Heart's Owner

Heart's Owner
Menjaga Adik



Setelah Jonathan selesai mandi dan berganti pakaian, para adik iparnya sudah berdiri menghadangnya.


"Ayo Bang! Katanya mau main kelereng!" tagih Given dan Gavin berbarengan.


"Nanti keburu ke sorean lho, kata Bang Jo tidak enak kalau main kelereng malam-malam!" timpal Gavin.


"Hei kalian semua, bagaimana kalau malam ini Bang Jo ajak kalian semua makan di luar, sekalian jalan-jalan?!" usul Jonathan.


"Horee! Ayo Bang, berangkatnya nanti sehabis main ya!" seru mereka.


"Bang Jo akan ajak kalian, tapi mainnya di tunda besok ya, kan besok libur hari Sabtu, Gimana? Mau tetap main atau Bang Jo ajak jalan-jalan??" tanya Jonathan.


Ketiga anak itu nampak bingung dan berpikir.


"Tapi Bang Jo janji ya, besok main seharian!" cetus Given.


"Oke, janji!" sahut Jonathan.


"Tapi aku akan tetap di dongengin kan?" tanya Tasya.


"Kalau untuk Tasya, Bang Jo akan tetap dongengin, supaya Tasya bisa bobo nanti malam!" sahut Jonathan. Tasya nampak senang.


"Yah Bang Jo curang!" sungut Gavin.


"Sudah kalian siap-siap, Bang Jo mau temani Kak Kezia dulu, kalau Bang Jo sama kalian terus, kasihan Kak Kezia cemberut tuh!" ujar Jonathan.


Akhirnya anak-anak itu segera berlalu meninggalkan kamar itu.


Jonathan menghempaskan tubuhnya di samping Kezia yang masih berbaring.


"Bang Jo pintar juga atur strateginya, tapi nanti malam bakalan ribet kita bawa anak-anak itu keluar, mereka kan aktif semua!" ujar Kezia.


"kau tenang saja sayang, yang penting sore ini aku batalin main kelereng sama Given dan Gavin, nanti kau protes lagi kalau tidak di sentuh Abang!" sahut Jonathan.


"Iih Bang Jo apaan sih, dasar modus!" cetus Kezia.


"Memang modus, Bang Jo mau tagih janji Kezia terusin yang semalam tertunda!" kata Jonathan.


"Tapi ini kan masih sore Bang!" tukas Kezia.


"Justru karena masih sore, masih fresh nih, nanti malam Tasya minta di dongengin, tak tau berapa lama!" kata Jonathan.


"Hmm, ya sudah Bang, silahkan saja sentuh aku sepuasmu!" sahut Kezia akhirnya.


Akhirnya Jonathan mulai beraksi memamerkan kejantanannya di depan Kezia, dan mulai bergumul seperti biasanya, sore ini lancar jaya tanpa ada gangguan sedikitpun, dan Jonathan pun merasa sangat puas lahir batin.


Menjelang Malam, Given, Gavin dan Tasya sudah menunggu Jonathan yang janji akana mengajak mereka makan malam dan jalan-jalan.


"Ayo Bang! Kita berangkat sekarang saja deh, kita sudah pada siap nih!" seru Gavin yang nampak tak sabar, saat melihat Jonathan dan Kezia keluar dari kamar mereka.


"Iya nih, kita sudah rapi dari tadi lho!" timpal Tasya.


"Tenang, sebentar lagi kita berangkat, ajak Mbok Narti sekalian!" sahut Jonathan.


Given segera berlari ke arah dapur untuk mengajak Mbok Narti.


"Maaf, Mbok Narti tidak bisa ikut, suka mabok kalau naik mobil malam-malam!" kata Mbok Narti yang muncul dari arah dapur.


"Ya sudah tidak apa-apa Mbok, nanti ku bawakan saja makanannya!" sahut Jonathan.


"Terimakasih Bang Jonathan, Baik banget deh mantunya Pak Ricky!" puji Mbok Narti.


Mereka pun segera bergegas naik ke dalam mobil Jonathan.


"Nanti kalian jangan pada nakal dan pecicilan ya!" seru Kezia memperingatkan.


"Beres Kak!" sahut Ketiganya.


"Sayang, kau lagi pengen makan apa?" tanya Jonathan sambil menoleh ke arah Kezia.


"Kita ke cafe Mbak Rosi saja Bang, aku kangen sama nasi gorengnya!" jawab Kezia.


"Siap Tuan Putri!" ujar Jonathan.


"Iya nih Bang Jo, masa pilih kasih!" timpal Given.


"Padahal aku mau makan mie goreng enak!" tambah Tasya.


"Kalian tenang saja, nanti di cafe Mbak Rosi kalian bisa bebas pilih makanan yang kalian suka!" ujar Kezia.


Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di cafe Rosi, mereka langsung duduk menghadap sebuah meja besar.


"Wah wah wah, ramai sekali hari ini, latihan jadi orang tua ya Zia?" tanya Rosi saat menyambut kedatangan mereka.


"Orang tuaku sedang ke Malaysia, jadi kami di suruh menjaga adik-adik ini deh!" jawab Kezia.


Mereka lalu mulai memesan makanan mereka. Adik-adik Kezia makan dengan semangat dan antusias.


Sementara Jonathan dan Kezia juga menikmati santap malamnya.


"Kalau kalian mau pesan yang lain, pesan saja ya!" kata Jonathan.


"Aku mau pesan jus alpukat dong!" sahut Given.


"Aku mau jus jeruk!" tambah Gavin.


"Aku mau susu!" timpal Tasya tak mau kalah.


Jonathan lalu memesan apa yang mereka pesan.


"Kau sabar amat sih Bang menghadapi anak-anak ini, kalau aku sudah ku jewer mereka kalau cerewet dan banyak maunya!" cetus Kezia.


"Jangan gitu dong sayang, hitung-hitung kita belajar kalau punya anak nanti!" bisik Jonathan.


"Kak Kezia aku mau pipis!" Kata Tasya tiba-tiba.


"Hmm, baiklah, ayo kakak antar!" Kezia lalu berdiri dan menggandeng Tasya menuju ke toilet.


"Bang, nanti pulang dari sini kita mau jalan-jalan kemana?" tanya Given.


"Memangnya kalian mau pada kemana?" tanya Jonathan balik.


"Kita ke mall saja yuk, ke wahana permainan!" jawab Given.


"Kalau itu aku setuju!" timpal Gavin bersemangat.


"Hmm, baiklah, nanti kalian tanya sama Kak Kezia ya, dia mau tidak, kalau mau kita ke sana sekarang!" ujar Jonathan.


Tak lama kemudian, Kezia sudah nampak keluar dari toilet sambil menuntun Tasya.


"Kak Kezia, kita ke mall yuk, besok libur ini!" ajak Given.


"Ah, kalian ini banyak maunya!" sungut Kezia.


"Yah Kak Kezia payah, kurang gaul, mending sama Bang Jo, apa yang kami mau pasti di turuti!" keluh Given.


"Kakak capek! Leboh baik kita pulang saja!" cetus Kezia.


Wajah ke tiga adiknya nampak kecewa.


"Tadi katanya kita mau jalan-jalan, tidak asyik nih kak Kezia!" sungut Gavin.


"Sayang, kita ke mall saja sebentar ajak mereka main, kalau Kezia capek nanti Bang Jo gendong deh!" ucap Jonathan.


"Bang Jo bisa saja belain mereka!" cetus Kezia.


"Sayang, kan Bang Jo sudah janji, Bang Jo harus tepati janji Abang ke mereka dong, lagipula apa salahnya menyenangkan adik-adik, Bang Jo tidak pernah punya adik!" ucap Jonathan lagi.


"Ya sudah deh Bang! Terserah Abang saja, asal hati Abang senang!" kata Kezia akhirnya.


"Yeaaay!!" mereka berseru dengan penuh semangat.


****