
Jonathan dan Kezia keluar dari ruangan praktek Dokter kandungan. Sepanjang koridor rumah sakit itu, wajah Kezia terlihat cemberut.
"Bang Jo buat aku malu!" cetus Kezia.
"Malu kenapa Zia? Bang Jo kan bukan maling!" tanya Jonathan.
"Bang Jo jangan tanya-tanya soal rahasia dapur kita di depan dokter atau orang lain, kalau penasaran kan bisa browsing sendiri, masa tanya tentang hubungan intim sama Dokter, aku kan jadi malu!" sungut Kezia.
"Maafin Abang ya Zia, Kirain pertanyaan Bang Jo wajar-wajar saja, ternyata membuat Kezia malu, Bang Jo janji deh tidak akan tanya yang aneh-aneh lagi sama Dokter!" ujar Jonathan yang sedikit menyesal.
Mereka akhirnya sampai di parkiran dan langsung masuk kedalam mobil mereka. Jonathan langsung mengemudikan mobilnya keluar dari rumah sakit bersalin itu.
"Bang Jo, aku lapar!" ujar Kezia.
"Kita cari makan sekarang ya sayang, kau mau makan apa?" tanya Jonathan.
"Aku kok pingin makan ketoprak yang enak ya Bang, cariin Bang!" jawab Kezia.
"Ketoprak? Ada tuh yang enak, dulu jadi langganan Bang Jo waktu masih kos, tempatnya di dekat kantor, pas di pinggir jalan raya!" kata Jonathan semangat.
"Ya sudah kita ke sana sekarang, aku lagi pengen banget!" rengek Kezia.
"Iya sayang, sabar sedikit lah, Bang Jo kan lagi nyetir, kalau ngebut malah nabrak lagi!" sahut Jonathan.
Jonathan lalu segera menuju ke arah kantornya, tempat penjual ketoprak mangkal di pinggir jalan itu.
Tak lama mereka sudah sampai, namun yang mengantri lumayan banyak.
Setelah memarkirkan mobilnya Jonathan langsung menuntun Kezia ke tempat jual ketoprak itu, yang terlihat agak ramai itu.
"Kezia mau makan di sini atau di bungkus?" tanya Jonathan.
"Makan di sini saja Bang, aku sudah lapar!" sahut Kezia.
Jonathan lalu mendekati tukang ketoprak yang terlihat sibuk meracik ketopraknya.
"Mas, ketopraknya satu ya, sedang saja jangan pedas-pedas!" kata Jonathan ke arah tukang ketoprak itu.
"Tapi ngantri Bang!" sahut si penjual ketoprak.
"Satu porsi berapa Mas?" tanya Jonathan lagi.
"Dua belas ribu Bang!" sahut penjual ketoprak.
"Istriku lagi ngidam, aku bayar lima puluh ribu ketopraknya Mas, tapi tidak pakai ngantri ya!" ujar Jonathan sambil menyodorkan uang pecahan lima puluh ribu.
"Oh, iya iya Mas, nih langsung di bikin deh, di jamin tidak antri!" bisik si penjual ketoprak takut terdengar oleh pembeli yang lain.
Tak lama kemudian Ketoprak pesanan Jonathan sudah selesai, Jonathan langsung mendekati Kezia dan duduk di dalam kios itu.
"Lho, kok Bang Jo cepat amat, memangnya tidak antri?" tanya Kezia heran.
"Sudah Kezia makan saja, kalau untuk istri tersayang tidak usah pakai antri, Bang Jo punya trik khusus supaya Kezia di dahulukan!" ucap Jonathan.
"Bang Jo sendiri kenapa tidak pesan?" tanya Kezia.
"Bang Jo mau makan yang lain Zia, lagian ini porsinya banyak sekali, Kezia tidak mungkin habis!" jawab Jonathan.
Kezia melihat ke arah piring ketoprak yang ada di atas meja, benar juga, porsinya banyak bahkan sampai hampir meluber.
"Suapin Bang!" kata Kezia manja.
"Oke sayang, Bang Jo suapin Kezia, tapi janji makan yang banyak ya, biar dedek bayinya kenyang!" ucap Jonathan.
Kemudian Jonathan langsung menyuapi Kezia, sesekali dia juga menyuapkan dirinya sendiri, mereka makan sepiring berdua.
Semua mata yang ada di situ menatap iri terhadap mereka yang terihat begitu mesra dan romantis.
"Pacarnya di suapin Bang?" tanya salah seorang pembeli ibu-ibu.
"Oalah, Abang nya kelihatan masih muda banget, kirain kalian pacaran!" sahut sang ibu-ibu.
Tak lama kemudian, ketoprak mereka habis ludes, ternyata Kezia makan lumayan banyak.
Jonathan langsung menuntun Kezia keluar dari tempat itu dan kembali masuk ke dalam mobilnya.
"Sayang sudah kenyang?" tanya Jonathan.
"Sudah Bang! Trimakasih ya, Bang Jo memang paling so sweet, tambah sayang aku sama Bang Jo!" Kezia langsung mengecup pipi Jonathan.
"Sama-sama sayang, Bang Jo senang Kezia bisa makan banyak, jangan di muntahin lagi ya sayang, nanti Bang sedih!" ucap Jonathan sambil mulai melajukan mobilnya.
"Kita mau kemana Bang? Mau langsung pulang?" tanya Kezia.
"Kita mau ke supermarket dulu sayang, Bang Jo mau beliin Kezia susu hamil, supaya sehat istri dan anak Abang!" jawab Jonathan.
"Oke deh Bang, terimakasih ya sudah perhatian sama aku!" ucap Kezia.
"Itu tanggung jawab Bang Jo Zia, apa yang Bang Jo sanggup Bang Jo akan berikan buat Kezia, itu adalah bentuk cinta Abang ke Kezia!" sahut Jonathan.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di sebuah supermarket.
Mereka langsung menuju ke gerai tempat beraneka ragam susu hamil, Jonathan langsung mengambil semua rasa dan merk dalam jumlah banyak, Kezia terkesiap melihatnya.
"Bang! Jangan berlebihan juga kali, beli secukupnya!" sergah Kezia.
"Kezia hamil kan sembilan bulan, apa salahnya beli untuk persediaan, sudahlah, pokoknya Bang Jo mau Kezia dan anak Abang sehat!" cetus Jonathan.
"Anak kita kali Bang!"
"Iya, anak kita!"
Drrt ...Drrrt ... Drrt
Ponsel di saku celana Jonathan bergetar, Jonathan langsung merogoh kantongnya dan mengusap layar ponselnya itu.
"Papa Ricky yang telepon!" bisik Jonathan. Kezia menganggukan kepalanya.
"Halo Pa!" sapa Jonathan.
"Jo, besok sudah masuk kantor ya, jangan lupa dan jangan terlambat, aku mau kau belajar banyak tentang properti!" kata Ricky.
"Iya Pa, aku ingat kok!" sahut Jonathan.
"Bagus! Sekarang kalian ada di mana? Di apartemen?" tanya Ricky.
"Bukan Pa, kami sedang ada di supermarket!" sahut Jonathan.
"Bilang sama Kezia, jangan terlalu boros belanja!" kata Ricky.
"Bukan Kezia yang ajak ke sini Pa, aku sedang membelikan Kezia susu ha ..." Tiba-tiba Kezia menutup mulut Jonathan.
Kemudian Kezia langsung mengambil ponsel Jonathan dan memutuskan sambungan telepon.
"Bang! Jangan bilang sama Papa dulu kalau aku hamil!" sergah Kezia.
"Kenapa Zia? Bang Jo pikir ini adalah berita gembira, Papa pasti senang lah di kasih cucu sama kita, Bang Jo juga mau tunjukan ke Papa kalau Bang Jo ini pejantan tangguh, yang bisa membuat Kezia cepat hamil!" ujar Jonathan.
"Bukan begitu Bang, Papa itu sejak dulu tidak mau menjadi tua, waktu mulai ada uban di kepalanya saja dia uring-uringan, dia selalu ingin tampil muda dan trendy!" jelas Kezia.
"Tapi apa hubungannya dengan kehamilanmu?" tanya Jonathan bingung.
"Kalau aku hamil berarti Papa akan punya cucu, dan dia pasti akan merasa sudah tua karena akan jadi kakek, kita cari cara dulu bagaimana cara menyampaikannya ke Papa!" jawab Kezia.
Jonathan menggaruk kepalanya masih bingung, tapi akhirnya dia menganggukan kepalanya.
****