Heart's Owner

Heart's Owner
Terpaksa Meninggalkan



Sesampainya di apartemen, Jonathan langsung membopong tubuh istrinya masuk ke dalam apartemennya.


Lalu Jonathan segera merebahkan tubuh Kezia ke tempat tidurnya, lalu menyelimutinya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.


Setelah berganti pakaian, Jonathan lalu tidur di samping Kezia sambil memeluk istrinya itu.


Jonathan terus memeluk tubuh Kezia sambil mulai memejamkan mata.


Akhirnya Jonathan pun tertidur dengan nyenyak.


Drrrt ... Drrrrt .... Drrrrt


Suara ponsel Jonathan bergetar di atas meja.


Jonathan langsung meraih ponselnya dan mulai memgangkatnya, padahal matanya terlihat masih merah dan sangat mengantuk.


"Halo!"


"Halo Jo, sorry, aku tidak nungguin Ratna, aku harus cepat pulang ke rumah, ibuku juga kecelakaan, jadi terpaksa sekarang Ratna sekarang sendirian di rumah sakit!" kata Beni.


"Jadi, sekarang kau sudah tidak ada di rumah sakit lagi Ben?" tanya Jonathan.


"Iya Jo, aku harus menemui ibuku dulu, tapi kalau semua baik-baik saja, aku akan kembali menunggui Ratna!" jelas Beni.


"Baiklah Ben, kau temuilah ibumu, urusan Ratna biar jadi urusanku, dia juga kan masih saudara aku!" kata Jonathan.


"Terimakasih Jo!" ucap Beni sebelum ponsel di matikan.


Jonathan kembali merebahkan tubuhnya saat selesai bicara dengan Beni.


Dia kembali memeluk Kezia, menimbang-nimbang apakah dia akan kembali ke rumah sakit menunggui Ratna atau menunda dulu datang ke rumah sakit Sampai pagi nanti.


Jonathan tidak dapat lagi memejamkan matanya, walaupun kini sudah hampir subuh.


Hingga menjelang jam 6 pagi baru Jonathan kembali mulai tertidur.


Suara alaram jam mengagetkan Jonathan, dia lalu mematikan alaram jamnya.


Setelah itu Jonathan langsung membasuh wajahnya di wastafel.


"Zia, sayang, bangun dulu, Bang Jo ke rumah sakit sebentar ya, Beni soalnya ada urusan, sayang di sini dulu ya?!" ucap Jonathan sambil mengguncang halus tubuh Kezia setelah dia membasuh wajahnya.


Kezia yang masih mengantuk malah mengeratkan pelukannya di tubuh Jonathan.


"Zia, kamu bobo saja di sini ya, Bang Jo tidak akan lama kok, cuma sebentar sambil nunggu Beni, Oke Zia?!" Jonathan mengecup kening Kezia.


Kemudian dia kembali menyelimuti tubuh Kezia.


Setelah di pastikan aman, Jonathan kemudian membuka pintu apartemennya, kemudian dia langsung cepat-cepat menuju ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, ternyata Beni sudah tidak ada lagi di sana, Ratna masih terbaring dengan banyak perban di tubuhnya.


Jonathan duduk di tepi tempat tidur Ratna, tatapannya prihatin dan kasihan.


Perlahan Jonathan meraih ponselnya, lalu dia mulai menelpon Tante Purba, walau bagaimana dia harus memberitahu keluarga Ratna mengenai kondisi Ratna.


"Halo!"


"Halo Tante, ini Jo, saat ini Jo sedang bersama Ratna yang batu mengalami kecelakaan, dia terserempet mobil, kakinya patah dan ada beberapa luka jahitan!" kata Jonathan.


"Apa??"


"Dasar kau ini mentang-mentang sudah nikah, mengurusi saudaramu saja kau tidak mau! Tolong jaga Ratna Sampai kami tiba di sana!" cetus Tante Purba sebelum mematikan ponselnya.


Jonathan kembali duduk terpekur di ruang yang dingin itu.


Ceklek?


Seorang perawat masuk dan memeriksa botol infusan Ratna.


"Bagaimana kondisinya suster?" tanya Jonathan.


"Kita tinggal tunggu masa pemulihannya saja Mas, untuk operasi kakinya yang patah kan sudah, sekarang tinggal tunggu pemulihan yang lain!" jelas Suster.


"Baik suster!" jawab Jonathan.


"Kapan dia akan sadar?" tanya Jonathan.


"Mungkin sebentar lagi dia akan sadar!" sahut suster.


"Baiklah!"


"Kalau begitu saya permisi keluar Mas, sebentar lagi pasien akan di seka!" kata Suster sambil berlalu meninggalkan tempat itu.


Setelah kepergian suster itu, tubuh Ratna sudah mulai bergerak perlahan.


"Aduh!" pekik Ratna tertahan.


"Tahan Ratna, ada beberapa luka di sekujur tubuhmu, kau jangan banyak bergerak dulu!" ucap Jonathan sambil berusaha menenangkan Ratna.


"Bang Jo? Kenapa kau ada di sini? Di mana Kezia?" tanya Ratna heran sambil menatap ke arah Jonathan.


"Kezia tidur di apartemen, Beni ada urusan keluarga sebentar, makanya aku menunggumu sementara!" jawab Jonathan.


Tiba-tiba Ratna menangis, air matanya begitu deras mengalir di pipinya.


Jonathan mengggenggam tangan Ratna hangat.


"Jangan khawatir Ratna, Bang Jo tetap Abang Ratna yang akan menjaga Ratna, jangan sungkan sama Abang, walau kini Abang sudah milik Kezia, tapi Ratna tetaplah adik Bang Jo!" Jonathan memeluk Ratna pelan.


"Kenapa Bang? Kenapa selalu saja melibatkan Abang dalam setiap masalahku? Kenapa selalu saja ada aku di antara Bang Jo dan Kezia, pulanglah Bang! Kezia pasti akan mencarimu!" Ratna mengurai pelukan Jonathan.


Ternyata Kezia memang ada di tempat itu tanpa sepengetahuan mereka berdua.


Pada saat Jonathan keluar dari apartemennya, Kezia yang sadar lalu membuka matanya, lalu mulai berganti baju dan mengikuti Jonathan dengan taksi sampai ke rumah sakit.


Setelah Sampai di rumah sakit, Kezia sengaja duduk menjauh dari mereka agar tidak di ketahui.


Hingga saat ini, hari menjelang pagi, Kezia memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya.


"Bang Jo ... Pulanglah Bang, aku tidak apa-apa sendirian!" kata Ratna.


"Tapi Ratna!"


"Pulang sekarang Bang! Perasaanku tidak enak!" ujar Ratna setengah memaksa.


*****


Maaf kan Guys ... Kondisi Author yang sudah dua Minggu drop karena sakit mohon doanya selalu supaya bisa cepat pulih seperti sedia kala, sehingga bisa tetap melanjutkan berkarya ....


kalau Author tidak up berarti kondisi lagi lemah mohon di maafkan guys ..


Terimakasih ...