Heart's Owner

Heart's Owner
Percayalah Aku, Sayang



Sore ini Jonathan mengajukan kuliah online di kampusnya, karena dia akan segera berangkat ke singapore beberapa hari lagi, untuk training dan study banding.


Kezia menunggu Jonathan di saung kampus, di depan sebuah kolam ikan, dia menunggu Jonathan karena mereka sudah janjian untuk bertemu.


Setelah Jonathan selesai mengajukan permohonan dan melengkapi administrasinya, dia dengan riang langsung menemui Kezia yang sedari tadi sudah menunggunya di saung kampus itu.


"Gimana ceritanya Bang, kok bisa Bang Jo di kirim ke Singapore? Padahal setahuku, tidak pernah ada Marketing yang dapat kesempatan seperti itu!" kata Kezia.


"Kezia kok tau, kalau belum pernah ada marketing yang di beri kesempatan untuk training ke Singapore?" tanya Jonathan.


"Ehm, aku cuma nebak aja kok Bang!" Sahut Kezia yang hampir keceplosan itu.


"Doain Abang ya Zia, supaya karir Abang di dunia properti secerah langit itu!" ucap Jonathan sambil memandang langit yang sore itu berawan biru.


"Iya Bang, Bang Jo berapa lama di sana?" tanya Kezia.


"Kata Mbak Rita sih satu bulan Zia, Bang Jo bakal kangen nih sama kezia!" kata Jonathan.


"Sebulan mah sebentar Bang, aku kira setahun!" sahut Kezia.


"Bagi Bang Jo sebulan itu seperti setahun lamanya, Kezia jangan bosen ya kalau Bang Jo telepon Kezia tiap hari!" ucap Jonathan.


"Iya Bang," sahut Kezia.


Kezia menyandarkan kepalanya di bahu Jonathan, ada perasaan hangat dan nyaman, ketika dia ada di dekat Jonathan.


"Tidak di sangka, ternyata Pak Ricky itu biar jutek baik juga ya, malah dia mendukung aku sama kamu!" kata jonathan.


"Hah?? Mendukung gimana Bang?" tanya Kezia terkejut.


"Katanya, aku harus giat bekerja, jadi marketing handal, kalau aku berhasil, dia akan angkat aku jadi direktur marketing, supaya pacar dan calon mertua aku bangga katanya!" ungkap jonathan.


"Dia tau tidak pacar Bang Jo siapa??" tanya Kezia lagi.


"Dia tidak tau, kalau pacarku itu kamu Zia! nanti deh aku baru kasih tau dia!" sahut Jonathan. Kezia menarik nafas lega.


"Bang Jo ..."


"Iya sayang ..."


"Dih, kok panggilnya gitu sih?" sungut Kezia.


"Tidak tau, spontan aja, Kezia senang tidak Bang Jo panggil sayang?" tanya Jonathan.


"Tau deh Bang, bingung aku!" sahut Kezia.


"Lho kok bingung? Kezia sebenarnya sayang tidak sih sama Bang Jo? Jangan-jangan selama ini Bang Jo bertepuk sebelah tangan lagi!" sungut Jonathan.


"Memangnya kita pacaran beneran Bang?" Kezia balik bertanya sambil menggaruk kepalanya.


"Alamak! Abang sudah serahkan seluruh hati Abang, bahkan tidak ada sisa untuk yang lain, Kezia masih tidak percaya??" seru Jonathan.


"Maaf Bang, bukan begitu, aku cuma lagi sedih saja!" kata Kezia.


"Sedih kenapa Zia?" Jonathan mulai membelai rambut Kezia yang masih bersandar di bahunya.


Kezia lalu mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam tasnya, lalu menunjukan sesuatu.


"Abang jadi viral di media sosial, gara-gara Bang Jo nyanyi pas acara waktu itu, lihat deh komennya, banyak yang nge fans sama Bang Jo lho!" kata Kezia.


Jonathan tertawa sambil mencubit gemas pipi Kezia.


"Ooh, Bang Jo ngerti sekarang, Kezia cemburu nih ceritanya, ngaku aja deh, Bang Jo seneng kalau Kezia cemburu, itu namanya cinta!" ucap Jonathan sambil memeluk Kezia.


"Nanti kalau ada yang lebih cantik dari aku, Bang Jo ... aku takut kayak Mbak Ratna, harapannya sirna saat Bang Jo berpaling padaku!" gumam Kezia di pelukan Jonathan.


"Jadi Kezia meragukan Bang Jo? Ya ampun Zia, memangnya Bang Jo mu ini play boy apa? Bang Jo tuh sayang banget sama Kezia, kalau Ratna kan kasusnya lain sayang!" Jonathan kembali membelai lembut rambut Kezia.


"Takut kehilangan Bang Jo aku!" gumam Kezia sambil menyembunyikan wajahnya di dada Jonathan.


"Iya deh Bang!" sahut Kezia.


Mereka lalu berjalan bergandengan tangan menuju ke parkiran, hari ini Kezia tidak membawa mobilnya, jadi kembali dia naik motor Jonathan.


Beberapa orang mahasiswi datang mendekati mereka.


"Eh, ini yang waktu itu ada di video itu kan? Sekarang lagi jadi trending topik lho Mas, boleh kenalan tidak?" tanya seorang mahasiswi cantik yang mengenakan pakaian agak seksi.


"Maaf, saya buru-buru!" sahut Jonathan.


"Mas siapa namanya? kuliah disini juga ya mas? Jurusan apa?" tanya cewek yang lain lagi. Kezia mulai risih.


"Mas ganteng banget, boleh minta foto bareng tidak?" tanya yang lain lagi.


"Maaf semua ya, saya mau jalan sama pacar saya ini, jadi saya mohon jangan ganggu saya oke, dan saya juga bukan penyanyi, saya ini marketing!!" cetus Jonathan yang langsung mengenakan helmnya.


"Yah, dia sudah punya pacar!!" sungut salah satu cewek yang sedari tadi berdiri di dekat Jonathan.


Tiba-tiba ada salah satu dari mahasiswi itu yang maju mendekati Jonathan.


"Mas, aku mau deh di jadikan selingkuhan mu, aku tuh sudah jatuh hati banget saat mendengar suara merdu mu mas!" ujar mahasiswi yang berambut panjang itu.


Tanpa banyak bicara lagi, Jonathan langsung menyalakan mesin motornya, menarik tangan Kezia untuk naik di belakangnya, lalu melajukan motornya meninggalkan kerumunan itu.


"Tuh kan Bang! Baru juga aku bilang tadi, kamu bakal jadi incaran cewek-cewek Bang!" seru Kezia.


"Biarin! Yang penting hati Abang kan cuma punya Kezia!" sahut Jonathan.


"Tapi aku tetap risih Bang, mana ada yang rela pacarnya di goda cewek lain!" tukas Kezia.


"Asyik...Kezia sudah anggap Bang Jo pacarnya! Senangnya ada yang tidak rela pacarnya di goda cewek lain!" ujar Jonathan senang.


Mereka berhenti di Joy Cafe, sebuah cafe yang fenomenal karena dulu sebelum berganti nama, cafe ini juga sempat viral dengan nama Flower cafe, yang khusus di desain untuk pasangan muda dengan desain yang romantis.


"Kita makan dulu di cafe ini yuk!" ajak Jonathan.


"Iya Bang, aku juga sudah lapar!" sahut Kezia.


Mereka kemudian langsung duduk di tempat yang strategis di depan sebuah kolam ikan besar.


"Kezia mau makan apa? Bang Jo yang traktir ya!" tanya Jonathan.


"Memangnya Bang Jo ada uang? Bukannya uangnya sudah untuk bayar hutang?" tanya Kezia balik.


"Aku sudah mencicil hutangku lewat Ratna, ini adalah uang bonus yang lain, karena Bang Jo mu ini rajin prospek Kezia!" jawab Jonathan.


"Ooo, lalu kapan Bang Jo berangkat ke Singapore?" tanya Kezia lagi.


"Nanti tunggu paspor Bang Jo jadi, sementara lagi di urus sama Mbak Rita!" jawab Jonathan.


Tiba-tiba mata Kezia melotot saat melihat sepasang pria dan wanita yang sedang makan di sudut cafe, ternyata Papanya dan Ibunya sedang menikmati dinner romantis di cafe ini juga.


Bersambung ...


*****


Hai para Readers yang Budiman...


Yang Like dan Vote, juga komen...


Author doakan semoga banyak rejekinya dan sehat selalu ...


Berbagi itu indah ...


Seperti Author berbagi cerita untuk kalian semua... para Readers kesayangan ...