Heart's Owner

Heart's Owner
Cinta Jonathan



Sejak melihat sikap Papanya terhadap Jonathan, Kezia jadi lebih sering mengurung diri di kamar.


Apalagi kini sudah beberapa hari Kezia tidak bertemu dengan Jonathan.


Karena Ricky ternyata sudah mengganti nomor ponsel Kezia, agar mereka tidak saling berhubungan.


Malam itu begitu gelap, karena mendung sudah menggantung sedari tadi, sesekali kilat datang menyilaukan mata, di tambah suara petir yang menggelegar, tanda akan datangnya hujan.


"Belakangan ini kok Ibu jarang lihat kamu makan di meja makan Zia?" tanya Ibunya sambil menaruh minuman hangat dan kue di atas meja kamar Kezia.


"Aku malas ketemu Papa Bu, Papa itu juteknya sudah keterlaluan! Masa nomor ponselku saja di ganti, keterlaluan!!" sungut Kezia.


"Kamu yang sabar Zia, dulu juga ibu sering di jutekin sama Papa, apalagi waktu belum kenal, tapi kalau sudah kenal, Papa itu sayangnya minta ampun, nanti dia juga luluh sama Jo!" kata Lika sambil membelai rambut Kezia.


"Kalau menurut Ibu, Bang Jo itu gimana?' tanya Kezia.


"Hmm, gimana ya, ganteng sih, lucu, polos, dan berani!" sahut Lika.


"Ibu setuju kan kalau aku sama Bang Jo?" tanya Kezia lagi.


"Kalau ibu sih setuju saja, asal dia tulus sama kamu, tapi kelihatannya Jo itu bukan tipe orang yang pantang menyerah, ibu suka sama karakternya!" jawab Lika.


Kezia memeluk ibunya itu dengan erat.


"Trimakasih Bu, andai Papa bisa seperti ibu!" ujar Kezia.


"Yang sabar sayang, Papamu itu hanya sedang mencari pendamping yang terbaik untukmu!" ujar Lika memberikan penghiburan.


Ceklek!


Pintu kamar Kezia di buka dari luar, Given adik Kezia sudah berdiri di depan pintu.


"Bu, kakak Nando sudah datang!" kata Given.


Kezia langsung bangkit dari tidurnya.


"Wah! Dia datang lebih cepat dari perkiraan! Ayo Bu kita keluar!" seru Kezia antusias.


Merekapun segera keluar dari kamar Kezia.


Di ruang keluarga, Nando, adik Kezia yang berusia sekitar 20 tahunan sedang duduk sambil mengobrol dengan Ricky, mereka saling melepas rindu, sudah lama tidak berjumpa, karena Nando akan datang sekali dalam setahun.


Melihat kedatangan Lika dan Kezia, Nando langsung berdiri dan memeluk Lika.


"Ibu! Aku kangen Bu!" ucap Nando sambil memeluk ibunya.


"Ibu juga kangen sayang, kau sudah tambah besar sekarang, tinggi, tampan lagi!" ujar Lika sambil menangkup wajah Nando.


"Aku kangen di ajari Ibu seperti dulu!" sahut Nando.


"Nando mau di ajari apa? Bahkan sekarang kau lebih pintar dari ibu!" kata Lika sambil mengelus pipi Nando yang kini di tumbuhi jambang tipis.


"Akhir nya kau datang juga Do, gitu dong buat kakaknya senang! Lagi pula di rumah ini kan semua orang menyayangimu!" ujar Kezia.


"Iya Kak, aku juga datang sekalian mau bantu kakak yang katanya lagi dalam kesulitan!" kata Nando sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ada rencana apa kalian?" tanya Ricky kepo.


"Ada deh!" sahut Kezia.


Tiba-tiba, Jono, security yang menjaga rumah Ricky datang ke ruang keluarga itu.


"Selamat malam, di luar ada laki-laki yang kemarin datang, yang katanya pacar Non Kezia, sekarang masih di luar gerbang!" lapor Jono.


Ricky langsung berdiri dan melotot.


"Suruh dia pulang sekarang juga, dan jangan biarkan dia masuk!" titah Ricky.


"Baik Pak!" Jono segera kembali membalikkan tubuhnya.


"Papa jahat!! Kenapa Papa usir Bang Jo lagi??" tanya Kezia berang.


"Untuk apa dia kemari?? Mau mencoba melamar mu lagi?? Dari pada aku naik pitam, lebih baik dia pulang saja!" cetus Ricky.


Sementara di luar gerbang, Jonathan masih berdiri menunggu, dia datang ke rumah Kezia karena Kezia sudah beberapa hari ini tidak bisa di hubungi, akhirnya Jonathan nekad mendatangi rumah Ricky.


"Maaf Mas, Pak Ricky bilang Masnya pulang saja ke rumah! Dia tidak mengijinkan Masnya masuk!" kata Jono yang berjalan mendekati Jonathan.


"Tapi sudah mau hujan lho Mas, lebih baik pulang saja!" sergah Jono.


"Saya berdiri di sini kan tidak merepotkan bapak! Lebih baik bapak kembali ke pos jaga! Saya tetap mau tunggu di sini!" ujar Jonathan.


Akhirnya Jono kembali ke tempatnya.


Tak lama kemudian hujanpun turun, Jonathan tetap berdiri kehujanan di depan gerbang itu.


Kezia yang melihatnya dari balkon kamarnya merasa sedih, air matanya mengalir melihat kekasih hatinya tetap berdiri menunggunya di tengah hujan lebat.


"Bang Jo pulang saja!!" teriak Kezia dari atas. Jonathan menoleh.


"Tidak Zia!! Bang Jo tidak akan pulang!!" sahut Jonathan. Hati Kezia kembali perih.


Lalu dia keluar dari kamarnya.


Papa, Ibu dan adik-adiknya sedang menikmati makan malam bersama.


"Papa!! Di depan gerbang Bang Jo kehujanan!! Kenapa Papa tidak kasihan sama sekali!! Papa jahat!!" teriak Kezia.


"Apa Zia? Jo masih belum pulang?? Ibu pikir dia sudah pergi karena di usir Papa!" sahut Lika kaget. Lalu dia menengok dari atas.


"Biarkan saja dia! Suruh siapa di usir tak mau pulang, salah sendiri!" cetus Ricky.


Kezia langsung mengambil payung besar, namun Ricky mencegahnya.


"Kezia!! Masuk kedalam kamarmu!! Kau tak usah memperlakukannya seperti itu!" hardik Ricky.


Sambil menangis, Kezia kembali masuk ke dalam kamarnya.


"Papa kenapa jadi berubah arogan begini?" tanya Nando.


"Gara-gara laki-laki di luar itu, yang telah mencuri hati kakakmu!" sahut Ricky.


"Tapi apa salahnya kalau dia mencintai kakak Pa?" tanya Nando lagi.


"Salah karena dia cuma marketing yang belum punya masa depan, mau di kasih makan apa kakakmu nanti!?" jawab Ricky.


"Tapi orang kan bisa berubah Pa! Dulu juga Papa tidak langsung kaya kan!??" sergah Nando.


Lika dengan tergopoh-gopoh menghampiri mereka.


"Pa, kasihan anak itu, dia bisa sakit kalau di guyur hujan sederas itu! Apa papa tidak kasihan padanya??" tanya Lika.


"Tidak! Salah sendiri dia tidak mau pulang!" sahut Ricky.


Lika dan Nando hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap Ricky yang keras.


"Kezia juga menangis terus di kamarnya, Papa jangan keterlaluan deh sama anak!" seru Lika yang mulai tak sabar dengan sikap suaminya itu.


"Bodo amat!" ujar Ricky yang langsung masuk ke dalam kamarnya.


Lika buru-buru mengambil payung dan bergegas turun, Nando mengikuti di belakangnya, kemudian mereka berjalan menuju gerbang, lalu mulai mendekati Jonathan yang masih berdiri di luar dan mulai menggigil itu.


"Ayo Nak masuk, kau sudah seperti itu, masuklah Jo, Kezia menunggumu!" ucap Lika.


Akhirnya Jonathan masuk ke dalam rumah besar itu, tubuhnya sudah kebiruan menahan dinginnya air hujan yang menerpanya.


Melihat Jonathan yang sudah masuk, Kezia langsung keluar kamarnya dan berlari menuruni tangga, lalu langsung memeluk Jonathan.


"Bang Jo! Kenapa sih keras kepala sekali, aku bilang pulang saja kau tidak mau mendengarkan aku!" ucap Kezia sambil menangis.


"Karena, Bang Jo mau buktikan ke Papa Kezia, Bang Jo serius cinta sama Kezia!" sahut Jonathan lirih. Dan tak berapa lama kemudian Jonathan pun jatuh pingsan.


****


Hi Guys ...


Selalu di tunggu ya vote, like dan komennya ....


Dukungan kalian semangat buat Author ...


Trimakasih ...