I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 70



Aldi meletakkan tangan nya di atas kepala Naisa dan mengelus sangat lembut kepala wanita itu dan kelembuat itu membuat Naisa mengalihkan wajah nya menghadap ke arah Aldi, Aldi mengangkat tangan nya karna pikirnya Naisa terbangun tapi tidak, Naisa hanya beralih posisi kepala, Senyum di wajah lelaki itu kembali mengembang menatap Naisa dan dia kembali meletakkan tangan nya di atas kepada Naisa dan mengusap nya setelah itu dia pun ikut tertidur dengan tangan yang masih berada di kepala Naisa.


Keesokan pagi nya


Naisa terbangun dari tidur nya dan saat ingin mengangkat kepala, Kepala mya terasa berat dia pun langsung membuka mata nya dan langsung menatap tangan Aldi yang tidur menghadap ke arah nya dengan tangan yang terletak di kepala nya.


"Pastas saja terasa berat" ucap Naisa dan memindah kan tangan Aldi dengan sangat hati hati dari kepala nya karna takut menganggu Aldi.


Aldi yang merasa tangan nya di gerakkan pun langsung membuka mata nya dan melihat Naisa lah yang memegang tangan nya. "Kau sudah bangun?" tanya Aldi dengan suara serak has orang bangun tidur dengan mata yang masih menyipit karna silau. Naisa yang baru saja ingin meletak tangan Aldi pun langsung menoleh ke arah Aldi.


"Kau terganggu?" tanya Naisa kepada Aldi. Aldi membuka sempurna mata nya itu dan menatap Naisa yang juga menatap nya. Aldi mencoba untuk duduk dari tidur nya dan Naisa pun membimbing nya sampai akhir nya dia duduk dengan sempurna di atas ranjang itu.


"Aku tidak terganggu" jawab Aldi sambil melebarkan senyuman nya kepada Naisa. Naisa hanya mengangguk mengerti akan ucapan Aldi.


"Nai" panggil Aldi saat melihat Naisa yang menoleh ke sembarang arah.


"Hem" jawab Naisa dan menoleh ke arah Aldi.


"Jika aku menyatakan perasaan ku padamu dan menginginkan mu menjadi pacar ku apakah kau menerima nya?" tanya Aldi ragu tapi jujur akan perasaan nya.


"Tidak" jawab Naisa yang mengerti akan ucapan Aldi.


"Kenapa?" tanya Aldi kepada Naisa dengan menatap wanita itu.


"Karna ayah tidak membolehkan ku menjalin hubungan dengan lelaki kecuali menikah" jelas Naisa.


"Kau menuruti ucapan ayah sampai sekarang?" tanya Aldi lagi dengan menatap lekat Naisa.


"Hem" jawab Naisa sambil mengangguk mengiyakan nya.


"Jadi kau belum pernah berpacaran sama sekali?" tanya Aldi yang tidak percaya, Naisa mengangguk mengiyakan nya.


"Jadi kau hanya ingin menikah dan tidak mau memiliki hubungan dengan lelaki kecuali itu?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa.


"Yap, Benar sekali" jawab Naisa dengan mengangguk mengiyakan nya.


"Baik lah, Aku akan menikahkan mu sekarang" ucap Aldi tiba tiba karna memang dia sangat mencintai Naisa dan ingin serius dengan Naisa.


"Apa maksud mu?" tanya Naisa yang bingung dan tidak mengerti ucapan Aldi.


"Kau tidak mau berpacaran bukan?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa. Naisa mengangguk mengiyakan nya.


"Jadi aku mau menikahkan mu karna aku menyukai mu" ucap Aldi lagi dengan menatap lekat Naisa.


"Kau jangan bergurau, Ini bukan hal kecil" jawab Naisa yang belum percaya.


"Aku tidak bergurau, Memang nya ada tampang ku bergurau saat ini?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa dengan wajah serius nya.


"Ini hal yang besar dan tidak untuk di buat main main, Ini masalah membangun rumah tangga bodoh" ucap Naisa dengan membuang wajah nya dari Aldi. Aldi dengan segera menangkap wajah wanita itu dan kembali membuat wajah wanita itu dan mata wanita itu menghadap nya.


"Aku serius dan aku tidak bergurau" ucap Aldi dengan nada rendah tapi sangat dalam. Naisa bisa melihat keseriusan di mata Aldi dan tidak ada sedikit pun tanda bergurau, Wajah wanita itu memerah saat mendengar dan melihat jelas wajah Aldi yang tampan itu.


"Bagaimana? apa kau mau?" tanya Aldi dengan wajah memelas nya berharap Naisa mau menerima nya.


"Aku tidak akan menikah sebelum aku selesai kuliah" jawab Naisa dengan kepala yang masih menunduk karna malu dan gugup dengan Aldi.


"Kau kan bisa kuliah saat sudah menjadi istri ku" ucap Aldi.


"Tapi aku ingin kuliah" jawab Naisa.


"Kau bisa kuliah setelah menjadi istri ku, Aku tidak akan melarang mu kuliah, Setelah kuliah kau juga tidak harus bekerja kau cukup menunggu di rumah dan menjadi nyonya Al" jelas Aldi dengan wajah kecewa nya karna di tolak oleh Naisa.


"Ini bukan masalah bekerja atau tidak nya, Tapi..." ucap Naisa terpotong oleh Aldi.


"Tapi apa?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa.


"Aku belum menyukai mu, Dan aku juga belum siap untuk membina rumah tangga" jelas Naisa dengan kepala yang masih menunduk. Hancur sekali hati Aldi saat mendengar pernyataan dari itu tapi dia tidak akan menyerah untuk mendapatkan cinta dan persetujuan dari Naisa untuk menikahi nya.


"Huh, Baik lah, Aku akan membuat mu jatuh cinta dengan ku, Saat kita sudah selesai kuliah aku pastikan kau akan menikah dengan ku karna kau sudah mencintai ku" jelas Aldi yang yakin akan Naisa akan menerima nya dan menjadi nyonya Al setelah tamat kuliah. Naisa mendongakkan kepala nya dan menatap Aldi yang juga menatap nya itu.


"Aku minta maaf karna..." ucap Naisa yang terpotong oleh Aldi.


"Kau tidak perlu minta maaf karna tidak ada yang salah di sini, Itu hak mu menolak ku karna aku tidak mau kau menikah dengan ku hanya karna kasihan atau pun terpaksa" jelas Aldi dengan senyum yang melebar menatap Naisa.


"Terima kasih sudah mengerti dengan ku" ucap Naisa dengan senyum yang melebar menatap Aldi, Aldi membalas senyuman wanita itu dan mengusap kepala Naisa dengan lembut.


"Yasudah, Ayo kita pulang" ajak Aldi dan melepaskan tangan nya dari kepala Naisa. Naisa mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar. Aldi pun bangkit dari ranjang begitupun dengan Naisa yang juga ikut berdiri dan diapun membimbing Aldi.


"Aku tidak lumpuh" ucap Aldi saat Naisa membimbing nya.


"Tapi kau sakit" jawab Naisa.


"Yang sakit perut ku, Dan ini juga sudah mendingan" ucap Aldi lagi.


"Tetap saja" jawab Naisa dan membimbing Aldi lagi, Aldi mengenakan sepatu nya dan setelah itu langsung berlalu bersama dengan Naisa. Mereka berdua berjalan keluar dari rumah sakit itu dan mencari taxi. Naisa menghentikan satu taxi yang melintas di hadapan nya dan Aldi dan langsung masuk ke dalam taxi itu.


"Kita sarapan dulu bagaimana?" tanya Aldi kepada Naisa yang sedang menatap ke luar jendela.


"Boleh" jawab Naisa sambil melebarkan senyuman nya. Hubungan mereka semakin dekat saat Aldi sudah menyatakan perasaan nya tadi, Tidak seperti orang pada umum nya yang sudah di tolak malah menjauh tidak dengan Aldi yang sudah di tolak terus berjuang.



Aldi pernando.



Naisa salsabila


Begini lah visual pemeran utama, Kalo gak senada dengan haluan kalian, Kalian bisa halu yang lain kok