
Kezia yang mulai luluh langsung jatuh dalam pelukan Jonathan, dia selalu tidak tahan melihat keperkasaan suaminya itu.
"Bang Jo janji jangan pernah sedetikpun tinggalin aku ya!" ujar Kezia.
"Iya sayang, Abang janji, akan selalu membawa Kezia kemanapun!" sahut Jonathan.
"Kalau begitu aku mau di sini saja sama Bang Jo, Bang Jo jangan kemana-mana!" kata Kezia.
"Siap sayang!" Jonathan langsung memeluk Kezia kembali dengan erat.
Setelah beberapa saat di kamar, Jonathan lalu keluar menuju ke ruang keluarga sambil menggendong Kezia.
Kezia tetap berada dalam pangkuannya. Kezia benar-benar tak mau lepas dari pelukan Jonathan.
Seolah Jonathan adalah nyawa kedua bagi Kezia.
"Kezia kok di pangku terus sama Jo, sudah kayak anak monyet saja, malu dong di lihat adik-adik!" kata Lika yang melihat Jonathan duduk sambil memangku Kezia dalam dekapannya.
"Biarin Bu, biar Bang Jo jangan kemana-mana!" ujar Kezia.
"Lho, memangnya Jo mau kemana? Kok Kezia jadi posesif begitu sama Jo? Cinta sih cinta, tapi kan kasihan dong Jo nya!" kata Lika.
"Tidak apa-apa Bu, hari ini Kezia memang lagi manja, maunya di sayang terus, tidak mau lepas sama sekali!" tambah Jonathan.
"Makanya kau juga jangan suka manjain Kezia Jo, kapan dia mau mandiri kalau semuanya tergantung kamu!" kata Ricky yang tiba-tiba muncul dari arah kamarnya.
Kezia yang di nasehati oleh orangtuanya malah semakin membenamkan kepalanya di dada Jonathan. Jonathan pun semakin erat memeluk Kezia.
"Tidak apa-apa Pa, Kezia manja, aku juga suka kok manjain Kezia, harap maklum masih pengantin baru, jadi ya bawaannya pasti nempel kayak perangko!" ujar Jonathan.
"Oya Jo, bagaimana rencana bulan madu kita, kenapa kalian malah terlihat santai begini?" tanya Ricky.
"Maaf Pa, bisakah bulan madunya di tunda dulu, Ratna baru saja kecelakaan, sekarang dia masih di rawat di rumah sakit, mungkin sebentar lagi Mamak dan Bapaknya datang dari Medan, jadi tunggu sampai kondisinya membaik dulu, tidak enak kalau aku bulan madu sementara dia lagi kena musibah!" ungkap Jonathan.
"Kalau ibu sih tidak masalah bulan madu kalian di tunda, lagi pula kemanapun kalian bulan madu Kezia pasti akan terus nempel begini kan?!" tambah Lika.
"Ya kalian aturlah baiknya bagaimana, Papa dan Ibu tinggal terima laporan saja, dan kau Jo, kau juga harus perhatian pada saudaramu yang dari Medan itu, apalagi dia baru kecelakaan, dia pasti sangat butuh teman, kenapa kau tidak menemaninya di rumah sakit?" tanya Ricky.
"Aku baru dari rumah sakit Pa, cuma Kezia cemburu kalau aku lama-lama di rumah sakit, makanya nih sekarang dia malah nempel begini, takut kalau aku tinggal kayak kemarin!" jelas Jonathan.
"Oala Kezia ... Kezia ... masa sama saudara saja bisa cemburu begitu sih, takut amat kehilangan Jo!" goda Lika.
"Aduh kepalaku pening lihat model anak muda jaman now! Sudah Bu, mending kita ke kamar saja nonton drakor, masih lebih jelas ceritanya dari ada macam mereka ini!" kata Ricky sambil menarik tangan istrinya kembali masuk ke kamarnya.
Tinggalah Jonathan dan Kezia yang ada. di ruangan itu.
"Tuh kan Zia, Kezia lebay sih, Papa sama Ibu malah jadi pergi kan?!" ujar Jonathan.
"Mereka itu iri sama kita tau bang, makanya mau langsung praktek di dalam!" kata Kezia.
"Masa sih? Kan Papa sama Ibu audah tua?" tanya Jonathan.
"Huh mereka jangan di lihat tuanya Bang, kalau soal keromantisan mah Bang Jo lewwwaaat!" ujar Kezia.
"Wah, sepertinya bang Jo harus berguru sama mereka!"
"Ngapain pake berguru sih bang! Bang Jo udah jago juga dalam hal itu!" kata Kezia.
"Dalam hal apa Zia?"
"Dalam hal menaklukan hatiku!" cetus Kezia.
"Zia, ini Junior bang Jo pegel lho di tindihin Kezia terus dari tadi, kalau pengen bilang jangan di duduki terus bang Jo nya!" kata Jonathan yang mulai pegal karena Kezia nemplok terus sedari tadi.
"Hmm, ya sudah ke kamar yuk Bang, lagi pengen sama Bang Jo terus bawaannya, tidak tau kenapa, ayo Bang gendong!" rajuk Kezia.
Akhirnya Jonathan kembali menggendong istrinya masuk ke dalam kamar mereka lalu mereka berbaring di tempat tidur mereka.
"Bang, setelah ini kita sama-sama kerah sakit ya Bang, kita jenguk Mbak Ratna!" kata Kezia.
"Kezia sudah tidak marah lagi?" tanya Jonathan.
"Tidak Bang, Aku cuma tidak mau kehilangan Bang Jo saja, aku sayang sama Bang Jo, mau ada di dekat Abang terus!" jawab Kezia.
"Duh Kezia sayang, Bang Jo juga tidak mau kehilangan Kezia, maunya pelukin Kezia terus selamanya, tapi kan kita harus hidup normal sayang!" ujar Jonathan.
"Ya makanya habis ini kita ke rumah sakit ya Bang, Bang Jo tuntasin dulu juniornya yang nanggung dari tadi!" kata Kezia.
"Siap sayang, siap-siap melayang lagi ya cantik, kalau Bang Jo sudah beraksi, semua jadi tak berarti!" ucap Jonathan.
****