
Kezia menghempaskan tubuhnya di sofa apartemen Jonathan, sementara Jonathan mulai beranjak ke dapur, menyiapkan perlengkapan memasak.
Jonathan terlihat sibuk membuat nasi goreng, dia memotong bawang dan sayuran, juga bakso dan sosis.
Kezia diam-diam menyusul Jonathan ke dapur, lalu membuka kulkasnya.
"Wah, Bang Jo banyak persediaan juga ya!" seru Kezia mengagetkan Jonathan yang sedang fokus memasak.
"Sudah Kezia duduk saja, biar Bang Jo yang masak!" kata Jonathan.
"Tidak mau di bantu Bang?" tanya Kezia.
"Tidak usah! Nanti Bang Jo malah tidak fokus memasak!" jawab Jonathan.
"Di mana-mana yang masak itu tugas istri Bang, masa mau bantu saja di larang!" sungut Kezia.
Tak lama kemudian nasi goreng spesial buatan Jonathan sudah jadi, aromanya sangat tercium nikmat.
Jonathan lalu meletakan dua piring nasi goreng di meja makan.
"Silahkan di nikmati makanannya sayang!" ucap Jonathan saat Kezia sudah duduk di depan Jonathan.
"Enak Bang nasi gorengnya, cocok nih Bang Jo jadi koki!" ujar Kezia pasa saat mulai menikmati makanannya.
"Bang Jo terbiasa hidup sendiri, jadi ya apa-apa harus bisa, dari mulai memasak, mencuci gosok, bersih-bersih!" kata Jonathan.
"Aku malu Bang, selama ini aku selalu di layani, aku bahkan tidak bisa memasak, apalagi mencuci baju, mengepel dan membersihkan rumah saja sudah ada yang mengerjakan!" ucap Kezia.
"Bang Jo maklum sayang, Kezia kan berasal dari keluarga kaya raya, semua sudah ada yang mengerjakan!" sahut Jonathan.
"Tapi biasanya laki-laki itu suka wanita yang pintar masak dan jago mengurus rumah, kalau nanti aku jadi istri Abang, aku bakal terlihat bodoh di depan Abang!" ucap Kezia menunduk.
Entah mengapa Kezia jadi merasa rendah diri, setelah dia menyadari kalau banyak hal yang dia tidak bisa.
Jonathan langsung merengkuh Kezia dalam dekapannya.
"Kezia jangan sedih sayang, asal Kezia melayani Abang dengan segenap hati, itu sudah cukup!" bisik Jonathan.
Setelah menyelesaikan makannya, Jonathan lalu mencuci piring dan membereskan meja.
Setelah itu dia menuntun Kezia ke sofa ruang depan, mereka kembali duduk di sana.
"Sudah kenyang kan sayang?!" tanya Jonathan sambil mengelus rambut Kezia yang bersandar di bahunya.
"Sudah Bang!" sahut Kezia.
"Bang Jo antar pulang yuk!" ajak Jonathan.
"Tidak mau ah Bang, mau di sini saja, bobo bareng Bang Jo!" sahut Kezia.
"Eh, memangnya Kezia tidak takut ada setan?" tanya Jonathan.
"Tidak! Kan katanya yang jadi setannya Bang Jo!" sahut Kezia.
"Bang Jo kan cuma bercanda sayang, ayolah, nanti malah kemaleman keburu Kezia ngantuk!" ujar Jonathan.
"Aku lagi nyaman nih di sini, masa di suruh pulang!" sungut Kezia.
"Kezia, jangan uji iman Abang, nanti kalau bang Jo khilaf bagaimana?" tanya Jonathan.
"Nanti aku ingatkan supaya Bang Jo tidak khilaf!" sahut Kezia.
"Kezia, Bang Jo mau jaga amanat Papa, membawa Kezia pulang, Bang Jo tidak akan ingkar janji, ayo kita pulang sayang!" Jonathan segera berdiri dari duduknya.
"Hmm, tapi gendong ya! Aku capek!" sahut Kezia.
"Iya sayang, yang penting Kezia mau pulang, Bang Jo tidak kuat menahan hasrat Abang kalau Kezia ada di apartemen lama!" ucap Jonathan.
Jonathan lalu berjongkok di depan Kezia, Kezia langsung memeluk punggung Jonathan, Jonathan berdiri dan menggendong Kezia keluar dari apartemennya.
****
Pagi itu di tempat kediaman Pak Ricky, semua orang nampak sibuk, hari ini akan ada acara di wisuda Kezia, Kezia nampak cantik dengan balutan kebaya berwarna pink.
Lika ibunya juga nampak anggun mengenakan kebaya warna senada dengan Kezia.
"Duh menantu ibu ganteng sekali, saingan deh sama Papa mertua!" goda Lika.
"Ah ibu bisa saja, tetap saja Bu, Papa Ricky paling ganteng di sini, mana berani aku menyaingi kegantengannya!" sahut Jonathan.
"Ehm, siapa berani menyaingiku?? Walaupun kau ganteng selangit, tetap aku yang lebih ganteng! Iya kan sayang?" ujar Ricky sambil menoleh ke arah istrinya.
"Ayo Pa, Bu, waktu kita tidak banyak, kan tidak lucu acara wisuda terlambat!" seru Kezia yang baru keluar dari kamarnya.
Jonathan terkesiap menatap tunangannya itu.
"Cantik sekali calon istriku!" gumam Jonathan takjub.
"Sudah Jo, jangan lama-lama kau memandang Kezia, lebih baik kau siapkan mobil, kau yang menyetir ya, aku mau duduk dengan istriku saja, mengenang masa muda!" ujar Ricky sambil menyodorkan kunci mobil pribadinya.
Jonathan lalu mengeluarkan mobil Ricky dari garasi, mereka pun naik kedalam mobil tersebut.
Adik-adik Kezia tidak ikut, mereka ada di rumah bersama dengan Mbok Narti.
Kezia duduk di depan di samping Jonathan, sementara Ricky dan Lika duduk di jok tengah.
Merekapun berangkat menuju ke kampus Kezia.
"Kau sendiri kapan lulus S2 Jo?" tanya Ricky.
"Aku ambil kuliah cepat Pa, sekarang kuliah online dan sedang mengerjakan tesis, paling cepat 6 bulan lagi aku lulus!" jawab Jonathan.
"Bagus! Belajarlah yang baik, aku bangga padamu, kalau kau butuh apa-apa, jangan sungkan mintalah padaku!" kata Ricky.
"Mana mungkin aku minta papa, aku sudah punya penghasilan sendiri, aku bukan orang yang biasa meminta Pa!" sahut Jonathan.
"Kau ini, sudah mau jadi menantuku masih gengsi saja!" sungut Ricky.
Mereka akhirnya sampai di kampus Kezia, setelah memarkirkan mobilnya, mereka menuju ke sebuah gedung aula yang cukup besar, prosesi acara wisuda akan berlangsung di sana.
Ricky, Lika dan Jonathan duduk berdampingan menyaksikan acara yang selama ini di tunggu-tunggu.
Tak terasa Ricky meneteskan air matanya melihat putrinya kini telah lulus menjadi sarjana.
"Papa kenapa?" bisik Lika.
"Aku tak menyangka, Kezia ku dulu yang masih bermain boneka, gadis kecilku yang lucu kini sudah dewasa dan menjadi sarjana, bahkan sebentar lagi akan menikah!" ucap Ricky sambil menyeka wajahnya dengan sapu tangannya.
"Iya Pa, dulu saat pertama kali aku kenal Kezia, dia bahkan masih SD, begitu polos dan manis, sekarang sudah dewasa, mungkin sebentar lagi kita akan punya cucu Pa!" tambah Lika yang kini ikut berderai air mata.
Merekapun saling berpelukan.
Jonathan heran melihat calon mertuanya yang saling berpelukan dan bertangis-tangisan. Dia hanya bisa menggaruk kepalanya.
Setelah acara prosesi wisuda selesai, Kezia langsung menghambur ke pelukan kedua orang tuanya dengan mengenakan toga kebesarannya.
"Selamat Kezia, anak Papa sekarang sudah jadi sarjana!" ucap Ricky sambil memeluk Kezia.
"Kezia anak ibu, sekarang kau benar-benar sudah dewasa nak, selamat ya ... biarlah ilmu yang kau dapat bisa bermanfaat untuk hidup dan masa depanmu kelak!" tambah Lika yang juga memeluk Kezia dengan erat.
Pandangan Kezia beralih kepada Jonathan yang masih berdiri mematung sambil menatapnya.
Kezia kemudian langsung menghambur ke pelukan Jonathan.
"Sayang, selamat ya, calon istri Abang sudah sarjana sekarang!" ucap Jonathan sambil memeluk Kezia erat.
"Iya Bang!" sahut Kezia.
"Sudah! Jangan lama-lama peluknya, kalian belum sah, lebih baik kita berfoto dulu yuk!" sergah Ricky.
Merekapun akhirnya berfoto di gedung itu, Jonathan bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga Kezia dan dengan sangat baik menerimanya apa adanya.
Bersambung ....
****
Jangan lupa jempolnya guys ...
terimakasih atas kesetiaan pembaca semuanya ...🙏😘😉