Heart's Owner

Heart's Owner
Sikap Pak Ricky



Kezia dan Jonathan menundukan wajahnya takut melihat reaksi Ricky, karena beliau sudah melihat video viral itu.


"Kurang ajar!!" geram Ricky sambil mengepalkan tangannya.


"Ampun Pak, itu semua fitnah, saya tidak pernah melakukan apa yang ada di dalam video itu, itu semua rekayasa, saya di perdaya Pak!" ungkap Jonathan sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Iya Pa! Aku tau betul siapa Bang Jo, sejak aku berhubungan dengan Bang Jo, bahkan dia tidak pernah menyentuhku, dia sangat sopan dan menghormati aku Pa, mana mungkin dia melakukan hal yang memalukan seperti itu!" tambah Kezia.


"Percayalah Pak, saya ini masih perjaka Ting Ting, Bapak boleh periksa kalau tidak percaya, semua yang ada sama saya semuanya milik Kezia Pak, mana mungkin saya berikan pada orang lain!" timpal Jonathan.


Pak Ricky menatap heran terhadap keduanya.


"Kalian ini! Memangnya aku bodoh dan percaya begitu saja terhadap gosip murahan itu, jaman sekarang semua bisa di rekayasa, aku geram karena salah satu karyawanku ada yang melakukan hal sememalukan itu!" seru Ricky.


Jonathan dan Kezia menarik nafas lega.


"Ah, Papa memang luar biasa! Aku sayang sama Papa!" Kezia langsung memeluk Papanya itu.


"Trima kasih Pak, anda memang calon mertua yang baik karena percaya pada calon menantunya!" tambah Jonathan.


"Sudah! Sudah! Kalian lebay!! Ayo kita keruanganmu Jo, aku akan cari tau, siapa orang yang melakukan itu, aku akan pecat dia sekaligus menuntutnya atas pencemaran nama baik!" Ricky segera berdiri lalu berjalan keluar dari kantin itu di ikuti oleh Jonathan dan Kezia.


Mereka terus berjalan dan naik ke atas menggunakan lift, lalu langsung menuju ruang Jonathan.


Kemudian mereka duduk di ruangan itu.


"Kalian tau, sebelum aku memberikan ruangan ini untukmu Jo, aku sudah memasang kamera itu di atas pintu!" kata Ricky sambil menunjuk arah pintu.


Ada sebuah kamera kecil yang nyaris tak terlihat di atas pintu ruangan Jonathan.


"Wah, ternyata Bapak pasang kamera di ruangan saya! Yah, ketahuan deh saya pernah tidur di meja kerja saya waktu itu!" seru Jonathan.


"Apa maksud Papa pasang kamera itu di ruangan Bang Jo?" tanya Kezia.


"Begini Kezia, calon suamimu ini sangat tampan, pasti banyak wanita yang mengincarnya, dan mungkin melakukan cara-cara rendah dan memalukan, ternyata dugaan Papa benar!" jawab Ricky.


"Wah! Papa hebat! Aku bahkan tidak pernah berpikir sejauh itu!" seru Kezia.


"Jo, tolong kau ambilkan kamera itu, kita lihat siapa orang yang telah berbuat hal serendah itu!" titah Ricky.


"Baik Pak!" sahut Jonathan.


Lalu ia bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu, sekali jinjit Jonathan langsung mengambil kamera yang terpasang di atas pintu tersebut.


Setelah itu dia menyerahkan kamera itu kepada Ricky.


"Sekarang ambil laptopmu, kita akan lihat sama-sama video rekaman kamera ini!" ujar Ricky.


Jonathan beranjak menuju ke meja kerjanya dan mengambil laptopnya, lalu meletakan laptop itu di meja depan sofa.


Ricky mulai masukan card dari kamera kedalam laptop.


Mereka terkesiap saat melihat video itu.


Ternyata di balik semua berita Viral itu adalah Rita, dia terlihat membawa setangkai mawar merah dan segelas kopi panas di jam 7 pagi, sebelum Jonathan datang.


Saat di cctv, Rita mengenakan jaket dan masker, makanya wajahnya tidak terlihat.


Namun di laptop ini, saat tiba di ruang Jonathan, wajah Rita terlihat sangat jelas.


Di jam 8.30 pagi Rita kembali masuk keruang Jonathan, dia mulai merekayasa seolah-olah sedang bercumbu dengan Jonathan.


Rita membuka baju bagian atas Jonathan, bahkan bajunya sendiri.


Semua kegiatan itu di rekam oleh Rita melalui ponselnya. Dia melakukannya sendirian tanpa ada siapapun di ruangan itu.


Dalam video itu Rita nampak menciumi dan memeluk Jonathan dengan penuh perasaan, dalam keadaan Jonathan tidak sadar.


Kezia terlihat geram dan marah setelah menyaksikan video itu. Dia lalu menutup layar laptop Jonathan.


"Videonya belum selesai mengapa kau tutup?" tanya Ricky.


"Tidak perlu di lanjutkan lagi, karena kita sudah tau siapa pelakunya!" cetus Kezia.


"Ya Tuhan, kenapa Mbak Rita bisa berbuat nekad seperti itu? Padahal selama ini aku selalu menghargai dan menghormatinya!" gumam Jonathan yang terlihat masih shock.


"Benar dugaanku, sejak dulu Mbak Rita itu menyukaimu Bang! Makanya aku tidak suka kalau kau dekat-dekat dengannya!" sungut Kezia.


"Iya sayang, Kezia sabar ya, Bang Jo juga tidak pernah menyangka kalau dia sampai melakukan sejauh ini!" ujar Jonathan sambil mengusap kepala Kezia.


"Sudah! Kalian jangan sayang-sayangan di sini! Lebih baik kau antar Kezia mu ini pulang Jo, biar si Rita Manager itu menjadi urusan Papa!" titah Ricky.


"Baik Pak, saya akan mengantar Kezia pulang dengan selamat, terimakasih karena ternyata Bapak juga sayang sama saya!" ucap Jonathan sambil mencium tangan Ricky.


"Sudah sana jangan banyak basa basi! Selama kau ada di kantor ini kau aman Jo, aku pasti melindungi mu!" ujar Ricky.


Jonathan langsung menggandeng tangan Kezia keluar dari ruangannya dan langsung turun ke bawah.


Sementara Ricky masih duduk di ruang Jonathan, lalu dia mulai menelepon seseorang.


Tok ... Tok ... Tok ...


Tak lama kemudian, Rita muncul dari balik pintu Jonathan. Wajahnya menunduk.


"Selamat siang Pak Ricky, ada apa Bapak memanggil saya?" tanya Rita lirih.


"Aku tidak suka basa basi, mulai besok kau ambil gaji terakhirmu di bagian keuangan, aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!" tegas Ricky.


Rita yang kaget langsung berlutut di hadapan Ricky.


"Tapi apa kesalahan saya Pak? Selama ini saya kerja bertahun-tahun dari nol sampai seperti sekarang ini, saya tidak pernah melakukan kesalahan apapun, mengapa tiba-tiba Bapak memecat saya?" tanya Rita sambil menangis.


"Kau masih bertanya apa kesalahanmu? Setelah apa yang kau perbuat??!" sentak Ricky.


Rita semakin menudukan wajahnya, air matanya berjatuhan deras di pipinya.


Ricky kemudian kembali memutar video rahasianya yang dia simpan di atas pintu ruangan itu.


"Coba kau lihat ini!! Masih bilang tidak melakukan kesalahan??" hardik Ricky sambil menunjukan video itu.


Rita menutup wajahnya karena malu.


"Maafkan saya Pak! Maafkan saya!" ucap Rita.


"Kau telah mempermalukan calon menantuku di depan umum, sekarang juga kau berdiri, buatlah pernyataan minta maaf ke publik, dan akuilah kalau kau dalang di balik semua ini, akui juga kalau kau yang ada di video itu, kembalikan nama baik calon menantuku!! Mengerti??!" sengit Ricky.


Dengan mengumpulkan segenap keberaniannya, Rita akhirnya membuat pernyataan untuk publik atas apa yang di lakukannya terhadap Jonathan, Ricky merekam semua pernyataan Rita, lalu dia menyebarkannya di semua media sosial.


****


Hai guys ...


Jangan lupa Like, Vote dan komen ya ...


Supaya Authornya terus bersemangat berkarya ...