Heart's Owner

Heart's Owner
Persiapan Wisuda



Jonathan mengantar Beni dan Ratna sampai di depan cafe Rosi.


"Thanks ya Jo, sampai ketemu besok!" ucap Beni sambil turun dari mobil Jonathan.


Ratna juga beranjak turun dari mobil Jonathan, sekilas dia menoleh ke arah Jonathan yang masih duduk di depan kemudi.


"Terimakasih ya Bang!" ucap Ratna.


"Hati-hati ya Ratna!" balas Jonathan yang langsung mengemudikan mobilnya kembali ke apartemennya.


Ratna masih terpaku menatap kepergian Jonathan, Beni yang sudah naik ke atas motornya langsung menghampiri Ratna.


"Aku antar yuk!" tawar Beni.


"Tidak usah Ben, kos aku dekat di belakang sini!" tolak Ratna.


"Tempat kos Jo yang dulu ya?" tanya Beni.


"Iya Ben!" sahut Ratna.


"Ratna, aku tau kau masih menyimpan rasa terhadap Jo, aku bisa lihat dari sikapmu dan pandanganmu padanya!" ucap Beni.


"Lalu apa perdulimu?" cetus Ratna.


"Ratna, Jo itu sudah milik Kezia, Kezia juga sangat sayang sama Jo, kau harus bisa move on Ratna!" kata Beni.


"Jangan campuri urusanku Ben, apa perdulimu soal perasaanku!" sahut Ratna.


"Aku perduli padamu Ratna, karena aku tau bagaimana rasanya melihat orang yang kita cintai tapi tidak mencintai kita! Aku pun pernah ada di posisimu!" ucap Beni.


Tiba-tiba Ratna menangis, Beni langsung turun dari motornya dan menepuk lembut bahu Ratna. Berusaha menenangkan gadis itu.


"Menangislah kalau kau ingin menangis, aku pinjamkan dadaku untuk tempat kau mencurahkan segala isi hatimu!" ujar Beni.


Ratna langsung berhambur di dada Beni untuk mencurahkan seluruh isi hatinya, dia menangis sesenggukan di sana.


Beni membiarkan Ratna merebahkan kepalanya di dadanya, sekedar untuk bisa meringankan beban gadis yang kini dalam kesedihan itu.


"Nanti malam aku akan menjemputmu, aku akan mengajakmu ke suatu tempat di mana kau bisa belajar melupakan Jo, ingat Ratna, hati Jo sepenuhnya sudah milik Kezia!" ucap Beni.


Ratna akhirnya mulai menganggukan kepalanya.


****


Malam itu Jonathan bersiap akan menjemput Kezia di rumahnya, karena mereka akan mengambil kebaya di sebuah butik untuk wisuda Kezia hari Sabtu mendatang.


Jonathan mengenakan kaos oblong dan celana pendek santai, setelah siap dia segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Kezia.


Kezia nampak sudah menunggu di ruang tamu rumahnya. Papa dan Ibunya nampak sedang menonton drama korea di tv ruang keluarga, Kezia lalu berjalan mendekati mereka.


"Pa, nanti kalau aku kemaleman aku nginep boleh ya di apartemen Bang Jo?" tanya Kezia.


"Tidak boleh! Nanti ada setan!" sahut Ricky ketus.


"Yah Papa, Mbak Ratna saja pernah menginap di apartemen Bang Jo, masa aku tunangannya tidak boleh menginap?" sungut Kezia.


"Dia kan terpaksa menginap, kalau kau sengaja tidak boleh, kalian kan belum suami istri!" ujar Lika.


"Tapi aku kan cuma mau latihan jadi istri, bang Jo itu kaku orangnya, perlu latihan dong jadi suami!" tukas Kezia.


"Pokoknya tidak boleh! Di kantor saja dia sudah on terus apalagi ada di dekatmu!" kata Ricky.


Tiba-tiba Jonathan sudah muncul di ruangan itu.


"Selamat malam Papa dan Ibu, juga Kezia!" sapa Jonathan ramah.


"Nah ini nih orangnya muncul, Jo, nanti tolong antar Kezia pulang ke rumah ya, jangan biarkan dia menginap di apartemenmu!" titah Ricky.


"Siap Pa! Memangnya Kezia mau menginap?" tanya Jonathan.


"Iya Jo, katanya Kezia ingin latihan jadi istri, tapi tetap saja tidak boleh, kalian kan baru tunangan, belum menikah, sabar dulu sebentar lagi!" jawab Lika.


"Yuk berangkat sekarang, keburu malam, Kezia tidak sabar ya jadi istri Abang, sama Zia, Abang juga tidak sabar!" goda Jonathan sambil menarik tangan Kezia ke luar dari ruangan itu.


Ricky dan Lika hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka, tapi setidaknya mereka tenang karena mereka sangat percaya Jonathan adalah laki-laki yang baik, calon menantu idaman mereka.


Jonathan menuntun Kezia hingga masuk ke dalam mobilnya, lalu melajukan mobil itu keluar dari rumah besar Kezia.


Mereka berhenti di sebuah butik besar, lalu Jonathan membukakan pintu mobil untuk Kezia, wajah Kezia masih nampak cemberut.


"Sayang, sudah dong cemberutnya, nanti cantiknya hilang, memangnya Kezia mau latihan apa sih?" tanya Jonathan sambil merangkul Kezia.


"Latihan jadi istri Abang!" sahut Kezia.


"Tiap hari juga kita latihan kok, latihan saling memahami, latihan saling menghargai, saling mendengarkan!" sahut Jonathan.


"Bukan itu Bang!"


"Lalu apa lagi? Masa latihan berhubungan suami istri, itu kan tidak boleh sayang, nanti ada saatnya!" bisik Jonathan.


"Iiiih bukan itu juga! Aku cuma mau melayani Bang Jo, misalnya masakin makanan, atau apa kek gitu!" cetus Kezia.


"Iya Iya, tanpa Kezia bisa masak untuk Bang Jo, Bang Jo tetap sayang kok sama Kezia, yuk masuk, tuh butiknya sebentar lagi mau tutup!" kata Jonathan.


Mereka lalu masuk ke dalam butik itu, kebaya pesanan Kezia untuk wisuda sudah siap, Jonathan terperangah saat Kezia mencoba kebaya itu, sangat pas di tubuh Kezia.


"Alamak! Cantiknya calon istri Abang ini!" seru Jonathan.


Kezia tersipu malu mendengar pujian Jonathan.


Setelah mengambil kebaya itu, tanpa menunggu lama mereka segera kembali ke mobil, mereka akan makan malam di Joy Cafe.


"Nanti Kezia mau makan apa?" tanya Jonathan.


"Apa saja deh Bang, apa yang Bang Jo pilih aku ikut!" sahut Kezia.


"Duh, Kezia kelihatannya makin sayang sama Bang Jo nih!" ujar Jonathan.


"Hehe iya Bang, sayang banget aku sama Bang Jo, makanya Bang Jo jangan tinggalin aku ya, aku cuma mau hidup sama Bang Jo sampai tua nanti!" ungkap Kezia.


"Iya sayang, bang Jo juga sayaang banget sama Kezia, Kezia adalah cinta pertama dan terakhir Bang Jo, Bang Jo janji akan menyerahkan seluruh hidup Abang untuk menjadi penjaga hati Kezia!" ucap Jonathan.


Jonathan mencium jemari Kezia yang tersemat cincin itu.


Tak lama kemudian mereka telah sampai di Joy Cafe, pada saat mereka hendak turun dari mobil, tiba-tiba Jonathan menarik tangan Kezia.


"Kezia, lihat tuh, Beni dan Ratna ternyata makan di sini juga!" seru Jonathan.


Kezia menoleh ke arah dalam cafe.


"Iya Bang, tumben ya, kebetulan kita bisa gabung bang sama mereka!" Kezia hendak membuka pintu mobil, namun lagi-lagi Jonathan menahan tangan Kezia.


"Jangan Zia, kita cari tempat lain saja!" ujar Jonathan.


"kenapa Bang?" tanya Kezia.


"Biar Ratna terbiasa sama Beni, kalau dia lihat Abang, dia akan semkin susah move on dari Bang Jo, berikan mereka kesempatan untuk dekat dan saling mengenal!" ucap Jonathan.


"Iya Bang, aku juga setuju!" sahut Kezia.


"Kita makan di Apartemen Abang saja yuk, Bang Jo akan buatkan nasi goreng spesial buat Kezia!" kata Jonathan.


"Tapi Bang, kata Papa ada setan kalau aku di apartemen Bang Jo!" tukas Kezia.


"Bang Jo yang jadi setannya nanti!" bisik Jonathan sambil kembali melajukan mobilnya kembali ke apartemennya.


****


Ayo tebak, Kezia bakal jadi nginep di apartemen Jonathan atau tidak ya ...


Jangan lupa dukungannya selalu guys ...