Heart's Owner

Heart's Owner
Kedatangan Binsar



Jonathan merebahkan tubuhnya di ranjangnya, tubuhnya sangat lelah setelah pulang dari kantor, apalagi seharian ini dia sibuk membuat sebuah proyek perumahan baru dan memberikan pengarahan pada semua staff merketing.


Ting ... Tong


Suara bell apartemen Jonathan berbunyi. Buru-buru dia bangkit dari tidurnya dan bergegas membukakan pintu.


"Hai Jo!! Luar biasa kau!!" Ternyata Binsar, sepupunya yang datang.


Binsar langsung memeluk Jonathan dan menepuk-nepuk bahunya.


"Masuk Bang!" ajak Jonathan.


Binsar lalu masuk ke dalam apartemen Jonathan, mulutnya tidak berhenti berdecak kagum melihat apartemen Jonathan.


"Mimpi apa kau Jo, merantau ke Jakarta, punya jabatan bagus, dan tinggal di apartemen mewah seperti ini!" seru Binsar antusias.


"Ah, kau bisa saja Bang! Dari mana lagi kalau bukan dari hasil kerjaku!" sahut Jonathan sambil mengambil beberapa minuman dingin dari dalam kulkasnya.


"Aku juga tidak menyangka kau bakal jadi mantu orang kaya Jo! Padahal kalau aku ingat, dulu kau itu dekil dan Kumal, tiap hari mandi di kali waktu di kampung!" ujar Binsar.


"Gimana kabar saudara di Medan Bang? Aku harap mereka semua baik-baik saja!" tanya Jonathan.


"Mereka semua sehat Jo, cuma si Ratna yang agak kurusan!" sahut Binsar.


"Kenapa Ratna Bang? Sakit?" tanya Jonathan.


"Sekarang ini dia jadi pendiam, sejak dia menolak di jodohkan dengan juragan kaya, dia tertekan karena Mamak dan Bapaknya selalu mendesak dia untuk cepat menikah, apalagi orang di sana bilang kalau umur di atas 23 tahun belum menikah, mereka akan bilang perawan tua, kasihan Ratna Jo!" ungkap Binsar.


"Kasihan sih Bang, tapi aku pun tidak bisa berbuat apa-apa!" kata Jonathan.


"Ngomong-ngomong apa maksud mu mengundangku ke Jakarta, apalagi kau juga mengirim tiket untukku?" tanya Binsar.


"Aku ingin melamar Kezia Bang, bertunangan dulu sih, kan Kezia juga masih belum lulus kuliah, nanti setelah Kezia lulus baru aku akan menikahinya!" jawab Jonathan.


"Wah! Kau melangkahi ku Jo, kapan si Kezia lulus kuliah?" tanya Binsar balik.


"Dua bulan lagi Bang!" sahut Jonathan.


"Alamak!! Berarti dua bulan lagi kau akan menikah?? Cepat sekali Jo, kau baru 25 tahun ini, aku saja yang sudah 28 tahun masih jomblo, pacarpun aku belum punya!" ungkap Binsar frustasi.


"Makanya, kau carilah tambatan hatimu Bang! Jangan terlalu banyak memilih!" kata Jonathan.


"Halah kau ini, sok menasehati ku! Mentang-mentang sudah ada calon, aku kan jadi iri, kenalin kek Jo cewek Jakarta yang tajir melintir macam Kezia itu!" seloroh Binsar.


"Iya Bang, kalau ada juga aku kenalin, Oya, Bang Binsar sudah makan belum? Aku pesan makanan online ya?" tanya Jonathan.


"Besok saja lah Jo, aku capek, tadi aku sudah makan sebelum ke apartemenmu!" tolak Binsar.


"Kalau begitu Bang Binsar mandi saja dulu, itu ada handuk kering dan pakaian di lemarimu pakai saja Bang, banyak kok!" kata Jonathan.


Dia langsung berdiri menujukan lemari bajunya pada Binsar. Binsar mengikuti di belakangnya.


"Gila kau Jo, bajumu banyak dan bagus-bagus, mahal lagi!" seru Binsar saat membuka lemari Jonathan.


"Itu semua Kezia yang pilihkan Bang, katanya baju lamaku jelek, makanya dia buang!" sahut Jonathan yang kembali mulai merebahkan tubuhnya.


"Ini pakaian dalam juga Kezia yang pilihkan Jo?" tanya Binsar lagi.


"Wah, bahagia bener kau Jo!" ujar Binsar.


Setelah memilih baju dan mengambil handuk, Binsar segera menuju ke kamar mandi.


Saat Jonathan hendak memejamkan matanya karena ngantuk, tiba-tiba ponselnya bergetar. Jonathan meraih ponsel yang ada di atas meja, ada gambar Kezia yang meneleponnya, Jonathan lalu mengusap layar yang ada di ponselnya itu.


"Halo Zia sayang, belum bobo?" tanya Jonathan.


"Belum Bang, besok jadi kan kita pilih gaun, dan jas buat pertunangan kita?" tanya Kezia balik.


"Jadi dong Zia, besok Abang jemput siangan ya, Bang Binsar baru datang dari Medan, ternyata dia datang lebih cepat dari perkiraan!" sahut Jonathan.


"Iya deh Bang, kalau untuk masalah undangan dan catering, ibu dan Papa yang urus, pokoknya kita tinggal terima beres!" kata Kezia.


"Siap sayang, nanti Bang Jo akan ganti uang Papa Kezia!" ujar Jonathan.


"Jangan Bang! Nanti Papa marah, Bang Jo belikan aku gaun yang bagus saja!" tukas Kezia.


"Iya, besok ya sayang, pokoknya Kezia pilih sesuka hati Kezia, Abang yang bayar!" kata Jonathan.


"Iya Bang, mudah-mudahan lancar ya Bang, 3 hari lagi lho acara pertunangan kita, Papa sudah boking tempatnya, Ibu sudah boking catering nya, undangan sudah di sebar lewat online, banyak orang-orang penting yang datang lho bang!" jelas Kezia.


"Waduh, Bang Jo jadi grogi nih Zia, malu Abang Zia, takut tidak sepadan sama Kezia!" ungkap Jonathan.


"Abang apaan sih? Sudah deh Bang, walau Bang Jo perantau yang datang dari Medan, tapi paling cakep di hati aku!" ucap Kezia.


"Ah, Kezia bisa saja menghibur Bang Jo!"


"Bang Jo bobo deh istirahat, aku juga capek mau istirahat!" pamit Kezia.


"Oke deh, good night cantik Abang!" ucap Jonathan lalu langsung mematikan layar ponselnya.


"Ehm! Mesra amat, jadi iri aku!" ujar Binsar yang tau-tau sudah berbaring di samping Jonathan.


"Ya gitu lah Bang, sejak ada Kezia di sisiku, hidupku jadi penuh warna!" ucap Jonathan.


"Jo, sepertinya aku akan cari kerja di Jakarta, lama-lama di kampung aku sumpek, tiap hari bergelut dengan orang-orang yang komplain masalah sawah, kebun, kapan aku majunya Jo!" tutur Binsar.


"Hmm ..."


"Belum lagi Om dan Tante Purba yang tiap hari nyinyirin aku soal pekerjaan, malah membandingkan dengan dirimu, walau mereka membencimu, tapi mereka masih berharap kau kembali bersama Ratna Jo!" lanjut Binsar.


Tidak ada sahutan dari Jonathan. Saat Binsar membalikan tubuhnya Jonathan sudah tertidur dengan nyenyaknya.


"Kurang asem kau Jo! Dari tadi kau tidak mendengarkan aku ya! Ya ampun Jo! Ternyata dari dulu kau tidak berubah juga, kenapa kau tidur hanya memakai sarung?? Itu ular mu nongol Jo, sadar tidak!! Astagaa!" seru Binsar kesal.


Namun Jonathan tetap lelap dalam tidurnya, tanpa mendengar seruan Binsar.


Akhirnya Binsar pun menyusul Jonathan terbang ke alam mimpi.


****


Jangan lupa dukungannya selalu guys ...


Terimakasih ...