Heart's Owner

Heart's Owner
Pindah Rumah



Hari ini adalah hari libur, Jonathan yang sejak semalam mengemas barang-barangnya mulai menurunkannya satu persatu ke bawah, sementara Kezia menunggu di mobil.


Hari ini mereka akan pindah ke rumah yang baru, rumah yang di pilihkan Ricky untuk mereka.


Semua barang-barang besar di apartemen di tinggalkan, Jonathan hanya membawa dua koper besar berisi pakaian Kezia dan pakaian dirinya.


Mereka pindah tanpa membawa apa-apa, karena di rumah yang baru, Jonathan sudah mencicil perabot sehingga kini rumah itu sudah lengkap dengan segala isinya.


Jonathan menghempaskan tubuhnya yang lelah di jok belakang kemudi, Kezia mengusap wajah Jonathan yang berkeringat dengan sapu tangannya.


"Istirahat dulu Bang, kau kerja sendirian beres-beres, aku mau membantu saja tidak boleh!" kata Kezia.


"Kasihan nanti dedeknya capek, Kezia kan tidak boleh capek!" sahut Jonathan sambil mengelus perut Kezia. Ada rasa hangat di dalam hati Kezia. Suaminya itu begitu sayang dan perhatian padanya.


"Tapi aku juga tidak mau Papinya dedek capek!" cetus Kezia.


"Iya iya, ijinkan sudah selesai, kita jalan yuk, Kezia pasti pegal dari tadi menunggu Abang!" Jonathan langsung mengemudikan mobilnya menuju ke rumah baru yang letaknya tidak jauh dari kantor.


Rumah itu berada di komplek perumahan premium, tidak sebesar rumah Ricky, namun nampak asri dan elegan. Persis seperti rumah impian Kezia.


Jonathan memarkirkan mobilnya di garasi rumah itu.


Kemudian dia segera menurunkan dua koper besar. Lalu mereka mulai masuk ke dalam rumah itu, semua furniture sudah komplit, sofa di tuang tamu, TV besar, meja makan, kulkas dan barang-barang lainnya sudah tersedia, mereka tinggal menempatinya saja.


"Semua barang-barang ini Bang Jo yang beli?" tanya Kezia.


"Iya sayang, kan rumah ini masih baru, masih kosong belum ada isinya, jadi Bang Jo penuhi dulu isinya sebelum kita pindah, bagaimana? Kezia suka kan?" tanya Jonathan balik.


"Suka Bang, trimakasih ya, anak kita pasti senang dan betah di sini!" sahut Kezia dengan mata yang berbinar.


"Iya Zia, nanti tiap siang Bang Jo akan makan di sini, Kezia masakin Bang Jo tiap hari ya!" kata Jonathan sambil mengelus kepala Kezia.


"Tapi masakanku kan tidak enak Bang!" ujar Kezia pelan. Dia tiba-tiba teringat akan masakannya yang rasanya tak karuan saat mengantar makan siang Jonathan.


"Enak kok, cuma nanti masaknya sambil lihat tutorial ya sayang, supaya lebih enak lagi masakannya!" hibur Jonathan.


Mereka mulai menjelajah rumah itu, mulai dari kamar, sampai di lantai atas.


"Ini jemurannya di atas ya Bang?" tanya Kezia.


"Iya Zia, nanti tiap pagi sebelum ke kantor Bang Jo yang akan cuci baju dan menjemurnya, jadi Kezia tidak perlu ke lantai atas, Bang Jo takut Kezia jatuh terpeleset, pokoknya cucian urusan Bang Jo deh!" kata Jonathan.


"Apa kita tidak sewa asisten rumah tangga saja Bang? Masa Abang yang cari nafkah, juga mengerjakan tugas rumah,aku tidak rela kapau Bang Jo mengerjakan semua!" ungkap Kezia.


"Kalau Kezia mau pakai asisten boleh saja, tapi kalau Bang Jo yang mengerjakan semua juga tidak masalah, bang Jo ikhlas karena Bang Jo cinta sama Kezia!" ucap Jonathan.


Perlahan Jonathan mendekat dan mengecup lembut bibir Kezia.


Ciuman itu semakin lama semakin dalam dan panas, Jonathan yang sudah tegang maksimal langsung membaringkan Kezia di ranjang yang ada di kamar mereka.


"Abang cinta sama Kezia, cinta selamanya sampai menutup mata!" bisik Jonathan dengan nafas yang memburu.


"Aku juga Bang, cinta dan sayang banget sama Abang, suamiku satu-satunya yang paling tampan dan perkasa!" ucap Kezia.


Ting ... Tong


Tiba-tiba terdengar suara bel yang berbunyi dari arah pintu depan, saat Jonathan baru saja menyemburkan benih cintanya.


Mereka panik dan buru-buru mengenakan pakaian. Kemudian langsung bergegas ke arah depan rumah baru mereka.


"Selamat siang, apakah kalian warga baru di sini? Perkenalkan saya Pak Rudi ketua RT di sini!" Kata Pak RT sambil mengulurkan tangannya.


"Oh, saya Jonathan, dan ini istri saya Kezia!" sahut Jonathan memperkenalkan diri.


"Tadi pas saya lewat, pintu rumah kalian terbuka lebar, hati-hati Pak, di daerah sini masih banyak kasus pencurian, apalagi barang-barang kalian bagus dan masih baru!" ujar Pak RT mengingatkan.


"Iya Pak trimakasih, tadi kami lupa menutup pintu, lain kali kami tidak akan ceroboh lagi!" sahut Jonathan menyesal.


"Tadi saya hampir masuk untuk mengecek ada orang atau tidak, untung kalian cepat keluar!" kata Pak RT.


"Wah, syukur lah tadi Pak RT tidak masuk, kalau tidak ..." Kezia langsung mencubit keras Jonathan. Pak RT hanya menatap mereka bingung.


"Baiklah kalau begitu Pak Jonathan, saya permisi, jangan lupa nanti KK dan KTP kalian di serahkan ke saya untuk administrasi, Ibu Kezia juga boleh ikut arisan ibu-ibu di komplek ini untuk kegiatan sosialnya!" kata Pak RT.


"Iya Pak, nanti saya pasti akan kenalan sama ibu-ibu di komplek ini!" jawab Kezia.


"Pak Jonathan juga bisa bergabung untuk perkumpulan Bapak-bapak, baiklah, saya permisi dulu, selamat siang!" ucap pak RT sebelum meninggalkan rumah Jonathan.


"Zia, tadi kau cubit Abang keras sekali, pasti biru-biru ini!" ujar Jonathan sambil memegangi pinggangnya.


"Habisnya Bang Jo kebiasaan deh, suka keceplosan, jangan terlalu jujur Bang, malu tau!" cetus Kezia.


"Iya sayang, maafin Abang ya, Kezia istirahat dulu sekarang, Bang Jo mau beresin baju-baju ke lemari, nanti kita teruskan lagi ya yang tadi!" ucap Jonathan.


"Yang tadi mana Bang?" tanya Kezia.


"Yang tadi, sayang-sayangan sama Kezia!" jawab Jonathan.


"Lho, kan Bang Jo sudah keluar Bang, masih kurang??" tanya Kezia melotot.


"Yah kan cuma sekali Zia, untuk Bang Jo mah kurang dong!" sahut Jonathan sambil kembali memeluk Kezia.


"Hmm, capek deh!" Kezia menepuk jidatnya sendiri menghadapi keinginan suaminya yang super jantan itu.


****