
Setelah mencengkram baju Kezia, Mario lalu menghempaskan tubuh Kezia di tempat tidur, matanya menyiratkan hawa nafsu yang sulit untuk di kendalikan.
"Selama ini aku hanya bisa melihat fotomu yang di kirim oleh Papamu, ternyata kau lebih cantik dari pada di foto, jangan salahkan aku kalau aku menginginkanmu!" ujar Mario.
Laki-laki bertubuh atletis itu mulai membuka kemejanya sendiri, Kezia memalingkan wajahnya, berharap akan ada keajaiban yang terjadi di atas dirinya.
"Jangan sentuh aku ku mohon! Bukankah kau pria terhormat dan berpendidikan??" mohon Kezia sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Kau pikir pria terhormat dan berpendidikan tidak punya hasrat?? Waktuku tidak banyak Nona, lebih baik kau berikan saja tubuhmu itu padaku, toh nanti juga aku akan bertanggung jawab terhadapmu!" ujar Mario sambil melemparkan kemejanya ke sembarang arah.
Kezia makin gemetaran, keringat dingin mulai bercucuran di tubuhnya, rasa takut begitu menguasainya.
Perlahan Mario mendekat, dengan sekali tarikan dia berhasil membuka kemeja Kezia hingga kancing kemeja itu jatuh berhamburan.
Kezia langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Pergi kau bajingan!! Kau pasti akan menyesal!! Bang Joo tolong aku Bang!!?" teriak Kezia sekuat tenaga.
Mario tertawa terbahak-bahak.
"Kau ini lucu sekali Kezia, kamar ini sudah di lengkapi dengan pengedap suara, sampai lehermu putus tidak ada yang akan mendengarmu!" teriak Mario.
Dia mulai membuka selimut yang menutupi tubuh Kezia. Kezia menahan dengan sekuat tenaga agar selimut itu tetap menutupi tubuh nya yang mulai terlihat karena pakaian Kezia sudah robek.
Pada saat Mario hendak melucuti semua pakaian Kezia, tiba-tiba pintu kamar itu terbuka, dua orang security masuk dengan sebuah kunci cadangan, bersama dengan Jonathan.
Mario terkejut dan langsung berdiri dari posisinya.
Dua orang security itu langsung meringkus Mario.
"Lepaskan! Apa hak kalian mengganggu kesenanganku!!" teriak Mario.
Jonathan yang melihat kondisi Kezia langsung datang mendekatinya, dia membuka jaketnya dan langsung memakaikannya ke tubuh Kezia yang pakaiannya sudah robek dan terbuka lebar.
Kemudian Jonathan maju dan mendekati Mario.
"Ternyata selama ini aku salah telah menghormatimu Pak Mario! Di luar kau nampak hebat dengan segudang prestasi, tapi kelakuanmu bahkan lebih rendah dari binatang!" seru Jonathan.
Bughh!!
Jonathan langsung memukul wajah Mario, hingga pria itu jatuh tersungkur.
"Aku tidak rela kau memenangkan pertarungan ini Jo!!" sengit Mario.
"Pak Satpam, tolong bawa orang ini ke kantor polisi atas tuduhan pelecehan terhadap wanita!" ujar Jonathan.
Kedua security itu langsung membawa Mario turun ke bawah untuk memproses tindakan asusila Mario.
Setelah mereka pergi, Jonathan menghampiri Kezia yang masih menangis.
"Kau sudah aman Zia, dia tidak akan bisa mengganggumu lagi!" ucap Jonathan sambil membelai rambut Kezia.
Kezia langsung memeluk Jonathan.
"Bang! Aku takut! Aku sangat takut Bang!" isak Kezia.
"Jangan takut sayang, ada Bang Jo di sini, sekarang Abang akan antar Kezia pulang, sini Bang Jo gendong, Kezia pasti masih shock!" Jonathan lalu segera berjongkok.
Perlahan Kezia mengambil tasnya yang tergeletak di lantai dan kemudian memeluk punggung Jonathan, Jonathan langsung menggendong Kezia keluar dari kamar hotel itu.
Jonathan terus berjalan menyusuri koridor dan turun ke bawah dengan menggunakan lift, semua mata memandang ke arah mereka.
Kezia menyembunyikan wajahnya di leher Jonathan.
Setelah sampai di parkiran mobil, Jonathan mulai menurunkan Kezia di jok depan mobil di samping kemudi.
Kemudian Jonathan segera menyalakan mesin mobilnya dan langsung melajukan nya cepat meninggalkan hotel itu menuju ke rumah Kezia.
"Iya sayang, syukurlah Bang Jo datang tepat waktu, kalau tidak ... Bang Jo tidak akan bisa memaafkan diri Abang sendiri, karena gagal menjaga Kezia!" sahut Jonathan.
"Bang Jo tau dari mana kalau aku di perdaya oleh Mario?" tanya Kezia.
"Insting seorang kekasih, kan Kezia pencet tombol yang langsung ke ponsel Abang, pas Abang angkat, Abang dengar semua percakapan kalian di dalam kamar, lalu Bang Jo langsung cari security dan menunjukan kalau di dalam kamar itu ada kasus, makanya pihak hotel langsung kasih kunci cadangan, Bang Jo tidak akan pernah rela Kezia di sentuh oleh siapapun!" ucap Jonathan.
"Bang Jo hebat! Aku makin sayang sama Bang Jo, walaupun ... aku sudah terlanjur malu!" ujar Kezia sambil menunduk.
Kezia ingat saat Jonathan memakaikan dia jaket, sedikit banyak Jonathan sudah melihat sebagian tubuhnya yang terbuka, dan itu membuat Kezia merasa malu.
"Untuk apa kau malu di depan Abang? Abang bukan seperti Mario yang penuh dengan nafsu bejat, Bang Jo akan jaga kehormatan Kezia, sampai nanti Kezia menjadi istri Abang!" ucap Jonathan sambil mengecup jemari tangan Kezia.
Kezia menitikkan air matanya.
"Trimakasih Bang, Bang Jo memang cowok aku yang paling keren, mudah-mudahan Bang Jo cepat memenuhi syarat dari Papa ya Bang!" Kezia menyandarkan kepalanya di bahu Jonathan.
Hingga akhirnya mereka sampai di rumah Kezia.
Pak Jono langsung membukakan gerbang, Jonathan lalu masuk dan memarkirkan mobil Kezia. Mereka pun segera masuk kedalam rumah.
Lika, ibunya terlihat shock saat melihat Kezia dengan kondisi yang memptihatinkan.
Rambut Kezia yang acak-acakan, juga jaket yang menutupi pakaiannya yang terkoyak.
"Apa yang terjadi padamu Nak??" tanya Lika panik.
Kezia langsung menghambur di pelukan ibunya dan menangis.
Ricky yang mendengar suara tangisan Kezia, langsung berjalan mendekati mereka.
"Hei marketing!! Kau apakan anakku sampai seperti ini??" sengit Ricky.
"Aku hanya mengantarkan putrimu pulang dengan selamat Pak, tadi dia ..."
"Cukup! Kau sudah membuat putriku sedih dan menangis, lebih baik kau pergi saja dari rumahku!" sentak Ricky.
"Papa!! Harusnya Papa trimakasih sama Bang Jo! Kalau bukan karena Bang Jo, aku sudah hancur karena di perkosa oleh Mario, orang yang menurut Papa pantas jadi pendamping aku!!" teriak Kezia.
Ricky tertegun mendengar perkataan Kezia.
"Apa maksudmu??" tanya Ricky tak mengerti.
"Aku di jebak oleh Mario di sebuah hotel, dengan mengatasnamakan nama Papa, namun ternyata Mario punya niat busuk, dia marah karena tidak berhasil mendapatkan aku, juga punya dendam pribadi dengan Papa atas masa lalunya!" ungkap Kezia sambil menangis.
Ricky langsung memeluk Kezia dengan erat.
"Maafkan Papa Kezia, Papa benar-benar tidak menyangka Mario akan berbuat se nekad itu, Papa benar-benar menyesal, awas saja kau Mario, akan ku tutup semua sahammu di perusahaan ku!!" geram Ricky.
"Kalau begitu saya pamit Pak, yang penting sekarang Kezia sudah aman, saya masih mau lanjut prospek cari pembeli rumah, waktu saya tinggal tiga Minggu lagi Pak, selamat malam!" Jonathan segera membalikan tubuhnya dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
"Tunggu!!" panggil Ricky.
Jonathan menoleh dan menghentikan langkahnya.
"Trimakasih karena kau telah menjaga kehormatan putriku!" ucap Ricky, lalu dia memeluk Jonathan dan menepuk bahunya lembut.
"Wah, bahagianya bisa merasakan pelukan calon mertua!" ujar Jonathan senang.
"Jangan senang dulu marketing, tugas mu menjual 100 rumah belum selesai!" bisik Ricky.
****
Jangan lupa selalu di tunggu sawerannya guys ... hehehe 😉 bercanda Authornya ..