Heart's Owner

Heart's Owner
Bayangan Mantan



Setelah selesai kelas, Kezia buru-buru keluar dari kelasnya, karena berpikir Jonathan akan menunggunya di lobby. Namun saat Kezia sampai di lobby, dia tidak menemukan Jonathan di sana, hatinya sedikit kecewa.


Kezia langsung berjalan gontai menuju ke parkiran, berniat akan pulang ke rumahnya.


Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya, kezia langsung menoleh kebelakang, matanya membulat saat melihat orang yang kini ada di hadapannya.


"Robby?! Ngapain kau disini??!" sengit Kezia.


"Kan aku sudah bilang, aku akan terus mengejarmu, apalagi sekarang aku sudah tau di mana kampusmu!" ujar Robby sambil tersenyum menyeringai.


"Pergi kau! Tidak sudi lagi aku melihat wajahmu, dulu kau mengkhianati aku, sekarang giliran aku sudah move on, kau malah datang lagi! Kau benar-benar racun Robby!!" jerit Kezia.


Kezia langsung membalikan tubuhnya dan berjalan cepat meninggalkan Robby, namun Robby mengejarnya dan berhasil menangkap tangan Kezia.


"Lepaskan!!" jerit Kezia sambil berusaha menepiskan tangannya, namun tenaga Robby lebih besar darinya.


"Aku kangen honey, aku bela-belain cari kerja di Jakarta supaya bisa bertemu lagi denganmu, apakah sedikitpun kau tak punya perasaan padaku lagi??" tanya Robby dengan wajah yang menghiba-hiba.


"Lepas! Aku benci kamu Robb, aku tidak suka kau tarik tanganku begini, kau kasar Robb!!" seru Kezia.


Bugh!!


Tiba-tiba sebuah tonjokan keras mendarat di wajah Robby, membuat pria itu jatuh tersungkur sambil memegangi bibirnya yang berdarah.


Kezia buru-buru melepaskan cekalan tangannya dan menjauh dari Robby.


Jonathan sudah berdiri di hadapan Robby dengan mata yang memerah dan kedua tangan yang mengepal.


"Bukan begitu cara memperlakukan wanita!" seru Jonathan.


Robby langsung bangkit berdiri. Ditatapnya wajah Jonathan dengan sorotan mata yang tajam.


"Kau lagi! Siapa kau berani mencampuri urusanku? Apakah benar yang di katakan Kezia waktu di mall itu, kau pacarnya Kezia?" tanya Robby.


"Iya, Kezia pacarku, dan aku akan melindungi dia dari apapun dan dari siapapun yang menyakitinya, termasuk kau!!" sengit Jonathan.


"Hei dengar Bung!! Kau baru berapa lama jadi pacarnya, aku sudah tiga tahun berhubungan dengan Kezia, tentunya aku yang lebih dicintainya dari pada kau, dia cuma kecewa karena aku khilaf berselingkuh dengan temannya!!" seru Robby.


"Hahahaha .... kau lucu sekali, sudah jelas kini Kezia membencimu dan lebih memilihku!! Sudahlah Bro! Kau pulang kampung saja sana!" ledek Jonathan.


Bughh!!


Tiba-tiba Robby maju dan membalas menonjok Jonathan dengan sangat keras, hingga Jonatham jatuh terjerembab. Kezia yang melihatnya langsung berjongkok dan mendekati Jonathan.


"Pergi kau Robby!! aku muak melihat tampangmu!!" teriak Kezia sambil menangis.


"Cih!, ini belum selesai!! Aku akan bisa mendapatkanmu bagaimanapun caranya!!" dengus Robby sambil pergi meninggalkan mereka.


"Bang Jo! kau tidak apa-apa kan?? Si Robby memang bajingan dan kurang ajar!!" sungut Kezia sambil mengusap wajah Jonathan dengan tissue, ada sedikit luka memar di pipi dan bibirnya.


Setelah membantu Jonathan bangun, mereka duduk di kursi di bangku taman dekat parkiran kampus. Kezia menyodorkan botol air mineralnya ke bibir Jonathan.


"Minum dulu Bang, itu pasti perih bibirnya!" ucap Kezia.


"Sudah tidak perih lagi waktu di usap pakai tisue tadi sama kamu Zia!" kata Jonathan sambil tersenyum.


"Lain kali tidak usah pakai tonjok-tonjokan lah, kalau ada dia langsung ngacir saja!" ujar Kezia.


"Tapi tadi tanganmu di cekal sama dia, mana bisa aku melihatmu di sakiti oleh siapapun!" ucap Jonathan.


Kezia terkesima mendengar ucapan dari Jonathan, ucapan yang mungkin tanpa sadar keluar dari bibirnya.


Untuk beberapa saat lamanya mereka langsung terdiam dengan pikirannya masing-masing, tiba-tiba perasaan canggung menguasai mereka.


"Ehm, kita pulang yuk Bang, sudah mau sore nih!" ajak Kezia mengalihkan pembicaraan.


"Kita mau pulang naik apa Zia? tadi aku berangkat pakai ojek online!" kata Jonathan.


Tiba-tiba Kezia ingat kalau dia bawa mobil.


"Bang Jo, tadi aku pinjam mobil temanku Erin, kita pulang bareng yuk, sekalian aku antar bang Jo ke tempat kos, terus aku balikin deh mobil Erin!" ujar Kezia beralasan.


Merekapun berjalan menuju parkiran tempat mobil Kezia terparkir.


"Bang Jo bisa nyetir mobil kan?" tanya Kezia.


"Bisa!" sahut Jonathan.


Kezia segera menyerahkan kunci mobilnya ke tangan Jonathan.


"Bang Jo Yang nyetir ya!" ujar Kezia.


"Iya!" Sahut Jonathan yang langsung mengambil posisi di belakang kemudi, dan mulai menyalakan mesin mobil Kezia.


Mobil itu pun bergerak meninggalkan area kampus.


Kezia melirik ke arah Jonathan yang nampak macho saat mengendarai mobil Kezia, tidak di sangka pria itu begitu piawai mengendarai mobil, di tambah dengan wajahnya yang menawan membuat Kezia tak berkedip menatapnya.


"Kenapa melirik ke arahku? Aku kelihatan ganteng ya?!" tanya Jonathan yang sontak membuat Kezia salah tingkah.


"Eh, siapa yang melihat wajahmu, aku cuma pastikan memar di wajahmu itu masih membekas tidak!" ucap Kezia beralasan.


"Kalau aku ganteng bilang saja, banyak orang yang bilang begitu kok, sudah biasa hehehe!" Jonathan terkekeh.


"Iih Bang Jo pe de amat sih!!" Kezia mencubit pinggang Jonathan sambil melengos menahan malu karena terciduk memandang Jonathan.


"Aduh! Kau jangan bercanda di sini, aku sedang menyetir!" seru Jonathan yang kegelian saat Kezia mencubitnya.


"Oya Bang Jo, kalau si Robby muncul lagi, kita pura-pura pacaran saja ya, kalau dia tau aku jomblo, pasti dia makin gencar mengejarku!" ucap Kezia.


"Ya!" singkat Jonathan.


"Trima kasih ya Bang, kau sudah membantuku!" ucap Kezia lagi.


"Ya!"


"Idih... ya ya terus jawabannya, tidak ada kata-kata lain apa?" cetus Kezia cemberut.


"Kau mau aku bicara apa? Tuh tempat kos ku sudah dekat!" kata Jonathan.


Tak lama mobil itu pun berhenti di depan cafe Rosi, Jonathan segera turun dan berganti posisi dengan Kezia.


"Kezia, kau hati-hati, rumah Erin tidak jauh kan? Kalau ada apa-apa kau langsung hubungi aku ya, nanti aku akan menjemputmu!" kata Jonathan panjang lebar.


"Iya Bang Jo, kau persis seperti Papaku, cerewet!" cetus Kezia.


"Kau tidak mau terjadi apa-apa denganmu, pokoknya setelah kau balikin mobil Erin kau langsung pulang kerumah naik taksi, Oke? Ingat, naik taksi, jangan naik angkot!" titah Jonathan.


"Iya iya bawel!" sahut Kezia.


Kezia bersiap akan melajukan mobilnya, namun tiba-tiba tangan Jonathan menahannya.


"Kezia, kalau sudah sampai rumah kau langsung hubungi aku ya, pastikan kau baik-baik saja!" ucap Jonathan.


"Iya Bang Jo, sudah sana pulang, nanti pacarmu meneleponmu sebentar lagi!" sahut Kezia yang langsung melajukan mobilnya meninggalkan Jonathan yang masih berdiri.


Setelah mobil Kezia sudah menjauh, Jonathan berjalan dan masuk ke cafe Rosi yang sore itu agak padat pengunjung.


"Eh Bang Jo, mau pesan apa nih?" sapa Rosi ramah.


"Biasa Mbak, susu dingin, untuk mendinginkan suasana hati!" ujar Jonathan.


"Lho, itu kenapa pipinya biru dan bibirnya sedikit Jontor? Bang Jo habis berantem ya?" tanya Rosi heran.


"Biasalah Mbak, namanya juga laki-laki!" jawab Jonathan.


Rosi segera beranjak untuk membuatkan pesanan Jonathan sambil geleng-geleng kepala.


*****