Heart's Owner

Heart's Owner
Datang Bulan



Saat Kezia melihat Papa dan Ibunya sedang dinner di tempat itu juga, tubuhnya langsung gemetar dan panas dingin.


"Ada apa Zia?" tanya Jonathan cemas.


"Bang ... kita pulang yuk, perutku sakit!" kata Kezia.


"Kezia sakit perut? Kan ada toilet!" kata Jonathan.


"Iiih bukan pengen itu, ini sakit perutnya lain! Ayo ah!" ajak Kezia.


Saat Kezia melirik ke meja Papa dan Ibunya, tiba-tiba mereka berdiri, sepertinya mereka sudah selesai dinner dan akan segera pulang ke rumah.


Tanpa menunggu lagi, Kezia langsung dengan cepat melesat pergi dan masuk ke toilet yang ada di cafe itu.


Jonathan terbengong-bengong melihat tingkah Kezia.


Hingga tak sadar, Pak Ricky menepuk bahunya dari belakang.


"Hei Marketing! Sepertinya kita berjodoh, kau selalu ada di mana-mana!" ujar Pak Ricky.


"Eh, Bapak, kirain siapa, Bapak lagi dinner juga nih ceritanya!" sahut Jonathan.


"Iya dong, memangnya cuma yang muda saja yang bisa dinner romantis, biar gini-gini aku lebih romantis darimu, tanya saja istriku, iya kan sayang!" Ricky menyenggol bahu Lika istrinya itu.


"Ah, Papa Ricky bisa saja, malu ah udah tua!" kata Lika malu-malu.


"Wah, ternyata istrinya Pak Ricky cantik juga, pantas saja Pak Ricky nya romantis gitu!" ujar Jonathan. Ricky tersenyum bangga.


"Ngomong-ngomong kok kamu dinner sendirian, mana pacarmu??" tanya Ricky.


"Itu dia Pak, saya juga bingung, tiba-tiba dia sakit perut, tapi bukan mau ke toilet, sekarang malah ngacir kemana tau!" sahut Jonathan sambil celingak celinguk mencari Kezia.


"Hmm ... biasanya kalau wanita, sakit perut itu, kalau bukan karena mau ke toilet, ya karena mau datang bulan!" cetus Lika.


"Hah? Datang bulan?" tanya Jonathan melongo.


"Kalau kau perhatian sama pacarmu, belikan dia jamu datang bulan, banyak kok di minimarket!" kata Ricky.


"Oh, begitu ya Pak, iya deh! Nanti aku belikan dia!" sahut Jonathan.


"Jangan lupa pembalutnya sekalian, belikan yang mahal, jangan yang murahan!" tambah Pak Ricky.


"Siap Pak!" sahut Jonathan.


Ricky kemudian merogoh saku celananya dan mengambil dompetnya. Setelah itu dia mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan, dan menyodorkannya ke arah Jonathan.


"Ini buat bayar makan kalian, sama beli jamu datang bulan dan pembalut, nanti kau malu lagi kalau uangmu pas Pasan!" ujar Pak Ricky. Jonathan terkesiap.


"Ini buat saya Pak?" tanya Jonathan tak percaya.


"Iya, buat kamu, nanti kalau uangmu habis sebelum akhir bulan, kamu ngutang lagi di kantor!" cetus Ricky.


"Waah, trimakasih Pak! Ternyata bapak dan ibu baik juga sama karyawan!" puji Jonathan.


"Dah, aku duluan! Jangan pacaran terus! Siapkan mental mu untuk training di Singapore!" ujar Ricky.


"Siap Pak, trimakasih lho ya uangnya!" sahut Jonathan senang.


Kemudian Ricky dan istrinya segera pergi meninggalkan tempat itu.


Jonathan masih celingak celinguk mencari Kezia, dan tak lama kemudian, Kezia muncul dari arah toilet.


"Kezia! Kau kemana saja sih! Masih sakit perutnya?" tanya Jonathan cemas.


"Sudah hilang!" cetus Kezia.


"Oke oke, sekarang Kezia mau makan apa?" tanya Jonathan lembut.


"Tiba-tiba lapar aku hilang bang, aku mau makan roti bakar saja!"


"Beneran Kezia cuma mau roti bakar?" tanya Jonathan meyakinkan.


"Iya bang, lagian ini sudah malam, nanti aku di cariin Papa!" cetus Kezia.


"Oke sayang, roti bakar meluncur!" Jonathan segera memanggil pelayan, dan dengan cepat memesan apa yang mau mereka pesan, tak berapa lama kemudian, pesanan mereka pun sudah jadi.


"Habis ini kita langsung pulang ya Bang!" kata Kezia.


Mereka menghabiskan makanan mereka dengan cepat, setelah Jonathan membayarnya, dia lalu menggandeng tangan Kezia menuju ke parkiran, merekapun segera naik motor menuju ke rumah Kezia.


Di tengah jalan, motor jonathan berhenti di depan sebuah minimarket.


"Kau tunggu sebentar ya Zia, ada yang mau Bang Jo beli!" kata Jonathan. Kezia menganggukan kepalanya.


Jonathan segera masuk ke dalam minimarket itu. Dia langsung menuju ke kasir.


"Mbak, ada jamu datang bulan tidak?" tanya Jonathan.


"Oh, ada Mas, kok ganteng-ganteng belinya jamu datang bulan sih Mas?" tanya sang kasir sambil menunjukan sebuah rak yang berisi botol jamu datang bulan berwarna kuning dan orange.


"Buat pacar saya Mbak! Oya, pembalutnya ada kan Mbak, pokoknya yang mahal!" kata Jonathan.


Sang kasir kembali menunjuk sebuah rak yang isinya khusus pembalut.


"Nah, yang di sebelah sini yang mahal Mas, mau yang mana, yang ada sayapnya atau yang polos?" tanya sang kasir.


"Waduh! Yang mana ya, bingung aku!" cetus Jonathan.


"Yang ada sayapnya saja ya Mas, supaya tidak bocor!" saran sang kasir. Jonathan pun Menganggukan kepalanya.


Setelah mengambil beberapa botol jamu datang bulan dan beberapa pack pembalut, jonathan pun segera membayarnya.


"Duh, bahagianya yang jadi pacarnya Mas, perhatian banget!" ucap Sang kasir.


Jonathan hanya tersenyum menanggapinya. Lalu dia segera keluar dari minimarket itu.


"Lama banget sih!!" cetus Kezia saat melihat Jonathan yang baru keluar dari minimarket.


"Ini buat Kezia!" kata Jonathan sambil menyodorkan belanjaannya.


Kezia melotot saat melihat isi dari belanjaan Jonathan itu.


"Apa-apaan sih Bang! Bikin malu deh! Siapa yang lagi datang bulan??" tanya Kezia.


"Lho, tadi kata istrinya Pak Ricky, perempuan kalau sakit perut itu kalau tidak ke toilet ya datang bulan!" jawab Jonathan polos.


Kezia spontan menepuk jidatnya sendiri.


"Bang Joo!!" seru Kezia sambil memukul-mukul dada Jonathan.


"Ya sudah, kalau Kezia tidak datang bulan, ini buat stok Kezia saja ya, kalau pas lagi datang bulan!" ujar Jonathan.


"Iya deh Bang, trimakasih ya Bang! Memang Bang jo tidak malu beli beginian?" tanya Kezia.


"Ngapain malu? Kan Buat orang yang di sayang, masa malu!" sahut Jonathan sambil mulai menyalakan motornya.


Merekapun lalu melaju meninggalkan tempat itu.


"Nanti kalau Bang Jo berangkat ke Singapore, aku antar ke bandara ya bang!" tawar Kezia.


"Iya Zia, Kezia boleh antar Bang Jo, senang kalau Kezia mulai perhatian sama Abang!" ucap Jonathan.


"Nanti aku turun di depan gerbang saja ya Bang, sudah malam, bang Jo langsung pulang saja, biar langsung istirahat!" kata Kezia.


"Iya sayang, Kezia juga istirahat ya!" balas Jonathan. Tak lama mereka sudah sampai di depan rumah besar Kezia.


"Bang Jo hati-hati ya, trimakasih buat ini!" ucap Kezia sambil menunjukan belanjaan yang di belikan Jonathan tadi.


Jonathan mengangguk, lalu dia segera mulai melajukan motornya. Baru saja Kezia hendak masuk ke dalam, tiba-tiba motor Jonathan kembali lagi.


"Lho, kok balik Bang? Ada yang ketinggalan?!" tanya Kezia.


"Iya Zia, Bang Jo lupa minta di cium Kezia!" jawab Jonathan.


"Ya ampun Bang Jo! Bang Jo!" Seru Kezia sambil mulai mengecup pipi jonathan.


****


Tetap selalu di tunggu dukungannya guys ...


Jangan lupa like, vote dan komen jika terhibur dengan kisah ini...


Trimakasih ...🙏🤗❤️😘