
Jonathan membuka matanya perlahan, rasa pening di kepalanya berangsur menghilang, dia merasa tubuhnya dan wajahnya sangat lengket.
Perlahan dia melihat dan meraba pakaiannya yang kini terlihat sangat berantakan.
"Apa yang terjadi padaku? Kenapa kancing kemejaku terbuka semua? Ada apa ini?" gumam Jonathan kebingungan.
Ceklek!
Tiba-tiba Pak Arif sudah masuk ke dalam ruangan Jonathan, matanya terbelalak saat melihat Jonathan yang berada di sofa dengan pakaian yang berantakan.
"Ya ampun Pak Jo, apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau terlihat sangat berantakan sekali? Ini sudah hampir jam setengah sebelas, tapi kau belum datang juga ke ruang meeting!" tegur Pak Arif.
Jonathan yang masih setengah sadar langsung merapikan pakaiannya dan mengancing kemejanya.
"Maaf Pak, saya juga bingung apa yang terjadi dengan saya, baiklah, saya akan cepat ke ruang meeting sekarang!" Jonathan langsung bangkit dari tempatnya, lalu dia segera membasuh wajahnya, kemudian bergegas keluar dari ruangannya.
Sesampainya di ruang meeting, semua mata menatap ke arah jonathan, Pak Ricky juga melotot melihat calon menantunya yang datang terlambat.
****
"Kenapa kau bisa datang terlambat Jo? Apakah sekertarismu tidak mengingatkanmu?? Bagaimana aku bisa membanggakan mu di depan dewan direksi kalau sikapmu seperti itu??!" berang Ricky saat selesai meeting.
"Maaf Pak, tadi pagi tiba-tiba mata saya mengantuk berat saat minum kopi yang ada di meja saya!" ujar Jonathan jujur.
"Kau ini! Belum jadi boss tapi kelakuanmu sudah seperti bos besar! Masih pagi sudah malas-malasan!!" dengus Ricky.
"Maaf Pak, saya janji deh tidak akan mengulangi lagi, saya janji tidak akan mengecewakan bapak lagi!" ucap Jonathan sambil membungkuk dan mencium tangan Ricky.
"Sudahlah! Kau kembali saja ke ruanganmu, nanti sore kau juga jangan terlambat menjemput Kezia, dia pulang lebih awal hari ini!" cetus Ricky.
"Siap Pak! Saya akan berusaha menjemput dengan tepat waktu!" sahut Jonathan yang segera keluar dari ruangan itu dan langsung kembali masuk keruangan nya.
Waktu sudah menunjukan pukul 12 siang, waktunya istirahat dan makan siang.
Jonathan turun ke bawah ke lantai dua, berniat mengajak Beni makan siang bareng, dia masih canggung makan bersama dengan para dewan direksi, dia lebih nyaman dengan Beni, teman satu kantor yang sama-sama memulai karirnya dari bawah.
Beni sudah menunggunya di depan ruangan marketing.
"Wah, ada direktur yang mengajakku makan siang bareng! Aku jadi sungkan!" ledek Beni.
"Tutup mulutmu Ben! Kau pikir Direktur bukan manusia yang harus kau sungkani!" balas Jonathan sambil meninju bahu Beni. Beni meringis.
"Oke oke ... sudah Jo! Tonjokanmu maut itu, bahuku bisa memar!" ujar Beni.
"Kita makan siang di mana Ben? Cafe langganan kita masih hangus dan belum di pugar lagi!" tanya Jonathan.
"Di kantin kantor saja, enak lebih dekat!" usul Beni.
Merekapun akhirnya memutuskan makan siang di kantin kantor, yang terletak tepat di samping lobby.
Suasana kantin cukup ramai, semua karyawan hampir semua makan di sana, itulah sebabnya Jonathan lebih suka makan siang di cafe Rosi, karena tidak seramai kantin kantor, jonathan risih kalau makan di kantin Kantor, pasti dirinya akan menjadi pusat perhatian karyawan wanita yang selalu tidak berhenti menatapnya.
"Kau mau pesan apa Jo?" tanya Beni.
"Aku mau makan nasi capcay saja, kata Kezia aku harus banyak makan sayur!" jawab Jonathan.
"Okelah, aku sama denganmu, biar cepat!" sahut Beni.
Beni langsung memanggil pelayan dan memesan makanan mereka.
Tak lama kemudian, pelayan datang dengan membawa makanan pesanan mereka dengan dua gelas teh hangat di atas sebuah nampan besar.
Jonathan dan Beni segera menyantap nikmat makanan pesanan mereka itu.
"Ben, sekali-kali ajaklah pacarmu si Meti itu ke kantor, biar bangga dia padamu!" ujar jonathan.
"Aku malu lah Jo, jabatan ku masih marketing begini!" sahut Beni.
"Kau pikir marketing itu pekerjaan yang memalukan Ben, bahkan aku bangga dengan profesi marketing seperti dulu, kerja bebas kapanpun dan di manapun, jadi direktur malah terkungkung dengan banyak jadwal, bahkan aku susah mengatur waktu kuliahku, hanya bisa belajar online saja!" ungkap Jonathan.
"Kalau bukan karena demi mengejar Kezia, sebenarnya aku lebih nyaman jadi marketing!" ucap Jonathan.
Drrrt ... Drrrt ... Drrrt
Ponsel Jonathan bergetar, dia langsung merogoh saku kemejanya dan mengambil ponselnya, dia tersenyum saat melihat siapa yang meneleponnya.
"Halo sayang!" sapa jonathan.
"Bang Jo! Nanti aku pulang jam 4, jemput ya!" kata Kezia.
"Iya sayang, tadi Papa Kezia sudah bilang ke Abang!" sahut Jonathan.
"Ya sudah, jangan telat lho!"
"Beres!"
"Oke!"
"Kezia!"
"Apa Bang?"
"Sudah makan siang belum? Nih Bang Jo makan di kantin sama Beni!" kata Jonathan.
"Aku sudah makan kok Bang sama Erin, Bang Jo makan yang banyak ya, biar sehat!" ujar Kezia.
"Iya sayang, biar bisa cepat melamar Kezia kan, Bang Jo jadi tidak sabar!" sahut Jonathan.
"Ya sudah deh Bang, aku masih ada kelas lagi nih, bye Bang Jo imut!"
"Bye Kezia cantik!" ucap Jonathan sebelum ponselnya di tutup.
"Ciee ... asyik bener yang teleponan sama pacar! Jadi iri aku!" goda Beni.
"Ya kenapa kau tidak telepon pacarmu?" tanya Jonathan.
"Malas Jo! Dia sibuk terus, boro-boro telepon, kirim pesan singkat saja jarang di baca!" jawab Beni.
Mereka segera berjalan menuju lobby setelah selesai makan siang, saat mereka akan menuju lift untuk naik, tiba-tiba Lusi mengejar mereka.
"Bang Jo!! Gawat Bang!!" seru Lusi ngos-ngosan.
"Ada apa sih Mbak? Gawat kenapa? Ada kebakaran?" tanya Jonathan.
"Bukan Bang! Lihat ini deh! Bang Jo beneran memangnya berbuat mesum di kantor?" Lusi segera menyodorkan ponselnya. Jonathan dan Beni penasaran melihatnya.
Di situ ada video yang baru di uploud, ada Jonathan yang sedang berpelukan dengan seorang wanita yang tidak jelas wajahnya, namun jelas terlihat kalau laki-laki yang ada di dalam video itu adalah Jonathan.
Di dalam video itu, Jonathan nampak seperti sedang bercumbu dengan wanita yang tidak jelas itu, Jonathan dan Beni langsung membulatkan matanya.
"Gila kau Jo! Baru juga kau dapat ruangan baru dan naik jabatan, kau sudah main-main dengan wanita!!" seru Beni.
"Mbak Lusi!! Dari mana dapat video ini? Itu bukan seperti itu ceritanya!" sergah Jonathan panik.
"Yah bang Jo, ini baru beberapa jam uploud sudah viral Bang, sudah di tonton ratusan ribu orang!!" ujar Lusi.
"Ya Tuhan, aku di jebak orang!! Aku di fitnah Mbak! Siapa wanita yang memanfaatkan aku itu!! Kalau Pak Ricky lihat itu, atau Kezia yang melihat, bisa tamat riwayatku!!" seru Jonathan sambil menjambak rambutnya frustasi.
*****
Halo Guys ....
Tetap di tunggu lho dukungannya...
Supaya Author selalu semangat nih ...
Terimakasih ...