
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Jonathan bersiap akan pulang ke tempat kosnya, sebelum dia turun ke bawah, dia mengambil ponselnya dan mulai menelepon Kezia.
"Halo, ada apa Bang?" tanya Kezia di seberang telepon.
"Kezia, malam ini aku dan Ratna mau makan malam di restoran di mall yang kemarin, kamu bisa datang tidak?" tanya Jonathan balik.
"Kamu gila ya Bang? Kamu mau aku jadi obat nyamuk??" tukas Kezia.
"Ajak temanmu Erin, sudah berapa hari ini aku tidak melihatmu, saat ulang tahunku, aku sangat ingin melihatmu, hanya melihatmu saja Zia, bukan yang lain!" Mohon Jonathan.
"Tapi ..."
"Aku mohon Kezia, nanti aku akan kenalkan kau pada Ratna, katanya kau ingin berteman dengannya, jujur aku tidak tau lagi harus bicara apa pada Ratna, dia begitu mengharapkan aku!" ungkap Jonathan.
"Baiklah Bang, nanti aku akan datang bersama Erin. bilang saja kalau aku ini teman kampusmu!" ujar Kezia.
"Trima kasih Kezia!" ucap Jonathan.
Kemudian setelah menutup ponselnya, Jonathan bergegas turun ke bawah, kemudian langsung keluar dari kantornya itu menuju ke parkiran.
Setelah Jonathan sampai di tempat kos nya, Ratna nampak sudah duduk manis di depan kamar kosnya, melihat Jonathan datang, Ratna langsung tersenyum menyambutnya.
"Sudah pulang Bang, aku tunggu dari tadi lho, jadi kan malam ini kita dinner di tempat romantis?" tanya Ratna.
Iya Ratna, tapi mungkin nanti akan ada teman-teman kampusku!" sahut Jonathan.
"Yah Bang Jo, kenapa sih bukan kita berdua saja?" tanya Ratna cemberut.
"Ya biar rame saja, kan seru kalau rame-rame!" ujar Jonathan sambil mulai masuk ke kamar kosnya, Ratna mengikutinya dari belakang.
"Hmm, ya sudah deh, Abang mandi sana, ini sudah jam 5 tau!" cetus Ratna.
Jonathan langsung menyambar handuknya dan membawa pakaiannya ke dalam kamar mandi, karena Ratna menunggu di dalam.
Sementara Jonathan mandi, mata Ratna menangkap sebuah paper bag yang ada di atas meja, kemudian dia mendekati meja dan mengamati paper bag yang nampaknya masih belum di buka itu.
Sekilas Ratna menengok ke dalam paper bag itu, nampak olehnya beberapa pakaian dalam pria dan beberapa kemeja kerja, di lihat dari merk-nya, semuanya itu harganya sangat mahal dan berkelas.
"Ini hadiah dari siapa ya, kok barangnya mahal-mahal, mana ada pakaian dalamnya lagi!" gumam Ratna.
Ratna mengeluarkan isi dalam paper bag itu, selain kemeja dan pakaian dalam, masih ada lagi sebuah dompet pria, modelnya sangat bagus dan harganya kelihatan mahal.
Ceklek!
Jonathan keluar dari dalam kamar mandinya dengan sudah berpakaian rapi, matanya melotot saat melihat Ratna membuka hadiah dari Kezia, yang dia sendiri belum sempat untuk membukanya.
"Ratna! Jangan membuka sesuatu yang bukan hakmu!" hardik Jonathan.
Ratna terkejut mendengar hardikan Jonathan, dia menatap Jonathan heran, belum pernah selama ini Jonathan menghardiknya hanya karena hal sepele menurutnya.
"Ma ... Maaf Bang, aku pikir ini hanyalah hadiah biasa, kenapa Bang Jo begitu marah?" tanya Ratna, matanya sudah berkaca-kaca.
Melihat ekspresi Ratna, Jonathan langsung menghampiri Ratna dan merengkuhnya, kemudian membelai rambutnya.
"Maaf Ratna, Abang tak bermaksud ... sudahlah, itu hanya hadiah dari atasan Abang, jangan terlalu di pikirkan!" ucap Jonathan melembut.
"Tapi kenapa Abang begitu marah saat aku membukanya?" tanya Ratna.
"Abang hanya kaget saja, karena Abang juga belum sempat membuka bungkusan itu!" sahut Jonathan.
"Atasan Abang perhatian banget, segala pakaian dalampun dia belikan, kemeja yang mahal, juga dompet yang mahal, kenapa dia begitu royal padamu?" tanya Ratna lagi.
"Bang Jo! jangan bilang kalau atasanmu adalah perempuan!" sungut Ratna.
"Tidak Ratna, pimpinanku seorang laki-laki, namanya Pak Ricky, beliau memang baik dan perhatian padaku, karena aku juga bekerja sangat baik untuknya!" jawab Jonathan.
"Syukurlah kalau begitu!" kata Ratna sambil mengelus dadanya dan menarik napas panjang.
Tak lama kemudian mereka langsung berangkat ke mall untuk makan di restoran dalam rangka ulang tahun Jonathan.
*****
Sementara itu, Kezia yang sedang bermain di rumah Erin, terus membujuk Erin agar mau datang makan malam dengan Jonathan.
"Ayolah Rin, sekali aja deh temani aku, Bang Jo mengharapkan aku datang ke restoran itu, dia ajak kamu juga kok!" bujuk Kezia.
"Kezia, denger ya, kamu tuh mikir, di sana Bang Jo makan sama pacarnya, kamu mau menjadi pengganggu hubungan orang?" tanya Erin.
"Aku tidak bermaksud begitu, tapi Bang Jo yang telepon aku, katanya dia hanya ingin melihatku, hanya melihat, bukan yang lain Erin!" sahut Kezia.
"Iya Iya! Baiklah kalau begitu, tapi aku tidak tanggung jawab lho kalau ada sesuatu yang terjadi di antara kalian!" ujar Erin yang langsung menyambar tasnya mengikuti keinginan Kezia.
"Nah, gitu dong, itu baru namanya teman baik!" kata Kezia senang. Lalu mereka melangkah keluar dan langsung naik ke mobil Kezia.
"Sebenarnya aku kasihan sama Jonathan Zia, dari matanya aku lihat dia suka sama kamu, walaupun dari mulutnya tidak pernah terucap kata itu!" ucap Erin.
"Tidak apa-apa Rin, aku sudah cukup senang bisa menjadi bagian dari kehidupannya, menjadi sahabat yang selalu ada untuknya, itu jauh lebih indah kan?" ujar Kezia yang terus melajukan mobilnya ke arah mall yang letaknya tidak jauh dari tempat Erin.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di mall yang di maksud.
Mereka langsung berjalan menuju ke restoran yang di maksud Jonathan.
Tidak sampai menunggu lama mereka sudah melihat Jonathan sedang duduk di sebuah restoran bersama dengan seorang wanita yang tak lain adalah Ratna.
Mendadak jantung Kezia berdegup sangat keras, ini adalah pertama kali Kezia bertemu dengan Ratna, pacar Jonathan.
Kezia dan Erin langsung datang menghampiri meja Jonathan.
"Maaf, kami terlambat ya!" ucap Kezia.
Jonathan menoleh sambil tersenyum.
"Hei, kalian sudah datang, duduklah!" kata Jonathan.
Mereka pun duduk, Erin di samping Ratna, Sedangkan Kezia di samping Jonathan.
Meraka pun saling berkenalan.
"Ayo pesan makanan yang kalian suka!" kata Jonathan.
Mereka pun mulai memilih makanan, sesekali Jonathan melirik ke arah Kezia, begitupun juga sebaliknya.
"Aku tidak menyangka, teman Bang Jo ternyata cantik-cantik, tapi awas ya Bang, jangan sampai berpaling ke lain hati!" cetus Ratna.
"Iya!" singkat Jonathan.
Makanan yang mereka pesan pun sudah datang, mereka makan bersama dengan gembira.
Kezia begitu cemburu saat melihat dengan mesranya Ratna menyuapi Jonathan, dan membersihkan bibir Jonathan dengan tissue.
*****