Heart's Owner

Heart's Owner
Hal yang Tak Terduga



Pagi itu suasana kantor masih sepi, namun Jonathan sudah datang lebih awal, mungkin karena sekarang rumahnya dekat dengan kantor dari pada apartemennya dulu.


"Selamat pagi Pak Direktur!" sapa Lusi sang resepsionis dengan senyum ramahnya.


"Pagi Mbak Lusi!" balas Jonathan.


"Belakangan Pak Jo selalu datang lebih pagi dari biasanya, luar biasa menantunya pak Ricky ini!" puji Lusi.


"Ah Mbak Lusi bisa saja, aku naik duluan ya Mbak!" ujar Jonathan yang langsung naik dengan menggunakan lift.


Beberapa cleaning servis nampak masih membersihkan setiap ruangan di kantor itu.


Tiba-tiba ponsel Jonathan yang ada di saku celananya bergetar, Jonathan langsung mengangkatnya setelah melihat Ricky yang meneleponnya.


"Halo Pa!"


"Halo Jo! Kau bisa ke ruanganku sekarang, ini Mr. Michael Rowett, investor yang Papa ceritakan kemarin itu sudah datang, naiklah!" titah Ricky.


"Baik Pa!" sahut Jonathan yang langsung bergegas naik ke atas ke ruangan Ricky.


Jonathan langsung membuka pintu ruangan Ricky perlahan, nampak dari kaca pintu, Ricky sedang terlibat pembicaraan dengan Mr. Michael.


"Hai Jo, kemarilah! Mr. Michael, this is my son in law (Ini adalah menantu saya)!" ujar Ricky kepada sang investor.


Pada saat Mr. Michael menoleh ke arah Jonathan, Jonathan agak sedikit terkejut, dia seperti tidak asing dengan wajah Mr. Michael, Jonathan nampak seperti sedang berpikir sesuatu.


"Siapa namamu?" tanya Mr. Michael sambil mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan.


"Jo-Jonathan Mr!" sahut Jonathan gugup sambil membalas uluran tangan Mr. Michael.


"Jo, Mr. Michael ini bisa bahasa Indonesia sedikit-sedikit, katanya dulu dia pernah tinggal sejangka waktu di Indonesia!" jelas Ricky.


Jonathan masih terpana melihat wajah Mr. Michael yang walaupun usianya sudah seusia Ricky, namun tubuhnya masih terlihat atletis dan wajahnya tampan.


"Benar sekali, saya dulu pernah bekerja di Indonesia, namun tidak lama, karena saya harus membantu mengembangkan usaha keluarga saya di Australia!" tambah Mr. Michael.


Jonathan menatap dalam ke arah Mr. Michael, entak mengapa tiba-tiba dadanya berdegup dengan sangat cepat.


"Kau kenapa Jo? Kenapa wajahmu tiba-tiba pucat?" tanya Ricky.


"Aku ... pusing Pa!" sahut Jonathan asal, karena dia bingung mengemukakan alasannya.


"Ya ampun Jo, kalau kau kurang sehat, kau kan bisa bilang padaku, ijin dari kantor, dan istirahat di rumah!" ujar Ricky.


"Maafkan aku Pa!" sahut Jonathan.


"Ya sudah, sekarang kau kembali saja ke ruanganmu, kau istirahatlah, nanti aku akan menyuruh OB untuk memberimu obat!" titah Ricky.


Jonathan lalu bergegas keluar dari ruangan Ricky, dia langsung berjalan cepat menuju ke ruangannya.


Ketika dia sampai di ruangannya, Jonathan langsung menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya.


Kemudian dia mulai merogoh saku celananya dan mengambil dompet nya.


Lalu Jonathan mengeluarkan sebuah foto usang pemberian dari almarhum Mamanya, selembar Foto laki-laki yang selalu di ceritakan Mamanya adalah Ayah dari Jonathan.


Dalam Foto itu, wajah Ayah Jonathan yang berkebangsaan Australia mirip sekali dengan Mr. Michael.


Dulu Mamanya hanya memberikan foto itu pada Jonathan, karena saat kecil Jonathan sering di bully oleh teman-temannya karena dia tidak mempunyai ayah.


Jonathan termenung mengingat masa kecilnya, seringkali dia bertanya pada Mamanya kenapa Ayahnya tidak pulang-pulang, Mamanya hanya menjawab kalau Ayah Jonathan ada di tempat yang sangat jauh dan tidak tau di mana keberadaan Jonathan dan Mamanya.


Jonathan berpikir dalam hatinya, apakah mungkin Mr. Michael adalah Ayahnya? Sementara di dunia ini banyak sekali orang yang mirip.


Tapi dalam foto itu, wajahnya sama persis dengan Mr. Michael, hanya sekarang Mr. Michel terlihat lebih dewasa dan matang.


Mama Jonathan juga tidak pernah memberi tau, siapa nama Ayah Jonathan. Membuat Jonathan juga bingung dan kini hanya bisa menduga-duga.


Ceklek!


Pintu ruangan Jonathan di buka dari luar, Ricky nampak masuk sambil membawa obat pusing untuk Jonathan.


"Ini obatnya Jo, kau minumlah, aku cari OB mereka tak di temukan, entah kemana mereka, giliran gajian baru pada muncul!" sungut Ricky. Dia langsung duduk di hadapan Jonathan dan menyodorkan obatnya.


"Papa, sebenarnya kepalaku pusing bukan karena sakit!" kata Jonathan, Ricky tertegun mendengarnya.


"Tapi wajahmu pucat Jo!" tukas Ricky.


Jonathan lalu menyodorkan foto Ayahnya ke arah Ricky.


"Papa coba lihat ini!" kata Jonathan.


"Lho, ini kan Mr. Michael, tapi dulu waktu masih muda, Papa mengenalnya sejak masih muda, dulu dia pernah ke Indonesia dalam rangka mengembangkan bisnisnya, namun pada saat itu negara kita sedang mengalami krisis ekonomi, sehingga usahanya dia pindahkan ke negaranya, kenapa Foto ini ada padamu?" tanya Ricky.


"Dia adalah Ayahku Pa!" ujar Jonathan. Ricky terkejut bukan kepalang.


"Apa? Bagaimana kau bisa berkata begitu?" tanya Ricky tak mengerti.


"Foto ini pemberian dari mendiang Mamaku, dia bilang laki-laki yang di foto itu adalah Ayahku, sejak kecil aku hanya tinggal berdua dengan Mamaku, tidak pernah sekalipun aku bertemu dengan Ayahku!" ungkap Jonathan.


"Jo, mungkin kau adalah putra dari Mr. Michael, untuk lebih jelasnya, aku akan menyuruhnya ke ruangan mu, kalian bicaralah baik-baik, mungkin sudah saatnya rahasia hidupmu tersingkap Jo, apapun yang terjadi, kau tetaplah menantu kesayanganku, ingat itu!" ucap Ricky sambil menepuk bahu Jonathan.


Kemudian Ricky segera meninggalkan ruangan Jonathan.


Tak berapa lama kemudian terdengar suara pintu Ruangan Jonathan di ketuk dari luar, lalu pintu itu perlahan terbuka, Mr. Michael kini sudah ada di hadapan Jonathan.


"Pak Ricky mengatakan kau ingin bicara padaku!" ujar Mr. Michael dengan logat bulenya.


"Silahkan duduk Mr!" ucap Jonathan.


Mr. Michael lalu duduk di hadapan Jonathan.


"Mr, apakah kau mengenal wanita Indonesia yang bernama Farida Rahayu Silaban?" tanya Jonathan.


Mr. Michael terkejut ketika Jonathan menanyakan itu, raut wajahnya tiba-tiba saja berubah, ada kesedihan yang terpancar di sana.


"Farida, ya Farida ... apakah kau tau di mana keberadaan wanita itu? Puluhan tahun aku mencari dia, tapi aku selalu tidak tau keberadaannya, aku nyaris putus asa dan akhirnya menyerah, apa kau kenal dengan Farida, katakan padaku! Di mana keberadaan Farida??" tanya Mr. Michael yang kini terlihat tak bisa lagi mengontrol dirinya, dia mengguncang-guncang bahu Jonathan dengan keras.


"Apa hubungan anda dengan wanita yang bernama Farida itu Mr. Michael??" tanya Jonathan balik sambil menatap tajam ke arah Mr. Michael.


Untuk sesaat lamanya Mr. Michael terdiam sambil menatap ke arah Jonathan.


****


Ayo dong guys dukungan like, vote dan komennya.


Terimakasih ...