
Mata Ricky dan istrinya melotot saat mendengar ucapan Jonathan. Sesaat kemudian mereka saling bertatapan tanpa suara.
"Apa?? Kau tidak main-main padaku kan marketing??" tanya Ricky seolah tak percaya.
"Siapa yang main-main Pak, saya serius kok mau melamar Kezia, saya cinta sama putri bapak!" jelas Jonathan.
Ricky makin shock, tubuhnya mulai bergetar, Lika istrinya mengusap dadanya berusaha menenangkan nya.
Ricky lalu menoleh ke arah Kezia, lalu menatapnya dengan tajam.
"Kezia!! Apa benar yang di katakan marketing itu?? Jadi selama ini, kalian berhubungan di belakangku??" tanya Ricky berang.
"I-iya Pa, maafkan aku, maaf Pa, tapi Bang Jo tidak salah, jadi jangan marahi dia!" sahut Kezia dengan mata yang mulai merah.
"Jadi kata-kata pas di panggung waktu kau nyanyi lagu waktu itu buat Kezia??" tanya Ricky sambil menatap tajam ke arah jonathan.
"Iya Pak, yang di maksud pujaan hati saya dan istri masa depan saya itu Kezia!" jawab Jonathan dengan jujur dan polos.
"Kurang ajar kalian!! Berani berhubungan di belakangku!! Marketing!! Lebih baik kau angkat kaki dari rumahku, berani sekali kau mendekati putriku!!" seru Ricky.
"Pa, jangan bersikap seperti itu, bukankah kita bisa bicarakan ini baik-baik? Kenapa tidak bicara dengan kepala dingin saja?" Lika berusaha menenangkan amarah Ricky.
"Pak Ricky, saya sudah janji sama Kezia apapun yang terjadi saya akan tetap memperjuangkan dia, saya tau sekarang saya miskin dan tidak punya apapun untuk di banggakan, tapi saya bisa bekerja keras Pak, berikan saya kesempatan!" ujar Jonathan dengan berani.
"Kau ini sombong sekali marketing, kalau tau kau berhubungan dengan Kezia, aku tak akan sudi mendukungmu! Sudah! Kepalaku pusing! Lebih baik kau keluar dari rumahku!" sentak Ricky.
Kezia terlihat mulai menangis melihat sikap Papanya terhadap Jonathan.
"Baik Pak! Saya akan keluar dari rumah Bapak, tapi bukan berarti saya mundur, saya tetap mengejar dan mencintai anak Bapak! Dan ini martabak Pak, mohon di terima, oleh-oleh dari calon menantu!" ucap Jonathan sambil meletakan bungkusan martabak itu di atas meja.
Setelah itu Jonathan langsung membalikan tubuhnya dan berjalan keluar dari ruangan itu.
"Bang Jo!!" panggil Kezia sambil menangis.
"Kezia, masuk ke kamarmu sekarang!" titah Ricky.
"Papa jahat!!" seru Kezia sambil berlari dan masuk ke dalam kamarnya.
Ricky termangu di ruangan itu, hanya tinggal dia berdua dengan istrinya yang masih berdiri di situ.
"Pa, jangan bersikap seperti itu terhadap orang lain, kalau mereka saling mencintai kenapa Papa menghalanginya?" tanya Lika memecah kesunyian.
"Tapi bukan sama marketing itu juga kali!" dengus Ricky.
"Jadi Papa mau yang seperti apa??" tanya Lika lagi.
"Paling tidak seperti Mario, dia punya masa depan!" jawab Ricky.
"Papa pikir Jonathan tidak punya masa depan??" sengit Lika.
"Dia kan marketing!" sahut Ricky.
"Papa kan bisa kasih dia syarat, boleh berhubungan dengan Kezia asalkan bisa closing 10 rumah dalam sebulan!" usul Lika.
Ricky nampak berpikir. Lalu dia menganggukan kepalanya.
"Boleh juga idemu, aku akan kasih dia syarat yang berat, untuk menguji kamampuannya!" Seru Ricky sambil menjentikkan jarinya.
"Nah, itu baru Papa Ricky yang ku kenal!" ucap Lika sambil mengelus dagu suaminya itu.
"Tapi malam ini aku minta jatah dua kali lipat ya!" bisik Ricky.
"Hush! Sudah mau punya mantu, genitnya tidak hilang-hilang!" sahut Lika sambil berlalu meninggalkan Ricky yang kini mulai berjalan mengejarnya.
*****
Sementara itu, Kezia yang berada di dalam kamarnya menangis sambil menutupi wajahnya dengan bantalnya.
Dia menumpahkan segenap perasaannya malam itu, semua rasa telah menjadi satu, sedih, kecewa dan marah.
Kezia lalu meraih ponselnya, dia langsung memencet nomor Nando, adiknya yang ada di Malaysia, sekedar untuk mencurahkan isi hatinya.
"Do, kakak lagi sedih nih, masa Papa nolak pacar kakak, cuma gara-gara dia miskin, kan gak asyik banget Do!" jawab Kezia to the point.
"Wah! Kakak juga punya pacar tidak bilang-bilang aku sih, yang mana sih kak? Yang dulu bukan pas di Jogja?" tanya Nando.
"Bukan Do, ini marketingnya Papa, namanya Jonathan, pokoknya Kakak sayang sama dia, tolong kakak Do, bujukin Papa, supaya mau terima Bang Jo, kan Papa selalu dengerin Nando!" pinta Kezia.
"Iya iya, nanti aku coba ngomong sama Papa, jadi kangen sama kalian, tidak sabar liburan nih!" sahut Nando.
"Do, kamu sendiri sudah punya pacar belum?" tanya Kezia.
"Belum lah kak!" jawab Nando.
"Lho, kamu kan ganteng Do, ya kali tidak ada cewek yang naksir kamu!" cetus Kezia.
"Yang naksir banyak kak, ngantri lagi, cuma belum cocok aja di hati, lagian kakak apaan sih, kenapa jadi tanya-tanya aku?" ujar Nando sewot.
"Iya deh sorry, pokoknya Kakak tunggu lho Do, kamu harus ngomong sama Papa, tolongin kakak!" kata Kezia.
"Iya siap Kak, nanti aku akan telepon Papa!" sahut Nando. Tak lama kemudian telepon pun di matikan, dan Kezia mulai menarik nafas lega.
Sementara itu Jonathan langsung meluncur ke rumah baru Andri, malam ini dia juga mau mencurahkan isi hatinya pada Andri, sahabatnya.
Andri dan Rosi nampak sedang duduk di depan teras rumahnya. Melihat kedatangan Jonathan mereka lalu berdiri menyambutnya.
"Wah, kenapa kau baru main malam-malam begini?" tanya Andri sambil menepuk punggung Jonathan.
Rosi langsung beranjak ke belakang hendak membuatkan minuman.
"Biasa Bro, mau curhat sedikit!" sahut Jonathan.
Mereka langsung duduk di depan teras rumah Andri.
"Kok tampangmu kusut gitu sih Jo?? Baru putus cinta?" tanya Andri.
"Ini lebih gawat dari sekedar Putus cinta Bro, Kezia, pacarku itu ternyata anak Pak Ricky, pemilik perusahaan tempat aku kerja Bro!" jawab Jonathan.
"Waduh! Serius Jo! Gila kau, sekali gebet anak bos besar!" seru Andri terkesiap.
"Justru itu masalahnya, pak Ricky tidak merestui aku jalan sama Kezia, sekarang aku harus bagaimana Ndri, bingung aku Ndri, besok pagi aku pasti akan ketemu dia di kantor!" ungkap Jonathan.
Tak lama Rosi muncul sambil membawa dua gelas minuman hangat, lalu segera duduk bergabung dengan mereka.
"Jo, kamu serius cinta sama Kezia?" tanya Andri.
"Ya serius lah, bahkan aku juga sudah sematkan cincin di jarinya, sebagai tanda keseriusan aku, dan Kezia juga keliatannya sayang banget sama aku!" jawab Jonathan.
"Bang Jo, kayaknya Bang Jo harus buat sesuatu yang bisa meluluhkan hati Papanya Kezia deh!" usul Rosi.
"Apa itu Mbak?? Aku sudah lamar dia lho tadi di depan orang tuanya, eh mereka malah shock dan Pak Ricky langsung mengusir aku dari rumahnya!" tanya Jonathan penasaran.
"Hah?? Kau berani sekali Jo!" seru Andri.
"Laki-laki yang memperjuangkan wanitanya memang harus berani, walaupun di tolak oleh calon mertua!" sahut Jonathan.
"Bang Jo harus baik-baikin Papanya Kezia, sogok pake apa kek!" usul Rosi.
"Sudah Mbak, aku sudah sogok pake martabak tadi, tetap saja dia mengusirku!" sungut Jonathan.
Andri dan Rosi saling berpandangan sambil tersenyum.
****
Halo guys ...
Yuk kita dukung Bang Jo yang lagi galau pake Like, vote dan komen ya ...
Siapa tau besok akan ada keajaiban buat Bang Jo ... 😉