatap Aldi. "Karna kan tidak ada yang ingin berteman dengan saya karna saya hanya dari keluarga miskin" jelas Naisa dengan menundukkan kepala nya.
"Memang nya jika kau miskin tidak boleh berteman dengan mu?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa menggelengkan kepala nya.
"makanya jangan terlalu merendahkan diri masih banyak orang yang ingin berteman dengan mu" jelas Aldi dengan memegang bahu Naisa. Naisa mendongakkan kepala nya menatap Aldi dan senyum di wajah wanita itu mengembang saat mendengar ucapan dari Aldi. Aldi sedikit kaget melihat senyuman itu jantung nya berdetak jauh lebih cepat dari biasa nya mata nya tak berkedip melihat senyuman dari wanita yang ada di hadapan nya itu.
Dritttt
Ponsel Naisa berbunyi dan itu menandakan jika ada yang menghubungi nya. Aldi melepaskan pegangan nya dari bahu Naisa dan Naisa pun mengambil ponsel nya yang ada di dalam saku almamater nya dan terlihat nama Asma yang ada di layar ponsel itu.
"Halo kak" ucap Naisa saat telpon itu sudah terhubung.
"Halo nai, kau di mana dan kapan pulang dari sekolah?" tanya Asma kepada Naisa.
"Nai mungkin sekitar jam tiga sore nanti Naisa pulang memang nya kenapa kak?" tanya Naisa kepada Asma.
"Kak Asma?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa mengangguk mengiyakan nya.
"Berikan ponsel mu kepada ku" ucap Aldi. Naisa memberikan ponsel nya kepada Aldi.
"Hey jangan mengganggu kami sedang belajar" jawab Aldi yang membuat Asma heran akan suara yang tidak asing itu.
"Siapa kau?" tanya Asma di balik telpon itu.
"Kau satu sekolah dengan nai?" tanya Asma.
"Hmm" jawab Aldi.
"Kapan kalian pulang?" tanya Asma.
"Jam tiga nanti" jawab Aldi.
"Yasudah antar kan dia pulang ke rumah nanti" ucap Asma dan langsung mematikan telpon yang terhubung itu.
"Ini" ucap Aldi sambil menyodorkan ponsel milik Naisa kepada sang pemilik.
"Udah di matiin?" tanya Naisa. Aldi mengangguk mengiyakan nya.
"Yasudah ayo nanti guru masuk terlebih dahulu dari kita" ajak Aldi kepada Naisa. Naisa mengangguk mengiyakan nya dan kembali berjalan menuju ke kelas.
Di dalam kelas terlihat sudah banyak anak muris kelas itu yang masuk dan Naisa dengan segera menundukkan kepala nya dan berjalan terlebih dahulu dari Aldi.
"Dari mana kau Al?" tanya Renald kepada Aldi padahal pertanyaan itu untuk Naisa tapi dia malas dan tidak mau untuk menyapa Naisa saat ini sebelum Maya bisa menerima Naisa sebagai teman karna dia takut Naisa kembali di apa apakan oleh Maya.
"Dari kantin" jawab Aldi datar dan mendudukkan tubuh nya di samping Naisa. Renald tidak menjawab nya lagi dan dia memilih untuk diam karna guru sudah sampai.
Bu Arin memberikan tugas kepada murid murid kelas itu karna itu sudah menjadi aturan dan tugas itu pelajaran minggu lalu.
"Nai" panggil Aldi.
"Hnmm" jawab Naisa sambil menatap ke arah Aldi yang nampak kesusahan mengerjakan soal.