Heart's Owner

Heart's Owner
Terpaksa Menginap



Kezia panik melihat tubuh Jonathan yang terjatuh dan pingsan itu, wajahnya memucat, bibirnya kebiruan, rambut dan pakaiannya basah kuyup.


Lika dan Nando yang berada di tempat itu juga ikut terkejut melihat Jonathan yang tiba-tiba jatuh itu.


"Ya ampun! Perutnya pasti sedang kosong dan dia sangat kedinginan, makanya sampai pingsan begini!" ujar Lika.


"Bang! Bangun Bang! Kenapa sih kau sebodoh ini!" isak Kezia sambil mengguncangkan tubuh Jonathan.


"Nando, tolong bawa dia ke kamar tamu, dan tolong gantikan juga semua pakaiannya, dia bisa tambah parah kalau masih basah kuyup begini!" titah Lika pada Nando.


"Yah Ibu, aku baru juga sampai, sudah ada kerjaan saja!" sungut Nando.


"Siapa lagi yang bisa ibu mintain tolong kalau bukan kamu Do! Masa kakak mu sih yang menggantikan baju! Mereka kan belum menikah!" sergah Lika.


Akhirnya, Nando di bantu Lika dan Kezia, menggotong tubuh Jonathan ke kamar tamu yang ada di lantai satu rumah itu.


Dengan sigap, Nando menggantikan Jonathan baju kering miliknya, lalu di selimuti lah tubuh Jonathan yang dingin itu.


Setelah sudah berganti pakaian kering, Kezia di bantu Lika langsung membalurkan tangan dan leher Jonathan dengan minyak kayu putih, supaya hangat.


"Kezia, kau temani dulu Jo di sini, ibu mau membuatkan susu hangat untuknya, paling sebentar lagi juga sadar dia!" kata Lika yang langsung beranjak dari tempatnya keluar dari kamar itu.


"Oooh, jadi ini orangnya yang kakak ceritain itu, dia mirip kayak Papa!" cetus Nando.


"Apanya yang mirip Do?" tanya Kezia.


"Keras kepalanya!" sahut Nando.


"Mungkin gara-gara mirip mereka susah akur, tolong bujukin Papa Do, supaya Bang Jo tidak di usir lagi, kasihan dia!" pinta Kezia.


"Kakak juga, cinta banget sih sama dia, padahal kan kerenan aku!" ujar Nando.


"Tapi kan gantengan dia weee!" sahut Kezia sambil menjulurkan lidahnya.


"Sudah deh kak! Urus sendiri pacarnya, aku capek mau tidur!" sergah Nando yang langsung keluar dari kamar itu lalu pergi ke kamarnya.


Kezia terus mengusap-usap kepala Jonathan dengan minyak kayu putih, hingga laki-laki itu mulai mengerjapkan matanya.


"Bang Jo, sudah sadar Bang!" panggil Kezia.


Jonathan mulai membuka matanya dengan sempurna.


"Kezia? Abang di mana?" tanya Jonathan.


"Di kamar tamu! Tadi Bang Jo pingsan tau!" sahut Kezia.


"Maafin Bang Jo Zia, tadi Abang memang belum sempat makan sebelum kesini, karena terburu-buru!" kata Jonathan.


"Pantesan, jadi masuk angin tuh!" sahut Kezia.


Jonathan lalu melotot saat melihat pakaiannya sudah berubah dan menjadi kering.


"Kezia! Kamu gantiin baju Bang Jo?? Ya ampun Zia, kamu sudah lihat dong asetnya Bang Jo! Padahal Abang sudah jaga sampai kita menikah nanti! Kecolongan deh!" ungkap Jonathan.


"Dih Abang apaan sih?? Siapa juga yang gantiin Bang Jo baju, itu Nando adikku yang gantiin Bang Jo, bajunya basah kuyup bang! Sekarang lagi di cuci sama Mbok Narti!" jelas Kezia.


Jonathan menarik nafas lega.


"Syukurlah kalau Kezia belum lihat, malu bang Jo kalau sudah dilihat sebelum waktunya!" ujar Jonathan.


Lika kemudian masuk ke dalam kamar itu sambil membawa segelas susu hangat.


"Jo, di minum yuk susu hangatnya, supaya tubuhmu segar dan hangat!" ujar Lika sambil menyodorkan segelas minuman hangat itu ke arah Jonathan.


Jonathan duduk lalu segera meneguk minuman itu sampai habis tak tersisa.


"Nah, setelah ini Mbok Narti akan mengantarkan makanan untukmu, kau pasti lapar belum makan!" ucap Lika.


"Trimakasih Tante, Tante baik banget, aku pasti akan menghormati Tante seperti Mamaku sendiri!" ucap jonathan.


"Sudahlah Nak, sekarang kau istirahatlah, menginap saja di sini ya, hujan di luar masih lebat!" ujar Lika.


"Trimakasih Tante, saya terharu Tante memperlakukan saya dengan baik! Saya juga akan jaga Kezia dengan baik!" sahut Jonathan.


Lika tersenyum lalu beranjak keluar dari kamar itu.


Tak lama kemudian, Mbok Narti muncul sambil membawakan sepiring makanan untuk Jonathan.


"Ayo, silahkan di makan dulu mumpung masih hangat!" tawar Mbok Narti sambil meletakan nampan berisi piring makanan itu di meja kamar itu.


"Trimakasih!" ucap Jonathan.


"Sama-sama!" sahut Mbok Narti yang langsung keluar dari kamar itu.


"Waah, semua orang rumah ini baik dan ramah ... kecuali ..." Jonathan menghentikan ucapannya.


"Sudah deh Bang, lebih baik kau makan saja, setelah itu tidur!" sergah Kezia yang langsung mengambil piring dari meja, dan langsung menyuapkannya ke mulut Jonathan.


"Kezia, tabungan Bang Jo sudah terkumpul sekitar 50 jutaan, kira-kira cukup tidak ya unyuk melamar Kezia?" tanya Jonathan.


"Bang Jo kerja saja yang rajin, jangan pikirkan lamaran dulu! Lagi pula kita kan masih muda Bang!" sergah Kezia.


"Melamar kan tidak langsung menikah Zia, cuma kenapa kok Papa Kezia kelihatan benci sama Abang? Bang Jo juga tidak mau tuh minta uang atau modal sama Papa Kezia, walaupun kaya, Bang Jo akan lebih bangga kalau Kezia makan pakai hasil jerih lelah Abang sendiri!" ungkap Jonathan.


Kezia terus menyuapkan Jonathan makanan walaupun Jonathan makan sambil bicara. Hingga makanan di piring sudah habis tanpa sisa.


"Dah, pinter si Abang, makannya habis!" ucap Kezia sambil mengelus rambut Jonathan yang masih basah, setelah itu dia menyodorkan segelas air putih ke mulut Jonathan. Jonathan langsung meneguknya habis.


"Trimakasih ya sayang!" ucap Jonathan.


"Iya Bang, sekarang tidur ya Bang, sudah malam, aku juga mau tidur ke kamarku!" kata Kezia.


"Tunggu Zia, cium dulu sedikit!" pinta Jonathan.


"Ya ampun si Abang, lagi begini masih inget aja minta cium!" sungut Kezia.


"Sedikit saja biar bisa tidur!" sahut Jonathan.


Kezia kemudian mendekat ke arah jonathan, dan dia mulai mencium kedua pipi jonathan.


"Good night Bang Jo, tetap semangat ya menghadapi hari esok!" ucap Kezia setelah mencium jonathan.


"Pasti dong! Semangat demi Kezia!" sahut Bang Jo.


"Besok pagi aku akan datang lagi ke sini antar baju buat Bang Jo!" kata Kezia.


"Iya sayang! Bahagia banget di perhatiin sama calon istri masa depan!" seru Jonathan.


"Hush! Jangan pe de dulu, Papa belum merestui kita lho!" tukas Kezia.


"Bang Jo akan tunggu sampai restu itu datang!" sahut Jonathan.


Kezia tersenyum, lalu segera beranjak membawa gelas dan piring kotor keluar dari kamar itu.


"Kezia!!" panggil Jonathan saat Kezia hendak menutup pintu.


Kezia kembali masuk ke kamar itu.


"Ada apa lagi sih Bang?!" tanya Kezia.


"Bang Jo kebelet pipis Zia!" sahut Jonathan.


"Lho, tinggal ke toilet beres, tuh toilet kan ada di dalam kamar!" jelas Kezia.


"Iya sih, tapi ... tadi adikmu hanya menggantikan baju Abang saja, ini di bawah dia lupa mungkin, jadi ... tidak pakai apa-apa!" ujar Jonathan pelan sambil tersipu.


"Ya ampun si Nando!! Kebangetan amat sih dia, masa di gantiin baju tapi celana tidak! Nandoooo!!!" teriak Kezia yang langsung bergegas keluar dari kamar itu.


****


Jangan lupa vote dan like nya ya guys ...


Thank you ...😉🤗💖