
"Kenapa Aldi menyakitinya?" tanya pak dosen itu lagi.
"Dita mengatai Naisa wanita murahan dan menjual diri kepada Aldi dan Aldi mendengar itu makanya Aldi marah dan menyakiti Dita tapi Wahyu malah membela nya dan ingin memukul Aldi dari belakang tapi Aldi bisa mengelak dan memukul balik Wahyu" jelas Yuyun panjang lebar kepada pak dosen.
Pak dosen tadi menatap lekat wajah Dita dan juga Wahyu karna dia tau betul Aldi tidak akan menyakiti orang lain jika orang itu baik dan tidak mengusik hidup nya.
"Mulut mu Dita tolong di jaga dan bapak tidak bisa membantu masalah mu dan Aldi karna itu memng salah mu" ucap pak dosen tadi yang pasrah akan Dita dan tidak ingin membantu dan setelah itu langsung keluar dari ruangan itu.
"Apa apaan bapak itu" ketus Dita yapi dia belum memperdulikan itu dan langsung membawa kekasih nya keluar dari kelas itu. Pak dosen tadi berjalan ke UKS karna dia yakin jika Naisa dan Aldi ada di UKS. Pak dosen tadi masuk ke dalam ruangan UKS dan benar saja Naisa dan Aldi memang sedang berada di UKS, Aldi nampak sedang mengobati Naisa sedangkan wajah nya tidak di obati sama sekali.
"Dimana Naisa dan Aldi?" tanya Fany yang baru saja sampai di depan kelas tapi dia tidak melihat Aldi begitupun dengan Naisa sedangkan tadi di parkir dia melihat mobil Aldi.
"Masuklah dulu, Mana tau mereka di dalam" jawab Azlan akan ucapan sang istri. Azlan dan Fany memang sudah menikah satu minggu lalu makanya mereka sama sama absen dari kampus dan Azlan yang terlebih dahulu izin satu hari setelah itu baru Fany, Acara pernikahan mereka di langsungkan lebih cepat dari pada rencana karna kemauan Azlan dan acara mya juga di adakan sembunyi sembunyi karna Fany belum mau teman teman nya mengetahui pernikahan nya dan Azlan dan Azlan hanya mengiyakan nya dan mengikuti ucapan istri nya itu.
"Kenapa kelas sangat berantakan?" tanya Fany saat masuk ke dalam kelas dan melihat kelas yang sangat berantakan.
"Aldi dan Wahyu baru selesai berkelahi makanya kelas berantakan" jawab salah satu siswi. Fany dan Azlan kaget mendengar itu.
"Hah?" ucap Azlan yang kaget mendengar itu.
"Hem, Aldi di UKS sedangkan Wahyu di bawa ke rumah sakit" jawab wanita tadi lagi.
"Ayo kita ke sana" ajak Fany, Azlan mengangguk mengiyakan nya dan mereka pun langsung berlalu dan masuk ke dalam UKS.
"Aldi" panggil pak dosen kepada Aldi dan membuat Aldi dan Naisa menoleh ke arah nya. Aldi yang hanya melihat sekilas pun kembali membuang pandang nya dan merekatkan perban kaki Naisa.
"Kau yakin ingin mengeluarkan Dita dan Wahyu?" tanya pak dosen tadi kepada Aldi.
"Jika tidak aku tidak akan mengatakan nya kepada bapak" jawab Aldi akan pertanyaan itu dengan mata yang pokus mengobati kaki Naisa.
"Kau sudah mengeluarkan Airin, Dan sekarang kau juga ingin mengeluarkan mereka berdua?" tanya dosen tadi lagi sedangkan Naisa hnya diam karna dia sama sekali tidak mengerti dan tidak mengetahui maksud dari Aldi dan juga pak dosen tadi.
"Aku sudah bilang jika ada yang mengganggu hidupku aku tidak akan segan menghabisinya, Untung saja aku tadi masih berbaim hati dan melepaskan lelaki bajingan dan wanita kotor tadi, Jika tidak akan aku habisi mereka hari ini juga, Jadi keluarkan mereka dari kampus ini dan jangan biarkan kampus manapun menerima mereka sebelum mereka meminta maaf kepada Naisa" jelas Aldi dengan suara yang penuh penekanan dan wajah datar nya. Aldi sang anak pemilik kampus dan orang terkaya nomor satu di indonesia makanya dia bisa melakukan apapun dengan kekayaan nya itu. Seluruh guru di sana tidak ada yang berani membantah ucapan Aldi karna takut kehilangan pekerjaan dan tidak bisa melamar kerja di mana saja, Tapi setidak nya tindakan Aldi itu benar karna itu memang kesalahan Dita yang mencemarkan nama baik Naisa.
"Akan bapak laporkan hal ini kepada dekan" jawab pak dosen dan langsung berlalu dari sana. Naisa yang bisa mendengar semua nya pun langsung menoleh ke arah Aldi.
"Apa pangkatmu di kampus ini hingga kau mudah untuk mengeluarkan siapapun dari sekolah ini hem?" tanya Naisa dengan menatap lekat wajah Aldi.
"Kau tidak tau aku siapa dan pangkatku apa?" tanya Aldi lagi dengan menatap lekat wajah Naisa. Naisa langsung menggelengkan kepala nya karna dia memang tidak tau akan Aldi adalah anak dari pemilik kampus yang ia sekolah saat ini.
"Aku akan memberitahu kepada mu apa pangkat ku di sini" jawab Aldi akan gelengan kepala Naisa.
Aldi menarik nafas anjang untuk bercerita kepada Naisa. "Papa adalah pemilik kampus ini makanya aku bisa seenakku untuk mengeluarkan siswa dari kampus ini jika dia menyakitmu atau menyakitiku dan Dita tadi pasti sudah menyakiti hatimu akan ucapan nya tadi begitupun dengan Wahyu yang juga memukul ku sampai seperti ini, Jadi aku hanya mengeluarkan orang yang mengusik hidupku dari kampus ini dan untung saja Mereka tidak aku masukkan ke penjara" jelas Aldi panjang lebar dengan menatap lekat wajah Naisa.
"Aku berbuat seperti itu karna aku tidak mau ada satupun orang yang menyakiti dan menghina mu, Karna aku tidak mau kau sedih dan jika kau sedih pasti aku juga akan sedih karna kebahagiaan ku terletak dengan mu, Jadi jangan berfikir jika aku memanfaat kan kekayaan papa hanya untuk kepentingan ku sendiri,Aku juga bertindak sejajar nya karna aku sangat mencintai mu, Aku sungguh tidak ingin kau sedih akan ucapan dan tindakan mereka kepada mu" jelas Aldi lagi dengan menggenggam erat tangan Naisa. Naisa menatap lekat lelaki yang ada di hadapan nya itu, Hati nya tersentuh akan perkataan demi perkataan yang keluar dari mulut Aldi hingga air mata wanita itu menetes. Naisa langsung melepaskan tangan nya dari tangan Aldi dan menghapus air mata nya yang sempat jatuh itu.
"Sudahlah, Sini aku akan mengobati luka mu" ucap Naisa yang mencoba mengalihkan topik pembicaraan dan mengambil kotak obat yang ada di tangan Aldi.
Fany dan Azlan mndengar semua ucapan Aldi dan juga Naisa tadi dan ikut terbaru mendengar ucapan Aldi yang selalu datar dan tidak memperdulikan orang sekarang dia sangat mencintai dan melindungi Naisa biarpun mengandalkan kekayaan dan kekuasaan nya. Naisa mulai mengobati luka di wajah Aldi dan sebelum itu dia membersihkan luka itu.
"Auu" rengek Aldi yang merasa perih di wajah nya.
"Oh maaf" ucap Naisa dan menjauhkan tangan nya dari wajah Aldi.
"Tidak apa" jawab Aldi dengan senyuman nya kepada Naisa, Naisa tidak menjawab nya dan kembali mengobati wajah Aldi.
"Ehem, Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Azlan dengan deheman nya sedangkan Fany hanya diam. Naisa dan juga Aldi menoleh ke arah Azlan dan Fany yang baru saja sampai di ruang itu.
"Buta? tidak melihat?" ketus Aldi sedangkan Naisa kembali mengobat wajah Aldi.
"Shht kau ini selalu saja marah" ketus Azlan lagi. Aldi tidak menjawab nya lagi dan menatap lekat wajah Naisa yang sedang berada di hadapan nya.
"Shht, Percuma saja kita di sini, Ayo sayang kita pergi saja menikmati waktu berdua" ucap Azlan yang kesal dan keceplosan memanggil Fany dengan panggilan sayang sedangkan tangan nya sedang memegang tangan Fany sekarang.
Naisa dan Aldi yang mendengar itu langsung menoleh ke arah Fany dan Azlan. "Hah? sayang?" ucap Aldi dan Naisa bersamaan dengan mata membulat kaget mendengar itu.
BERSAMBUNG...
**Ayo mampir ke novel terbaru author ya.
.
.
.
.
Author juga mau minta dukungan kalian buat bikin season 2 nya, Kalau kalian setuju silahkan komen karna author juga mau minta pendapat kalian**.
**Di season 2 nanti cerita nya bakal sedikit beda karna di sana Aldi dan Naisa nya menikah, Mohon semangat dan suport nya dari kalian.
Terima ksih**