Heart's Owner

Heart's Owner
Cincin



Setelah satu bulan Jonathan training di Singapore, hari ini dia pulang ke Jakarta.


Di bandara, Kezia menunggu sudah hampir setengah jam.


Tak lama kemudian, Jonathan muncul dari pintu arah kedatangan, sambil melambaikan tangannya.


"Kezia!!" panggil Jonathan.


Kezia menoleh dan langsung berlari dan memeluk Jonathan.


"Bang Jo! Kangen aku Bang!" seru Kezia sambil memeluk dan membenamkan kepalanya di dada Jonathan.


"Sama Zia, Bang Jo juga kangen banget!" Jonathan memeluk erat Kezia.


Setelah saling melepas rindu, merekapun berjalan meninggalkan bandara.


"Kezia, malam ini aku mau ke rumah Kezia!" kata Jonathan.


"Ngapain Bang?" tanya Kezia.


"Bang Jo mau ketemu sama Papa dan Ibu Kezia, mau kenalan, jadi nanti kalau melamar kan enak!" sahut Jonathan.


"Tapi Bang ..."


"Bang Jo sudah tidak sabar mau kasih cincin ke Kezia, sebagai tanda ikatan cinta Abang ke Kezia!" ucap Jonathan.


"Hah? Cincin?" Kezia terkesiap.


"Iya Zia, Bang Jo beli di Singapore lho cincinnya, teman Abang yang pilihkan, Bang Jo mau melamar Kezia, kalau Kezia belum siap, menikahnya nanti saja!" kata Jonathan.


"Bang Jo kenapa buru-buru?" tanya Kezia.


"Waktu Abang di Singapore, Ratna telepon, katanya hutang Bang Jo dapat diskon, jadi Abang bayar setengahnya saja, itu berati, Bang Jo bisa mengumpulkan uang lebih banyak buat kita Zia!" jelas Jonathan.


Kezia diam tanpa bicara apapun pada Jonathan, sesungguhnya hatinya dia itu begitu galau, dia belum bisa membayangkan jika Jonathan bertemu dengan Papanya.


Tak lama kemudian mereka sudah tiba di kos Jonathan.


"Kezia tunggu Abang nanti malam ya, Abang serius sama Kezia!" ucap Jonathan.


"Bang Jo, tapi nanti saat Bang Jo datang kerumah, Bang Jo jangan kaget ya!" kata Kezia.


"Walaupun ada bom atom di rumah Kezia, Bang Jo tidak akan kaget!" sahut Jonathan.


Jonathan lalu mengeluarkan kotak kecil dalam saku celana nya, kemudian dia membuka kotak kecil yang berwarna merah itu.


"Ini cincin buat Kezia, Kezia suka?" tanya Jonathan.


"Suka Bang, cantik!" sahut Kezia.


Jonathan lalu menyematkan cincin berwarna silver itu ke jari manis Kezia.


"Mulai hari ini dan seterusnya, Kezia adalah milik Bang Jo, dan Kezia adalah pemilik hati Bang Jo!" ucap Jonathan sambil mengecup jemari Kezia yang sudah tersemat cincin itu.


Kezia terharu kemudian meneteskan air matanya.


"Trima kasih Bang!" ucapnya lirih.


Jonathan menghapus air mata Kezia dengan kedua tangannya.


"Jangan menangis sayang, Bang Jo tidak tahan melihat perempuan menangis!" ujar Jonathan.


"Dih si Abang, ini kan tangisan kebahagiaan!" tukas Kezia.


"Ooh, jadi Kezia bahagia jadi milik Abang?" tanya Jonathan. Kezia menganggukan kepala nya.


"Iya Bang, aku bahagia, bisa dicintai bang Jo!" Kezia lalu merebahkan kepalanya di dada Jonathan.


"Kezia itu cinta pertama Bang Jo, dan akan menjadi cinta terakhir!" ucap Jonathan.


"Sudah Bang, istirahat saja dulu, aku pulang ya!" pamit Kezia.


"Bang Jo antar sampai depan!" kata Jonathan yang langsung menggandeng tangan Kezia berjalan menuju ke depan, tempat di mana mobil Kezia terparkir di depan cafe Rosi.


"Tunggu Bang Jo nanti malam Ya Zia?"


"Iya Bang!"


"Kezia hati-hati bawa mobilnya, kata Pak Ricky selesai training, gaji Abang akan naik, jadi sekarang Bang Jo agak pe de kalau pacaran sama Kezia!" kata Jonathan.


"Iya Bang, kuatkan hati Bang Jo ya, kalau impian tidak sesuai kenyataan!" ujar Kezia.


"Apa maksud Kezia?"


"Tidak ada maksud apa-apa Bang, aku pulang ya!" Kezia langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya perlahan meninggalkan Jonathan yang masih berdiri.


Malam itu Jonathan sudah berpakaian rapi, dia lalu mengambil motornya dan mulai memakai helmnya, setelah itu dia mulai menyalakan motornya dan langsung cabut ke rumah Kezia.


Di jalan, Jonathan mampir ke sebuah kios martabak Bangka, dia membelinya beberapa sebagai oleh-oleh.


Kurang lebih 30 menit Jonathan sudah sampai di rumah Kezia. Lebih cepat dari perkiraan.


Setelah memarkir motornya di depan pintu gerbang rumah besar itu, dia berjalan ke arah pos security yang terletak di ujung gerbang.


Seorang security keluar menghampirinya.


"Selamat malam! Anda mau ketemu siapa??" tanya Jono, security itu.


"Saya mau ketemu Kezia Pak!" jawab Jonathan.


"Sudah ada janji sebelumnya?" tanya Security itu lagi.


"Sudah dong, saya kan pacarnya!" cetus Jonathan.


"Hah? Pacar?? Tunggu dulu Mas, saya tanya ke dalam dulu!" Security itu langsung bergegas masuk ke dalam.


Kezia sedang duduk menunggu di ruang tamu, Papanya dan keluarganya yang lain sedang menonton di ruang keluarga.


Kezia menunggu Jonathan dengan perasaan cemas tak menentu.


"Non Kezia, ada tamu, katanya pacarnya!" kata Jono saat muncul di tuang tamu itu.


Dengan cepat Kezia berlari ke arah gerbang, Jonathan sudah menunggunya di sana.


"Bang!" panggil Kezia. Jonathan langsung datang mendekatinya.


"Kezia! Ini Bang Jo bawakan martabak buat Papa Kezia juga adik-adik Kezia!" kata Jonathan sambil menyodorkan bungkusan martabaknya.


"Trimakasih Bang! Nanti bang Jo kasih sendiri saja!" kata Kezia.


"Oke deh Zia, lho! Itu kenapa mobil Pak Ricky ada di sini? Dia itu teman Papa kamu ya Zia, pantesan kamu bisa keluar masuk di kantornya Pak Ricky!" seloroh Jonathan.


"Bang, apapun yang terjadi, tetap perjuangkan aku ya Bang!" kata Kezia.


"Tentu saja Zia, justru bang Jo datang adalah untuk memperjuangkan Kezia jadi milik Abang!" ucap Jonathan.


Kezia diam saja, tidak sanggup berkata apapun. Dia sudah cepek main kucing-kucingan dengan Papanya.


Dia lalu membawa Jonathan masuk ke dalam rumahnya.


Jonathan duduk di ruang tamu, Kezia pergi ke ruang keluarga untuk memanggil Papa dan Ibunya.


"Papa, Ibu, ada yang ingin bertemu dengan kalian!" kata Kezia memberanikan diri.


Ricky dan istrinya segera beranjak dari tempat duduknya.


"Siapa Zia?" tanya Ricky.


"Lihat saja sendiri!" sahut Kezia.


Ricky dan istrinya langsung berjalan ke ruang tamu.


Ricky membulatkan matanya saat melihat siapa orang yang datang untuk mencarinya.


"Lho!! Kok kau ada di sini marketing??" Tanya Ricky.


Jonathan juga sangat terkejut melihat Ricky dan istrinya yang datang menghampirinya.


"Hah?? Jadi ... Pak Ricky ... Kezia itu anak bapak?? Jadi ... " Jonathan tidak melanjutkan perkataannya.


"Iya, Kezia itu anakku, kamu baru tau ya?? Mau apa kau datang kerumahku marketing?? Aku tau maksudmu, kau pasti minta aku menaikan gaji mu karena kau sudah selesai training, benar begitu kan??" tebak Ricky.


"Bu-bukan Pak!" sahut Jonathan.


"Lalu apa??"


"Saya ... Saya ... mau melamar putri bapak!!" sahut Jonathan dengan sangat jelas dan lugas.


****


Halo guys...


Tetap dukung Author yuk dengan Like, vote dan komen ...


Dukungan kalian adalah semangat buat Author ....


Trimakasih ....