
Ting ... Tong ...
Saat Jonathan sedang berbicara dengan Ricky, tiba-tiba terdengar suara bell dari pintu apartemennya.
"Yah Pak, saya ada tamu di luar!" kata Jonathan yang masih tersambung pembicaraan lewat telepon.
"Mana lebih penting, aku atau tamu mu itu?! Kamu ini belum apa-apa sudah sok sibuk!" tanya Ricky ketus.
"Tentu saja Pak Ricky yang lebih penting di atas segalanya, tapi kan ... Alamak!! Saya lupa jemput Kezia Pak di kampus! Maaf Pak! Maaf!!" ujar Jonathan yang baru sadar kalau dia lupa memenuhi kewajibannya untuk mengantar jemput Kezia.
"Aduh Jo! Jo! Baru juga kau ku angkat jadi direktur, sudah melupakan tanggung jawabmu, apalagi kalau kau punya saham di perusahaanku!! Ayo sana cepat jemput putriku!! Abaikan saja tamu yang tak penting itu! Sebelum aku berubah pikiran untuk menjadikanmu calon menantuku!" seru Ricky.
"Iya Pak! Siap laksanakan!" sahut Jonathan sambil menutup teleponnya.
Dengan cepat Jonathan membuka pintu apartemennya.
Matanya melotot saat melihat siapa orang yang datang menemuinya.
"Kezia?? Baru Bang Jo mau jemput! Maaf ya hampir lupa!" ujar Jonathan.
"Iiih Bang Jo nyebelin!! Masa tega sih biarin aku nunggu di kampus sampai habis di gigit nyamuk!" cetus Kezia kesal.
Jonathan langsung menarik tangan Kezia masuk ke dalam apartemennya.
"Maafin Bang Jo ya sayang, Bang Jo beneran lupa deh, tadi baru selesai tugas kuliah online, langsung beres-beres dan pindah kesini, jadi lupa jemput Kezia, maaf ya sayang!" Jonathan langsung memeluk dan mencium kening Kezia.
Kezia langsung luluh saat berada dalam dekapan hangat Jonathan.
"Ya kan bisa kasih kabar kek! Untung aku tau Bang Jo ada di sini, tadi Papa bilang Bang Jo baru pindah!" ujar Kezia.
"Iya, tadi Papa Kezia juga baru telepon, tiba-tiba Bang Jo ingat belum jemput Kezia, Kezia mau di antar pulang sekarang? Nanti kelamaan Bang Jo keburu di pecat lagi!" ungkap Jonathan.
"Di pecat apaan Bang?" tanya Kezia.
"Di pecat jadi calon menantunya Papa Kezia!" jawab Jonathan.
"Bang Jo mah gitu, aku baru datang di tawarin minum apa kek, istirahat kek, masa langsung di suruh pulang saja! Nyebelin!" sungut Kezia.
"Kezia mau minum apa memangnya? Bang Jo saja belum lihat di kulkas ada apa, sebentar ya!" Jonathan langsung melepaskan pelukannya dan berjalan menuju dapur, lalu membuka kulkasnya, matanya melotot saat melihat beraneka minuman dan susu sudah tersedia di sana.
Jonathan langsung mengambilnya beberapa.
"Nih ada minuman dingin, ayo minum sayang!" ucap Jonathan.
Kezia langsung mengambil satu botol minuman dan langsung meneguknya.
"Capek aku Bang, tadi kelamaan nungguin Abang, lalu aku nebeng deh sama mobil temanku, turun di depan Apartemen Abang!" ujar Kezia.
Dia lalu berjalan ke arah kamar dan langsung merebahkan tubuhnya.
"Ya ampun Zia, nanti Bang Jo khilaf bagaimana? Kita belum suami istri sayang, jangan menggoda Bang Jo dong!" seru Jonathan.
"Aku cuma numpang tidur bang 10 menit, bukan menggoda!" sahut Kezia.
Jonathan menggeleng-gelengkan kepalanya lalu dia mulai duduk di sofa depan dan menyalakan TV nya.
Selang sepuluh menit kemudian Kezia bangun dari tempat tidur dan langsung beranjak duduk di samping Jonathan.
"Bang Jo kenapa sih, menghindar dari aku, kalau cowok yang lain pasti akan deketin cewek nya terus, apalagi kalau lagi berduaan!" ujar Kezia.
"Bang Jo takut khilaf Zia, lalu berbuat dosa, Bang Jo ini kan laki-laki normal, pasti adalah rasa ingin peluk, cium dan ... yang lebih dari itu, Bang Jo tidak mau menyentuh dan merusak kehormatan Kezia sebelum waktunya!" jawab Jonathan.
"Hmm, dasar laki-laki polos, lagian kita kan sudah dewasa untuk menilai mana yang boleh atau tidak!" sahut Kezia.
"Lah, jangan bawa-bawa setan juga kali, itu semua tergantung hati manusianya, sudah deh Bang, antar aku pulang sekarang!" ujar Kezia.
"Oke cantik, kita pulang sekarang, makin lama Kezia di sini, semakin banyak hawa setannya, nanti Bang Jo keburu tergoda!" kata Jonathan yang langsung berdiri dan menarik tangan Kezia.
****
Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka akhirnya tiba di rumah Kezia.
Pak Jono langsung membuka pintu gerbang, Jonathan lalu masuk dan memarkirkan mobilnya di halaman depan rumah Kezia yang luas itu.
"Yuk masuk dulu Bang!" ajak Kezia.
"Ummm..." Jonathan nampak berpikir.
"Kenapa Bang? Masih takut sama Papa? Kan sekarang Papa sudah jinak!" kata Kezia.
"Bukan Zia, Bang Jo lupa mau bawain kelereng buat adik-adik Kezia, sekarang cari barang begituan susah, sudah langka soalnya!" ujar Jonathan.
"Ya elah Bang, nanti deh kita cari di online, jaman sekarang kalau cari barang jadul di online banyak!" Kezia langsung menarik tangan Jonathan masuk ke dalam.
"Eh, kau sudah pulang Nak, yuk sekalian makan bareng, ajak Jo, Mbok Narti hari ini masak enak lho!" kata Lika ibu Kezia yang kebetulan sedang membereskan ruang tamu.
"Wah, kebetulan Bu, tadi karena buru-buru, kita belum sempat makan malam, ayo bang!" ajak Kezia yang langsung menarik tangan Jonathan ke ruang makan.
Ricky dan adik-adik Kezia nampak sudah bersiap duduk di ruang makan.
"Bang Jo! Mana kelereng buat kita??" tagih Given.
Jonathan langsung salah tingkah di tagih.
"Nanti Abang cari lagi deh ya, sekarang susah cari kelereng, maaf, Bang Jo juga baru inget, akhir-akhir ini sering lupa!" ujar Jonathan sambil menggaruk kepalanya.
"Yah, masa Bang Jo belum tua sudah pikun sih?!" celetuk Gavin.
"Wah, asal jangan lupa kalau kenal Kezia saja, bisa bahaya itu!" cetus Lika.
"Oh kalau Kezia tenang saja Tante, namanya sudah terpatri di dalam hati saya! Jadi saya tidak mungkin lupa!" kata Jonathan.
Mereka akhirnya duduk makan di meja makan, dan mulai menikmati sajian makan bersama.
"Jo! Kau bisa main catur tidak?" tanya Ricky di sela-sela makan mereka.
"Bisa dong Pak! Dulu di kampung kalau lomba tujuh belasan saya selalu menang lomba main catur!" sahut Jonathan bangga.
"Hmm, nanti sehabis makan malam, temani aku main catur!" ujar Ricky.
"Siap Pak! Deg degan nih bertanding sama calon mertua!" kata Jonathan.
"Hati-hati Jo, Papa Ricky tidak pernah membiarkan lawannya menang!" ujar Lika.
"Bukannya tidak pernah membiarkan lawan menang, tapi memang tidak pernah ada yang mengalahkan aku main catur!" cetus Ricky.
"Papa, ini kan sudah malam, Bang Jo belum beresin barangnya lho di Apartemennya, bisa di tunda tidak main catur nya?" tanya Kezia.
"Kau tenang saja Kezia, kalau perlu dia menginap lagi di sini, Papa cuma penasaran saja bertanding dengan calon menantu, masa sih dia bisa mengalahkan Papa!" ucap Ricky yang masih fokus menikmati santap malamnya.
****
Halo Guys ...
Author ucapkan terimakasih ya atas semua dukungan para pembaca sekalian ...