
Pagi-pagi sekali Kezia sudah melajukan mobilnya cepat ke tempat kos Jonathan.
Dia hendak mengantar Jonathan ke bandara, karena hari ini Jonathan akan pulang kampung.
Kezia memarkirkan mobilnya di depan cafe Rosi yang masih tutup, kemudian setengah berlari, Kezia langsung menuju ke kos Jonathan, laki-laki itu nampak sibuk membereskan barangnya.
"Belum siap Bang?" tanya Kezia yang langsung muncul di balik pintu kamar Jonathan.
"Tadi aku kesiangan Zia!" sahut Jonathan.
"Dih gimana sih Bang Jo ini, katanya pesawat jalan jam 8 pagi, ini sudah jam berapa Bang??" ujar Kezia gusar sambil membantu menaruh beberapa pakaian ke tas ransel Jonathan.
Setelah beres, mereka langsung berjalan cepat menuju ke mobil Kezia yang masih terparkir di depan cafe.
"Kamu pinjam mobil Erin lagi Zia?" tanya Jonathan.
"Iya!" singkat Kezia.
"Jangan sering-sering Zia, walau bagaimana kan ini bukan milik kita, Kezia sabar saja tunggu tabungan Abang banyak, nanti Abang belikan buat Kezia!" ujar Jonathan.
"Udah deh Bang jangan cerewet, cepat jalan biar tidak telat, nih kunci mobilnya, Bang Jo yang bawa ya!" kata Kezia sambil menyerahkan kunci mobil itu ke tangan Jonathan.
Mereka lalu bergegas menuju ke bandara.
Karena takut ketinggalan pesawat, Jonathan mengendarai mobil Kezia dengan kecepatan tinggi, rupanya laki-laki ini sangat piawai dalam mengendarai mobil.
"Jangan ngebut Bang! Sudah bosan hidup?!" seru Kezia yang merasa mobilnya melaju dengan sangat cepat.
"Dah kamu tenang saja! Percaya sama Bang Jo! Dulu Abang pernah punya cita-cita jadi pembalap, cuma belum kesampaian!" sahut Jonathan cuek.
Prriiit!! Priiiit!!
Suara peluit polisi terdengar saat Jonathan melintasi mobil polisi yang sejak tadi memperhatikannya.
"Nah loh Bang! Ada polisi kejar kita tuh! Bang Jo sih ugal-ugalan!!" seru Kezia panik.
"Ya ampun itu polisi! Kurang kerjaan banget sih!!" sungut Jonathan yang terpaksa berhenti karena mobil polisi sudah menghadang di depannya.
Dua orang polisi datang menghampiri mereka.
"Selamat Pagi, anda telah melanggar lalu lintas karena telah ugal-ugalan di jalan!" ucap Polisi.
"Pagi Pak, maaf Pak, saya buru-buru mau ke bandara, dari pada saya ketinggalan pesawat!" jawab Jonathan.
"Tapi tetap saja kalian telah melanggar lalu lintas di jalan, tunjukan surat-suratnya!" Polisi menadahkan tangannya.
Jonathan nampak bingung, lalu menoleh ke arah Kezia yang terlihat cemas dan panik.
"Bang, itu suratnya ada di kunci mobil!" ujar Kezia sambil menunjuk ke kunci mobil.
Jonathan langsung mengeluarkan surat STNK yang ada di kunci mobil itu.
"Ini Pak!" kata Jonathan sambil menyodorkan STNK.
"Simnya?" tanya Polisi.
"Maaf Pak, saya belum buat SIM, saya kan belum punya mobil, ini mobil pinjaman!" sahut Jonathan jujur.
Dengan cepat Kezia mengambil dompetnya dan mengeluarkan simnya.
"Ini pakai punya saya Pak!" kata Kezia sambil menyodorkan simnya ke arah polisi.
Jonathan terkesima melihat SIM milik Kezia.
"Hmm ... STNK dan SIM sama-sama milik Kezia Putri Gunadi, kalau begitu, kalian tukar posisi, biar gadis itu yang mengendarai mobilnya!" kata Polisi.
saling damai, mereka akhirnya di perbolehkan untuk jalan kembali.
"Kezia, kenapa STNK itu atas nama Kezia, bukan Erin, kenapa juga SIM Nya juga milik Kezia?" tanya Jonathan saat mobil mereka sudah berjalan kembali.
"Eh, itu bang, waktu itu Erin pinjam KTP aku waktu buat STNK, sebagai teman ya aku tolong saja!" jawab Kezia berkilah.
"Masa? Kamu tidak lagi bohongin Abang kan?" tanya Jonathan menyelidik.
"Tidak Bang, kalau soal SIM, aku pengen bikin saja, karena aku kan pengen punya mobil juga!" ujar Kezia.
Tiba-tiba tangan Jonathan menggenggam tangan Kezia yang sedang ada di atas kemudi.
"Bang Jo janji, akan bekerja keras untuk membahagiakan Kezia, Bang Jo akan berusaha closing sebanyak mungkin rumah supaya bisa nabung yang banyak! Kezia sabar ya tunggu Abang!" ucap Jonathan.
"Bang, memangnya Bang Jo pikir aku ini cewek matre gitu?" tanya Kezia.
"Tidak Kezia, bukan maksud Bang Jo begitu, Kezia cewek baik yang ramah dan tidak pelit, Bang Jo cuma pengen Kezia bisa bangga saja sama Bang Jo kalau suatu hari nanti berhasil dan sukses!" jawab Jonathan.
"Iya deh Bang, aku bakal doain Bang Jo sukses!" ujar Kezia.
"Kemarin waktu di pesta Andri, aku ketemu pak Ricky!" kata Jonathan.
"Oya?"
"Iya Zia, dia bilang gaji UMR jangan pikir istri, sukses dulu!" sahut Jonathan.
Tiba-tiba Kezia tertawa.
"Betul itu Bang apa yang di katakan Pak Ricky, bang Jo sukses dulu baru pikirin calon istri!" timpal Kezia.
"Lagian sih kamu pake ngilang segala Zia, kalau tidak kita bisa ngobrol bareng sama Pak Ricky!" ujar Jonathan.
'Justru aku lagi menghindari pak Ricky mu itu bang!' batin Kezia.
Tak lama mereka sudah tiba di bandara, setelah memarkir mobil, mereka langsung berjalan cepat memasuki bandara tersebut. Waktu sisa 10 menit sebelum keberangkatan.
"Kita nyaris terlambat Bang! Untung selamat!" Kata Kezia dengan nafas terengah-engah.
"Iya Zia, trima kasih ya sudah anterin Bang Jo! Bang Jo akan cepat kembali untuk Kezia!" ucap Jonathan.
"Sudah deh Bang, semoga Bang Jo bisa menyelesaikan masalah dengan Mbak Ratna, ingat, Bang Jo Jangan sampai menyakiti hati Mbak Ratna!" ucap Kezia.
"Iya Kezia, ponsel Kezia tetap aktif ya, supaya Abang bisa telepon Kezia kapanpun!" sahut Jonathan.
"Iya Bang, sudah sana!" ujar Kezia.
"Kezia, peluk bang Jo dulu dong!" pinta Jonathan.
"Yah, si Abang modus lagi, sudah terlambat juga, masih inget aja minta peluk!" sahut Kezia.
"Bang Jo pasti kangen Zia, ayolah please ...!" mohon Jonathan.
Akhirnya Kezia memeluk Jonathan sebelum terbang ke Medan. Mereka berpelukan seolah berat melepas satu dengan yang lain.
"Kezia janji ya cuma jadi milik Bang Jo!" bisik Jonathan sambil mengecup kening Kezia sambil tetap memeluknya.
"Iya iya, tuh waktu tinggal satu menit lagi, ayo sana jalan Bang, hati-hati!" ucap Kezia sambil mendorong lembut dada Jonathan.
Jonathan berjalan sambil melambaikan tangannya saat menoleh ke arah Kezia yang berdiri menatapnya.
"I Love You Kezia! Tunggu Abang ya ...!" seru Jonathan sambil tersenyum dan melambaikan tangan, setelah itu dia nampak berlari mengejar pesawat yang akan berangkat.
****