
Jonathan masih mendapat cuti yang amat panjang pasca pernikahannya.
Pagi itu Jonathan bangun dan mulai membuat sarapan untuknya dan istrinya.
Sementara Kezia masih nampak lelap tertidur.
Jonathan membuat roti sandwich, ketika sudah selesai dia lalu mulai membangunkan istrinya itu.
"Sayang, Bangun yuk, kota sarana dulu! Ini Abang sudah buatkan roti sandwich buat kesayangan Abang ini!" Jonathan mengecupi wajah Kezia agar wanita itu terbangun.
"Hoooaaaam, aku masih ngantuk Bang! Lagian kenapa buru-buru, memangnya Bang Jo mau ke kantor??" tanya Kezia sambil membalikan tubuhnya dan kembali memeluk gulingnya.
"Ah dasar anak orang kaya, kebiasaan ya bangun siang? Dulu Abang kalau tidak bangun jam segini pasti langsung di siram sama Mama Abang!" cetus Jonathan.
"Aah sebentar lagi Bang, masih ngantuk aku bang!" Kezia menutup kepalanya dengan guling.
Jonathan geleng-geleng kepalanya melihat tingkah istrinya itu.
"Hmm, baiklah, Bang Jo mau nonton berita dulu tadi depan, Kezia tidur saja samai siang! Jangan marah kalau rotinya habis!" cetus Jonathan.
Jonathan lalu mulai duduk untuk menonton acara televisi.
Ting Tong ...
Bel pintu apartemen Jonathan berbunyi, Jonathan langsung membukakan pintu, dia sedikit terkejut saat melihat mertuanya sudah berdiri di depan pintu apartemennya.
"Eh Papa, Ibu, ayo masuk!" ajak Jonathan.
Ricky dan Lika lalu segera masuk dan duduk di sofa ruang tamu itu.
"Mana Kezia?" tanya Ricky.
"Kezia, masih tidur Pa!" jawab Jonathan.
"Ya ampun itu anak! Dia Lupa kalau statusnya sudah jadi istri!" sungut Lika.
"Tidak apa-apa Bu sesekali!" sahut Jonathan.
"Ini Ibu bawakan makanan, ibu tau Kezia tidak mungkin membuatkanmu makanan Jo!" kata Lika sambil menyodorkan rantang di atas meja.
"Terimakasih Bu!" ucap Jonathan.
Lika lalu bergegas masuk ke dalam kamar, berniat untuk membangunkan Kezia.
"Kezia!! Bangun Nak, kau tak malu pada suamimu dia bahkan sudah menyiapkan sarapan untukmu!" ujar Lika.
"Ibu? Sudah lama Bu?" tanya Kezia yang langsung batin dari tidurnya.
"Kau ini, masih saja seperti dulu! Susah untuk bangun pagi, sekarang kau lekaslah mandi, setelah itu bergabung di depan!" ujar Lika.
"Kita mau ngapain sih Bu? Rapat?" tanya Kezia
"Pokoknya sana kau mandilah dulu! Jadi istri jangan malas!" hardik Lika.
Dengan enggan Kezia mengambil handuknya lalu bergegas masuk ke kamar mandi.
Kemudian Lika kembali bergabung di tuang tamu.
"Kezia sudah bangun?" tanya Ricky.
"Anak itu memang ya!" sungut Ricky.
"Biar nanti ibu ajarkan bagaimana menjadi seorang istri yang baik!" kata Lika.
"Oya Jo, liburan kalian kan masih lumayan lama nih, apa kalian tidak merencanakan bulan madu saja? Papa yang akan siapkan tiket dan akomodasinya, kalian mau kemana? Ke Paris? Barcelona? Jepang?" tanya Ricky.
"Waduh Pa, nanti biar aku diskusi dulu sama Kezia deh, di mau kemana aku ikut saja!" kata Jonathan.
Tak lama kemudian Kezia muncul dari arah kamar mandi. Dia langsung duduk bergabung dengan mereka.
"Papa dan Ibu payah nih, masa batu nikah di pantengin saja? Kami kan juga mau belajar mandiri!" ujar Kezia.
"Belajar mandiri kok bangun siang-siang!" cetus Ricky.
"Yee Papa Sitok saja deh, bang Jo aja tidak apa-apa, iya kan Bang?" tanya Kezia sambil menggelendot di bahu Jonathan.
"Iya deh, dari ada bonyok!" sahut Jonathan.
"Iiish Bang Jo Mah!" sungut Kezia.
"Jadi gimana nih, kalian jadi kemana untuk bulan madu??" tanya Ricky lagi.
"Wah, Terimakasih Pa, Bu, kalian perhatian sekali, sampai pikirin bulan madu segala!" ucap Kezia antusias.
"Ya jadi kalian mau kemana?" tanya Ricky lagi.
"Bang Jo mau kemana Bang? Aku ikut saja lah!" ujar Kezia.
"Nah Jo, keputusan ada di tanganmu!" ujar Lika.
"Aduuh aku makin bingung! Kalau aku boleh memilih, aku lebih baik bulan madu ke Bali saja!" sahut Jonathan.
Mereka saling berpandangan mendengar ucapan Jonathan.
"Bali? Tidak salah? Yang jauhan dikit napa Bang!" sergah Kezia.
"Ya udah makanya terserah Kezia, bang Jo ikut saja lah, gitu saja kok repot!" ujar Jonathan.
Setelah melalui mufakat, akhirnya di putuskan bahwa mereka akan bulan madu ke Jepang.
"Papa akan pesan tiket 4 untuk kalian berdua dan papa juga ibu!" kata Ricky.
"Lho, Papa ikutan bulan madu juga?" tanya Kezia.
"Iya dong, memangnya kalian saja!" ujar Ricky.
"Dasar Papa selalu tak mau kalah!" sungut Kezia.
"Biarin sekalian mengawasi kalian!" ujar Ricky.
"Ya sudah lah, kalau begitu Papa dan Ibu pamit dulu ya, nanti kita bicarakan lagi masalah bulan madunya!" kata Lika.
Akhirnya Ricky dan Lika amit dari apartemen Jonathan dan kembali ke rumah mereka.
****