
Kezia turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumahnya itu. Dia lalu menghempaskan tubuhnya dengan kasar di sofa ruang tamu rumahnya itu.
Papanya dan Ibunya nampak duduk sambil melihat-lihat beberapa brosur.
"Nah, tuh anaknya sudah datang, Kezia, kamu mau resepsi di hotel atau di restoran? Atau di rumah ini?" tanya Lika Ibunya.
"Ini ada sekalian paket bulan madu Zia, nanti Papa akan kasih bonus kalian bulan madu satu minggu di Paris!" tambah Ricky.
"Stop!! Jangan bicarakan tentang pernikahan lagi! Aku mau lanjut saja kuliahku di Malaysia bareng Nando!" seru Kezia.
Ricky dan Lika saling berpandangan tak mengerti.
"Lho, ada apa denganmu sayang, mana Jo? Bukankah kalian ada janjian hari ini?" tanya Lika.
"Tau ah! Jangan tanya-tanya dia lagi Bu! Aku sedang kesal!" cetus Kezia.
"Kesal? Kalian kenapa? Lagi berantem?" tanya Lika lagi.
"Lebih dari sekedar berantem Bu! Bang Jo itu jahat! Dia berani berselingkuh di hadapanku!" sengit Kezia.
"Apa?? Selingkuh?? Berani dia selingkuh dari mu Papa akan potong burungnya! Enak saja mempermainkan anak gadis orang!" dengus Ricky.
"Kau melihat Jo selingkuh di mana Nak? Sama siapa?" tanya Lika.
"Di apartemennya Bu, waktu aku ke sana, ternyata ada Mbak Ratna yang menginap di tempat Bang Jo!" jawab Kezia.
"Ratna? Siapa Ratna?" tanya Ricky.
"Ratna itu mantan pacarnya Bang Jo di Medan, Bang Jo juga tidak bilang padaku kalau mantannya itu datang!" sahut Kezia.
Tiba-tiba, Pak Jono security datang menghampiri mereka.
"Ada apa Jono?" tanya Ricky.
"Itu Pak, di depan ada tunangannya Non Kezia!" sahut Pak Jono.
"Suruh dia masuk!" titah Ricky.
"Baik Pak!" sahut Jono yang langsung beranjak keluar dari ruangan itu.
Kezia langsung berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya.
"Kalau Bang Jo cari aku bilang aku tidak ada! Aku tidak mau lihat mukanya lagi!" seru Kezia sambil naik ke atas menuju ke kamarnya.
Tak lama kemudian, Jonathan datang dan langsung duduk di depan Ricky dan Lika.
"Selamat siang Bu, Pa, Kezia sudah pulang kan?" tanya Jonathan.
"Jo, apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Lika lembut.
"Kezia marah Bu, karena ... adik saya dari Medan datang dan menginap di tempat saya!" jawab Jonathan.
"Adik? Kezia bilang mantan pacar!" cetus Ricky.
"Yah, memang mantan, tapi itu juga karena perjodohan orang tuanya, tapi saya cuma menganggap dia adik, Kezia salah paham!" jelas Jonathan.
"Kalian ini ... katanya mau cepat menikah, malah bertengkar!" sungut Ricky.
"Maafkan saya Pa, semalam itu saya sangat mengantuk, tidak sempat mengabarkan pada Kezia soal kedatangan Ratna, saya mengaku salah!" ungkap Jonathan.
"Walau bagaimana, tidak baik kau membiarkan ada perempuan lain selain istrimu yang menginap di tempatmu, kalian bisa melakukan apapun tanpa ada orang yang melihatnya bukan?" tanya Lika.
"Tapi sungguh Bu, saya tidak melakukan apapun, saya tidur di sofa, berpakaian lengkap, padahal biasanya saya cuma pakai sarung!" ucap Jonathan menunduk.
"Kau ini selalu membuat ulah, kemarin itu di kantor juniormu bermasalah, sekarang ada masalah baru lagi, kau ini menyusahkan saja!" cetus Ricky.
"Maafkan aku Pa ... Papa tau kan aku sayang sekali sama Kezia, ibu juga tau kan ... aku tidak tahan Kezia marah padaku, lebih baik aku jual rumah lagi dari pada di cuekin Kezia!" ucap Jonathan.
"Nak, Kezia ada di kamarnya, kau jelaskan dengan detil agar dia paham, biasanya perempuan memang selalu pakai perasaan, lain kali jangan ceroboh lagi!" kata Lika.
"Iya Bu, aku mohon ijin ke kamarnya ya!"
"Silahkan!" sahut Lika.
Jonathan lalu naik ke atas menuju ke kamar Kezia.
Perlahan Jonathan membuka pintu kamar yang tidak di kunci itu.
Kezia nampak berbaring memeluk guling sambil menangis.
Jonathan duduk di sisi pembaringan Kezia, dia menyentuh lembut bahu Kezia.
"Kezia sayang, ini Abang, maafin Abang ya!" ucap Jonathan. Kezia menepiskan tangan Jonathan.
"Keluar Bang! Suruh siapa datang kesini? Aku akan teriak biar Papa dan Ibu tau!" cetus Kezia.
"Justru mereka yang mengijinkan Abang ke kamar Kezia, ini kan calon kamar kita juga Zia, sekalian Bang Jo mempelajari kamar ini!" kata Jonathan.
"Sudah Bang Jo pulang saja, temani Mbak Ratna! Dia lebih membutuhkan Abang dari pada aku!" cetus Kezia.
"Siapa bilang Zia, Ratna sudah pergi dari tempat Abang, dia sudah dapat tempat kos baru, dia kabur dari Medan, karena mau di nikahkan dengan juragan tanah yang usianya sudah kepala lima, kalau Kezia jadi Ratna, apa yang akan Kezia lalukan?" tanya Jonathan.
"Kabur!" sahut Kezia.
"Nah, begitu juga Ratna, dia kabur ke Jakarta, sementara di Jakarta dia tidak punya teman atau kerabat, hanya Bang Jo yang dia kenal, jadi wajar tidak kalau Ratna datang mencari Abang?" tanya Jonathan lagi.
"Tapi kan kalian tidur bersama dalam satu apartemen? Kalian bisa saja melakukan apapun, apalagi Mbak Ratna masih cinta sama Abang!" sahut Kezia.
"Zia, Bang Jo hanya butuh Kezia percaya sama Abang, Ratna memang tidur di kamar Abang, tapi Bang Jo kan tidur di sofa!" kata Jonathan.
"Kalian ngapa-ngapain mana ada yang tau!" cetus Kezia.
"Bang Jo mau buktikan bagaimana lagi kalau Bang Jo tidak ngapa-ngapain?" Jonathan nampak frustasi.
"Kemarin itu kan Bang Jo selalu on juniornya, apalagi ada Mbak Ratna sepanjang malam!" tukas Kezia.
"Ya ampun Kezia, Bang Jo itu on kalau ada di dekat Kezia, kalau peluk atau cium Kezia, semalaman itu junior Abang malah tidur terus, sampe pagi tidak bangun-bangun, Kezia percaya dong sama Abang!" mohon Jonathan.
Kezia membalikan tubuhnya dan menatap wajah Jonathan, ada kesungguhan yang terpancar dari mata laki-laki itu.
"Bang Jo sungguh tidak melakukan apapun sama Mbak Ratna?" tanya Kezia.
"Sungguh, Tuhan yang jadi saksinya!" sahut Jonathan.
Kezia lalu duduk menghadap Jonathan.
"Bang, aku hanya butuh Bang Jo menjaga hati Abang untukku, banyak godaan sebelum kita menikah Bang, aku hampir ambil kuliah lagi ke Malaysia, karena aku takut Bang Jo berpaling dari aku!" Kezia mulai meneteskan air mata.
Jonathan lalu memeluk Kezia dan membenamkan kepala gadis itu ke dalam dada bidangnya.
"Jangan tinggalin Abang Zia, hati Bang Jo sudah milik Kezia sepenuhnya, tidak ada tempat lagi untuk yang lain, Ratna itu hanya adik Abang yang butuh belas kasihan, siapa lagi yang mau perduli padanya kalau bukan Abang, jadi jangan cemburu lagi ya sayang!" ucap Jonathan sambil mengecup kening Kezia.
"Iya Bang, habis ini kita ke Ratna ya Bang, aku mau jadi sahabat Mbak Ratna, biar aku juga bisa membantu setiap kesusahan Mbak Ratna!" ucap Kezia.
"Iya sayang, terimakasih ya sudah percaya sama Bang Jo, sudah ya peluknya, bahaya nih Zia, junior Abang on lagi!" kata Jonathan sambil mengurai pelukannya.
"Ih nyebelin, udah biarin saja on, bodo amat, dasar junior manja!" Kezia kembali memeluk Jonathan dengan erat.
****
Jangan lupa jempolnya guys ...