Heart's Owner

Heart's Owner
Pesta Pertunangan



Hari ini adalah hari pertunangan Kezia dan Jonathan. Rumah kediaman Kezia sudah di dekorasi sedemikian rupa, kini rumah besar itu sudah seperti istana kerajaan.


Hanya sebuah pesta pertunangan, namun sudah seperti resepsi pernikahan.


Banyak tamu yang berdatangan, rata-rata tamu itu adalah orang penting, kolega Pak Ricky dan para rekan bisnis beliau.


Semua staf dan karyawan serta teman-teman Jonathan di undang juga, bahkan Rosi dan Andri juga terlihat hadir di acara itu.


Aneka makanan lezat yang berlimpah tersaji dengan nuansa elegan. Lika memesan catering di sebuah restoran bintang lima.


Binsar tak henti-hentinya berdecak kagum dan menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat penampakan pesta pertunangan Jonathan, sepupunya itu.


"Luar biasa kau Jo! Kalau di kampung ini sudah jadi pesta pernikahan termewah sepanjang masa, padahal ini cuma Pesta pertunangan!" ujar Binsar yang duduk di samping Jonathan.


"Yah begitulah Bang, calon mertuaku itu memang kadang suka berlebihan, padahal aku hanya mengincar putrinya, bukan hartanya!" sahut Jonathan.


"Ya wajar saja Jo, calon mertuamu itu kan orang penting, bayangkan saja, developer terbesar se Asia, kau memang beruntung Jo!" tambah Binsar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Acara pertunangan Kezia dan Jonathan di liput di sebuah media televisi juga media sosial yang lain, dan ada beberapa wartawan yang juga ikut menghadiri acara tersebut.


Saat di adakan siaran langsung, banyak para netizen yang berkomentar, sehingga acara pertunangan mereka menjadi trending topik yang sedang hangat-hangatnya.


"Kezia, apa yang membuat kau jatuh cinta pada Jonathan?" tanya seorang pembawa acara.


Kezia nampak malu-malu, namun dia tetap harus menjawab pertanyaan sang pembawa acara yang terlihat sangat profesional itu.


"Ehm ... apa ya, Bang Jonathan itu polos, lugu, jujur dan apa adanya, dia juga sangat macho, penyayang, pelindung dan ... yang pastinya sangat menawan!" ungkap Kezia jujur.


Semua yang hadir di tempat itu bersorak sambil bertepuk tangan.


Jonathan tersenyum bahagia mendengar pengakuan dari Kezia.


"Hmm, calon menantunya siapa dulu!" ucap Ricky bangga di hadapan para koleganya.


"Sekarang Jonathan ... Apa yang membuatmu jatuh cinta pada Kezia?" tanya sang pembawa acara yang langsung mendekat ke arah Jonathan yang berdiri di samping Kezia.


"Kezia itu walaupun gadis kota, tapi dia baik hati dan tidak sombong, orangnya cantik, sifatnya sederhana walaupun dia punya segalanya, dan yang paling penting, yang membuat aku berulang kali jatuh cinta adalah dia tidak pernah melihat orang dari latar belakangnya, hatinya tulus mencintai aku!" ungkap Jonathan.


"Panjang amat Bang!!" cetus salah seorang tamu.


Lagi-lagi suara riuh gempita dan tepuk tangan menggema di tempat itu.


"Wah luar biasa, dengar-dengar nih, Bang Jonathan suaranya bagus, waktu itu sempat viral ya Bang, boleh dong kita dengar Bang Jo nyanyi lagi!" lanjut sang pembawa acara.


Semua orang antusias meminta Jonathan untuk menyanyi, Jonathan sampai salah tingkah melihat bagitu banyak ruang yang memintanya untuk kembali menyanyikan lagi.


"Ayo calon mantu!! Tunjukan kebolehan mu!" Teriak Ricky bersemangat.


Lika hanya senyum-senyum melihat tingkah suaminya itu.


Beni langsung menyodorkan gitar ke arah Jonathan. Mau tidak mau Jonathan harus bernyanyi sambil bermain gitar.


"Lagu yang akan aku nyanyikan ini adalah lagu lama, namun artinya sangat bagus dan menyentuh, judulnya adalah 'Dream About You', buat calon istri masa depanku!" ucap Jonathan sebelum mulai memainkan melodi gitarnya.


Semua orang terpana mendengar suara melodi gitar yang indah diiringi dengan suara merdu Jonathan.


****


"Pak!! Sini Paak! Lihat ini Paaak!!" teriak Tante Purba shock.


"Ada apa sih Mak?" tanya Om purba yang langsung datang dengan tergopoh-gopoh.


"Tuh lihat si Jo! Pantesan dia tinggalin anak kita si Ratna, dia tunangan dengan anak konglomerat!!" seru Tante purba sambil menunjuk televisi yang ada di hadapannya.


"Kurang ajar si Jo! Dia tidak menghargai kita sebagai kerabatnya! Dia tidak mengundang kita!! Sombong sekali!!" sengit Om Purba.


"Cih! Walaupun dia undang kita, tidak Sudi aku datang ke acaranya!! Anak itu benar-benar sudah jadi kacang lupa akan kulitnya!! Dia sakiti si Ratna, senang-senang dengan tunangannya!!" tambah Tante Purba dengan perasaan dongkol.


"Sudahlah Mak! Mungkin memang mereka berjodoh, lagi pula hutangnya Jo kan memang sudah lunas, kita mau nuntut apa lagi!??'' ujar Om Purba.


"Tapi tetap saja aku tidak ikhlas, enak saja dia membuat anak kita sakit hati, padahal dari dulu Ratna sudah mengharap-harap Jo, dasar cowok matre!!" sengit Tante Purba.


Tiba-tiba Ratna keluar dari kamarnya, dia langsung menghampiri kedua orang tuanya yang marah dan membicarakan Jonathan.


"Mak, Pak! Cukup! Jangan membicarakan Bang Jo lagi!! Dia sudah bahagia!! Stop menjelek-jelekan dia terus!!" seru Ratna.


Mata Ratna kelihatan sembab dan bengkak. Dia sudah melihat lebih dulu lewat akun media sosialnya tentang pertunangan Jonathan dan Kezia.


Hatinya begitu hancur dan perih, namun ada yang Ratna harus sadari, bahwa cinta tak selamanya harus memiliki.


Tante Purba langsung mendekati putrinya itu dan memeluknya dengan erat.


"Ratna, jangan sedih Nak, Mamak akan carikan Ratna jodoh yang kaya Raya, lebih dari pada si Jo yang tukang selingkuh itu!!" kata Tante Purba.


"Bang Jo bukan tukang selingkuh Mak! Dia memang tidak pernah mencintai aku! Di hatinya hanya ada Kezia!" tukas Ratna.


"Dulu sebelum kenal gadis kota itu, hubungan kalian baik-baik saja!" potong Tante Purba.


"Hubungan yang seperti apa? Dari dulu Bang Jo hanya menganggap aku sebagai adiknya, sebagai teman main! Tidak pernah sekalipun dia mengatakan cinta padaku, Kezia adalah cinta pertama Bang Jo Mak!" seru Ratna sambil kembali menangis.


Om Purba langsung mematikan televisi yang masih menayangkan siaran langsung pertunangan Jonathan.


"Sudahlah Mak! Jangan kau buat putrimu tambah sedih! Ratna, maafkan Bapak Nak!" kini Om Purba yang memeluk Ratna.


"Ratna, Mamak akan menjodohkan mu dengan Bang Jodi, juragan yang paling kaya di Medan, walaupun dia duda tapi sudah lama dia ingin melamarmu!" kata Tante Purba.


"Mak! Si Jodi itu sudah tua, umur sudah mau kepala lima, tega nian kau jodohkan dengan si Ratna!" protes Om Purba.


"Ssst! Diam kau Pak! Masa kita kalah sama si Jo! Dia saja bisa mendapatkan orang kaya!" cetus Tante Purba.


Tiba-tiba Ratna berlari dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


Brakk!!


Terdengar suara pintu yang di tutup dengan sangat keras.


****


Hai guys ....


Author selalu menanti dukungan kalian yang berharga itu...


Jangan lupa vote, like dan komen yaa...