I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 118



"Apa memang nya hak mu?" tanya Naisa dengan menatap Aldi.


"Kau ingin seluruh orang di sini tau hakku apa hem?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa. Naisa menoleh ke sekitar nya san melihat Ryhan dan Fany menatap nya dan Aldi sedangkan di dekat sana banyak murid murid wanita yang kemungkinan akan mendengar ucapan Aldi.


"Sudah sudah Naisa, Aldi, Kalian berdua selalu saja bertengkar saat bertemu" ucap Fany yang menghentikan Naisa dan juga Aldi yang sedang berdebat itu. Naisa menoleh ke arah Fany begitupun dengan Aldi yang juga menoleh ke arah Fany, Setelah itu mereka berdua kembali menatap satu sama lain.


"Sudah Nai" ucap Fany yang bisa melihat wajah kesal Naisa kepada Aldi. Naisa menyudahkan tatapan itu dan berlalu dari sana begitupun dengan Aldi yang berlalu ke tenda nya.


"Selalu saja" guman Naisa dan memasukkan barang barang nya ke dalam tenda yang baru di tegakkan oleh Aldi dan juga Ryhan itu.


"Terima kasih sudah membantu kak" ucap Fany kepada Ryhan dengan senyum yang mengembang menatap Ryhan. Ryhan mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar menatap Fany dan setelah itu Fany pun langsung menyusul Naisa masuk ke dalam tenda.


Naisa menoleh ke arah jalan masuk ke dalan tenda itu dan melihat Fany yang masuk, Dia kembali membuang wajah nya dan mengambil kipas angin kecil yang ada di dalam sana karna kepanasan. "Kau dan Aldi selalu saja bertengkar" ucap Fany kepada Naisa dengan menatap lekat Naisa.


"Dia yang memulai nya terlebih dahulu" jawab Naisa akan perkataan Fany.


"Mau itu kau atau Aldi yang terlebih dahulu terserah tapi kau tau jika anak anak yang lain selalu memperhatikan tingkah mu dan juga Aldi selalu hem?" tanya Fany dengan menatap lekat Naisa.


"Mana aku tau, Dia kan selalu menggangguku dan aku tidak memperhatikan sekitar" jawab Naisa.


"Makanya perhatikan, Semua anak anak wanita selalu memperhatikan tingkah kau dan Aldi saat bersama dan banyak di antara mereka yang iri dan ada juga yang tidak suka saat kau dekat dengan Aldi" jelas Fany karna hanya dia yang selalu memperhatikan sekitar saat Aldi dan Naisa bersama.


"I..." ucap Naisa yang terpotong oleh pengumuman.


"Di beritahukan kepada seluruh siswa siswi harap berkumpul di depan sekarang juga" suara pengumuman yang memotong ucapan Naisa.


"Ayo" ajak Naisa kepada Fany, Fany mengangguk mengiyakan nya dan Naisa pun meletakkan kipas angin mini itu di sembarang arah dan langsung keluar dari tenda begitupun dengan Fany.


"Hey" sapa Aldi yang mengejutkan Naisa.


"Astaga" ucap Naisa yang kaget akan Aldi yang mengejutkan nya itu.


"Hahaha" terdengar jelas tawa Aldi yang nyaring di telinga nya.


"Kau ini" bentak Naisa dan memukul bahu lelaki itu. Aldi masih belum menghentikan tawa nya dan masih tertawa renyah menertawakan Naisa. Naisa geram akan tawa Aldi itu dan langsung mencubit kecil pinggang Aldi.


"Rasakan ini" ucap Naisa dengan menggingit gigi nya menandakan jika dia geram.


"Ah lepaskan" teriak Aldi.


"Kau minta di lepaskan?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Iya nona, Mohon lepaskan aku" ucap Aldi dengan memelas wajah nya berharap biasa melepaskan nya. Naisa tidak melepaskan nya dan malah memper kencang cubitan nya itu.


"Rasakan, Rasakan, Rasakan" bentak Naisa yang sudah sangat geram dan setelah itu langsung lari dari sana dan menuju ke dekat banyak nya murid dan menyusul Fany yang terlabih dahulu.


"Lucu sekali jika dia geram" guman Aldi dengan senyum yang mengembang melihat ekspresi wajah Naisa yang tadi.


"Dia pikir ini sakit?" guman Aldi dengan senyum yang mengembang karna cubitan Naisa tadi sama sekali tidak sakit karna tidak kena dan Naisa tadi mencubit baju nya. Aldi tersenyum dan menyusul Naisa, Sesampai di sana Aldi langsung mengambil posisi tepat di samping Naisa. Naisa menoleh ke sebelah nya untuk melihat siapa yang menghampir nya dan dia melihat Aldi, Dia langsung memasang wajah datar nya dan mengalihkan tatapan nya dari Aldi dan menatap ke depan. Aldi tersenyum melihat wanita itu dan memilih untuk tidak menganggu nya karna ada dosen di depan.


"Kita akan membagikan kelompok untuk mencari kayu api, Masak dan juga bersih bersih" ucap dosen yang ada di sana.


"Airin, Refa, Nesi, Andres, Fino dan Deka membersihkan pekarangan ini dan di awasi oleh Fajri dan juga Rena, Cepat kerjakan" ucap dosen pembimbing camping mereka itu.


"Baik pak" jawab Airin dan teman teman nya secara bersamaan dan langsung berlalu memulai untuk membersihkan tempat itu.


"Afgan, Asri, Defan, Rini, Naisa dan juga Fany tugas kalian masak makan malam dan di bimbing oleh Ryhan dan juga Ressa." ucap dosen itu lagi.


"Baik pak" jawab Naisa dan yang lain nya secara bersamaan.


"Loh pak kenapa saya tidak di kelompokkan bersama Naisa dan yang lain?" proter Aldi yang ingin bersama Naisa selalu.


"Memang nya kau bisa memasak?" tanya bu dosen yang berdiri di samping pak dosen tadi.


"Bi-bisa" jawab Aldi sedikit gelagapan karna sebenarnya dia tidak tau masak.


"Baiklah kau bergabung bersama Mereka" jawab bu dosen tadi yang tidak bisa menolak permintaan Aldi.


"Kenapa lelaki ini masuk kelompok Naisa" guman Ryhan yang kesal karna dia awal nya sangat senang tidak di satukan dengan Aldi. Naisa menoleh ke arah Aldi yang ada di samping nya itu dan setelah itu langsung berlalu bersama yang lain menuju ke tenda dapur.