Heart's Owner

Heart's Owner
Ulah Jonathan



Pagi datang berkunjung, sinar matahari sudah masuk melalui celah jendela di kamar Kezia.


Kezia menggeliat merasakan tubuhnya yang seperti remuk redam akibat ulah Jonathan yang kurang profesional semalam.


Kezia melirik ke arah Jonathan yang kini berbaring di sampingnya, wajah rupawan nya kini semakin terpanjang jelas.


Kezia kembali membenamkan wajahnya di dada Jonathan yang kini telah menjadi suaminya itu.


Jonathan seolah tak bergeming, dia masih asyik dalam dunia mimpinya.


Perlahan Kezia menarik sarung yang di pakai Jonathan, ada pemandangan yang membuat Kezia kerkabut gairah, junior Jonathan kembali on, padahal orangnya masih tidur.


"Ya ampun Bang, punya siapa sih itu, gemes aku bang!" gumam Kezia sambil mulai memainkan milik Jonathan.


Jonathan terlihat tenang menikmati sentuhan Kezia, hingga tiba-tiba Jonathan membuka matanya dengan sempurna.


"Kezia? Bang Jo pikir tadi mimpi ada yang mainin punya Abang, ternyata Kezia ya, jadi bukan mimpi ya?" tanya Jonathan.


Kezia tersenyum malu.


"Biar Bang Jo bangun!" sahut Kezia.


"Sudah bangun Abang Zia, pengen lagi Abang Zia!" bisik Jonathan.


"Jangan ah bang, semalam kan sudah 7 ronde, sekarang saja aku sakit kalau jalan!" sergah Kezia.


"Tapi ini mau tumpah lagi Zia, apalagi Kezia mainin dari tadi, tolong lah Zia, sekali lagi deh!" rajuk Jonathan.


"Ah ya sudah lah, aku juga dah terlanjur pengen!" sahut Kezia.


Akhirnya mereka bergumul lagi pagi itu, Jonathan pun melepaskan benih-benihnya ke dalam rahim Kezia.


Mereka terkapar kelelahan, tak lama kemudian Jonathan mengangkat tubuh polos Kezia ke kamar mandi.


Mereka mulai mandi bersama, mereka saling menyabuni dan memandikan.


"Bang Jo bahagia Zia, puas lahir bathin Abang Zia!" ucap Jonathan.


"Iya Bang, aku juga bahagia, ternyata Bang Jo perkasa, gagah, jantan, dan luar biasa!" puji Kezia.


Setelah selesai mandi dan berpakaian, mereka lalu keluar dari kamar itu dan langsung duduk bergabung di meja makan.


"Akhirnya kalian keluar kamar juga, kupikir kalian tidak akan keluar sampai besok!" sindir Ricky.


"Sudahlah Pa, kayak tidak pernah muda saja Papa!" sergah Lika.


"Walau aku pernah muda, tapi tidak seperti mereka juga kali, lebay!" cetus Ricky.


"Kalau begitu kami minta maaf deh, kalau sudah membuat heboh sejagat!" ucap Jonathan.


"Nanti sore kami akan pindah ke apartemen Bang Jo Pa!" kata Kezia.


"Kalian kenapa sih tidak tinggal di sini saja, biar ramai sekalian rumah ini!" kata Ricky.


"Kami kan ingin merasakan hidup berdua, tapi pasti kami akan sering main ke mari kok!" tambah Jonathan.


"Kalian ambilah salah satu unit rumah, kenapa harus di apartemen segala sih?" tanya Ricky.


"Tidak apa-apa sementara, tunggu Sampai uang tabungan cukup baru aku akan belikan rumah untuk Kezia!" ujar Jonathan.


"Ya ampun Jo! Kau ini menantu developer terbesar kenapa harus beli rumah segala sih!" dengus Ricky kesal.


"Sudah deh Pa, biarkan saja mereka, mereka mungkin akan lebih bangga dengan jerih lelah mereka sendiri!" kata Lika sambil mengelus dada suaminya itu.


Akhirnya sore itu Jonathan dan Kezia kembali ke apartemennya, wajah Ricky kelihatan sedih saat melepas Kezia pergi meninggalkan rumahnya.


Sejak dulu mereka selalu tinggal bersama tak terpisahkan, kini setelah Kezia menikah dia harus rela melepaskan Kezia pergi dari rumahnya.


"Papaaa!" Kezia menghambur ke pelukan Ricky sambil menangis.


"Sekarang Papa tidak mengkhawatirkanmu lagi Nak, sudah ada suamimu yang menjagamu!" ucap Ricky.


"Papa, tiap hari aku pasti bakal kangen dengan kalian, aku pasti akan sering menginap di sini!" ujar Kezia.


"Sering-seringlah menginap dengan Jonathan, kami akan sangat merindukanmu Nak!" sahut Lika.


Akhirnya Kezia dan Jonathan kembali pulang ke apartemen.


"Kezia masih kesulitan berjalan?" tanya Jonathan.


"Iya Bang!" sahut Kezia.


"Ya sudah, nanti pas naik ke atas Bang Jo gendong ya!" kata Jonathan. Kezia menganggukan kepalanya.


Setelah mereka sampai dan mulai memarkir mobil, Jonathan langsung menggendong Kezia naik ke atas dengan menggunakan lift.


Samapi di apartemennya Jonathan lalu membaringkan Kezia di tempat tidur besarnya.


"Silahkan istirahat dulu Nyonya Jonathan!" kata Jonathan.


"Wah, akhirnya kita bisa tidur berdua di apartemen ini!" seru Kezia


"Apa Kezia masih sakit?" tanya Jonathan.


"Masih lah Bang, gara-gara Bang Jo aku kesusahan jalan, aku kan malu Bang!" sungut Kezia.


"Ya sudah sini Abang bersihkan dan kompres dengan air hangat, supaya tidak sakit lagi!" Jonathan lalu kembali membuka pakaian Kezia dan membuka lebar kaki Kezia.


Jonathan lalu memgambil kapas dan air hangat, lalu mulai mengusap dan membersihkan milik Kezia.


"Geli bang! Bang Jo jangan modus ya!" kata Kezia.


"Siapa yang modus, ini supaya peredaran darah lancar dan tidak terlalu sakit lagi, maafin Abang ya, sudah buat sakit milik Kezia!" ucap Jonathan.


"Buat sakit tapi buat enak juga bang! Bang Jo jangan merasa bersalah begitu!" sahut Kezia.


Jonathan terus mengusap milik Kezia dengan air hangat sampai Kezia terlihat menikmatinya.


"Sekarang pasti sudah lebih enakan, tidak terlalu sakit lagi!" kata Jonathan.


"Iya Bang, enak banget malah!" sahut Kezia.


Tanpa sadar, kini Jonathan kembali on maksimal, dan dia pun menghentikan aktifitasnya dan langsung membalikan tubuhnya membelakangi Kezia.


"Bang Jo kenapa?" tanya Kezia.


"Ngantuk Zia!" sahut Jonathan.


"Bohong!"


"Betul!"


"Kalau pengen bilang saja, ini pintu sudah terbuka lebar, tinggal masuk saja kok repot!" tantang Kezia.


Jonathan langung terlentang dan membuka resleting celananya.


Ada yang langsung menyembul dan berdiri dengan tegaknya di sana.


Akhirnya kembali sang junior masuk ke dalam sarang ular' milik Kezia.


****


Jangan lupa dukungan akhir minggunya guys ...


Trimakasih ...