Heart's Owner

Heart's Owner
Menjaga Istri



Setelah sampai di apartemennya, Jonathan lalu menggendong Kezia naik ke atas.


Setelah sampai dia langsung membaringkan Kezia di tempat tidurnya, wajah Kezia terlihat pucat.


"Sayang, Bang Jo buatkan susu jahe hangat ya, supaya enakan perutnya!" ucap Jonathan sambil mengelus perut Kezia.


"Bang Jo mandi saja, habis itu temani aku di sini, aku mau di peluk sama Bang Jo!" ujar Kezia manja.


"Iya Zia, tapi kan perut Kezia sedang kosong, Bang Jo buatkan ya sayang, ayo dong nurut sama suami biar makin di sayang!" ucap Jonathan sambil mengecup kening Kezia. Akhirnya Kezia menganggukan kepalanya.


Jonathan dengan sigap langsung menuju ke dapur, membuatkan minuman hangat untuk Kezia. Setelah selesai dia langsung kembali mendekati Kezia, membantu Kezia untuk meminumnya.


"Gimana sekarang? Masih mual tidak?" tanya Jonathan.


"Sudah enakan Bang, trimakasih ya, sekarang aku mau peluk Bang Jo!" jawab Kezia.


"Nanti pas mau bobo saja peluknya sayang, sekarang Kezia buka bajunya, Bang Jo mau kerokin Kezia dan pijitin punggung Kezia pakai minyak kayu putih, biar enak Bobonya nanti!" kata Jonathan.


Kezia langsung membuka bajunya di bantu Jonathan, Jonathan langsung mengeroki punggung Kezia, dengan perlahan dan lembut.


"Bener Zia kamu masuk angin, tuh pada merah-merah di kerokin, nih habis ini Bang Jo pijitin ya!" Kata Jonathan.


Setelah selesai mengeroki Kezia, Jonathan langsung memijiti punggung dan leher Kezia, ada rasa nyaman yang Kezia rasakan.


"Sudah cukup Bang, sudah enakan sekarang habis di pijat sama Bang Jo, Bang Jo pintar banget pijatnya!" puji Kezia.


"Iya dong sayang, walau Bang Jo tidak bisa memijat, demi istri tercinta harus bisa, sekarang Kezia mau makan apa? Biar Bang Jo pesan lewat online, tadi kan Kezia muntah banyak sekali!" tanya Jonathan.


"Aku mau makan bubur ayam hangat Bang, tapi kalau lewat online biasanya kurang hangat!" jawab Kezia.


"Kalau begitu Bang Jo belikan saja di bawah ya sayang, ada tuh di depan apartemen bubur ayam enak, Kezia pasti suka!" tawar Jonathan.


"Tapi aku tidak mau di tinggal Abang, tidak tau nih kenapa bawaannya pengen peluk Bang Jo terus ya?" rajuk Kezia sambil memeluk Jonathan.


"Aduh Zia, bagaimana Bang Jo bisa keluar beli makanan kalau Kezia pelukin begini, sabar sayang, nanti kan bisa sepuasnya, sekarang Kezia kan harus makan dulu!" ucap Jonathan sambil membelai rambut Kezia yang masih memeluk sambil menyandarkan kepalanya di dada Jonathan.


"Hmm, ya sudah deh, tapi jangan lama-lama lho Bang! Janji!" cetus Kezia yang kemudian langsung melepaskan pelukannya.


"Iya sayang, Bang Jo tidak akan lama, kalau perlu Bang Jo lari ke bawah, Kezia istirahat dulu ya sayang!" ujar Jonathan yang langsung menyambar jaketnya lalu mengecup pipi Kezia, kemudian segera keluar dari apartemennya.


Jonathan dengan vepat turun ke bawah dengan menggunakan lift, lalu dia segera keluar dari gedung itu dan berjalan ke arah pinggir jalan raya, menuju ke tempat penjual bubur ayam.


Setelah membeli dua porsi bubur ayam, Jonathan mampir ke minimarket terdekat membeli obat masuk angin untuk Kezia, lalu dia segera kembali naik ke atas menuju ke kamarnya.


Saat membuka pintu, Jonathan tertegun melihat Kezia yang nampak sudah tertidur, namun dia tersenyum karena Kezia mematuhinya untuk istirahat.


Jonathan langsung ke dapur, menuangkan bubur ayam Kezia di mangkok, sementara Buburnya sendiri dia taruh di meja, berniat akan memakannya nanti setelah Kezia.


"Sayang, ini buburnya, bangun dulu yuk sebentar, Bang Jo suapin ya!" kata Jonathan sambil mengelus pipi Kezia supaya bangun.


Kezia mulai mengerjapkan matanya.


"Bang, kok lama, aku sampai ketiduran!" kata Kezia.


"Sebentar kok, tadi Abang beli obat masuk angin buat Kezia, jadi nanti kalau mual lagi atau muntah sudah ada obatnya!" ujar Jonathan.


"Iya Bang, nanti bobo pelukin aku ya!" ucap Kezia manja.


"Bang Jo tidak makan?" tanya Kezia.


"Nanti kalau sudah selesai, yang penting Kezia dulu yang makan, sehat dulu istri Abang, dua hari lagi Bang Jo masuk kantor lho!" ujar Jonathan yang terus menyuapi Kezia.


"Dua hari lagi ya Bang, tidak terasa ya kita sudah sebulan lebih cuti menikah, akhirnya Bang Jo masuk kantor juga, aku ikut ya Bang!" kata Kezia.


"Iya Zia, makanya Kezia sehat dulu, nanyi Bang Jo ajak ke kantor, asal Kezia jangan bosan saja nungguin Bang Jo kerja, Bang Jo mau belajar banyak dari Papa, mungkin Bang Jo akan sibuk!" ucap Jonathan.


"Iya Bang, paling besok juga sudah sembuh, biasa kalau masuk angin cuma sehari beres!" kata Kezia.


Setelah Jonathan selesai menyuapi Kezia, Jonathan lalu dengan cepat menghabiskan makanannya di meja makan, takut kalau Kezia akan menunggu lama.


Setelah selesai makan, Jonathan langsung berbaring di sebelah Kezia.


"Gimana Zia, sudah enakan kan badannya?" tanya Jonathan.


"Iya Bang, sudah enakan, aku ngantuk Bang mau bobo!" sahut Kezia.


"Iya bobo sini di pelukan Abang, Abang akan jaga Kezia sampai bobo sampai mimpi, apa sih yang tidak bang Jo lakukan buat istri tersayang ini!" ucap Jonathan sambil mulai memeluk Kezia.


Kezia nampak nyaman dalam pelukan Jonathan, hingga akhirnya dia kembali tertidur.


Drrrt ... Drrrt ... Drrrt


Suara ponsel Jonathan yang bergetar, Jonathan meraih ponselnya yang ada di sisi tempat tidurnya, dia mulai mengusap layar ponselnya itu dengan posisi masih memeluk Kezia.


"Halo!"


"Halo Jo, ini Binsar, bagaimana kabarmu? Sehat?" tanya Binsar yang ternyata telepon.


"Eh Bang Binsar, kabar Baik bang, ini Kezia kebetulan lagi kurang sehat, manja banget Bang, tidur saja minta peluk, pokoknya tidak mau lepas jauh dia!" ungkap Jonathan.


"Hahahah kau ini lucu Jo, harusnya kau senang dong di manjain istri, itu tandanya dia sayang padamu Jo, mungkin kau sudah servis memuaskan buat dia, makanya dia jadi takluk padamu!" goda Binsar.


"Ah kau bisa saja Bang, ini aku sudah hampir satu Minggu puasa Bang, tidak di kasih jatah sama Kezia, gara-gara dia ngambek karena waktu Neneknya kritis aku memaksa dia berhubungan, duh rasanya gimana gitu puasa satu Minggu, untung sudah mau selesai!" jelas Jonathan.


"Kau ini Jo buat aku iri saja! Aku malah kesepian karena hubungan jarak jauh sama Erin, rasanya aku ingin cepat-cepat melamar dia Jo, tapi uangku belum banyak terkumpul!" ungkap Binsar.


"Bang Binsar, kalau Abang berkenan, aku akan pinjamkan yang untuk Abang bisa melamar Erin, aku ikhlas Bang, mumpung lagi ada!" tawar Jonathan.


"Kau serius Jo?" tanya Binsar tak percaya.


"Serius lah Bang, aku kan juga ingin sepupuku bahagia, pokoknya Bang Binsar sebutkan saja nominalnya berapa, nanti aku tansfer, soal pengembalian tidak usah di pikirkan Bang, yang penting Bang Binsar bisa cepat melamar Erin!" jawab Jonathan.


"Terimakasih Jo, syukurlah akhirnya aku dapat jalan keluar, ya sudah, kau temani istrimu dulu Jo, aku akan beritahu ini pada Ayah, supaya dia juga lega!" kata Binsar senang.


"Oke Bang, sukses ya!" sahut Jonathan.


****


Hai guys ... jangan lupa dukungannya dong, like Vote dan komen ya ...


Terimakasih ... 🙏😘