
Jonathan turun dari taksi yang berhenti tepat di depan gang tempat kos nya.
Lalu dengan langkah gontai dia berjalan menyusuri gang itu hingga sampai di kosnya, yang siang itu suasana sedang sepi.
Bu Yani, Ibu kosnya nampak duduk-duduk santai di depan kosnya yang lumayan luas itu.
"Kau sudah pulang Jo? Ada oleh-oleh tidak nih buat ibu kos??" tanya Bu Yani tanpa basa basi.
"Ada Bu, sebentar ya!" Jonathan langsung merogoh bungkusan yang ada di dalam tas ranselnya.
"Ini Bu, saya tidak sempat mampir-mampir, ini saja waktunya mepet, dan harus bolos kerja hari ini!" ujar Jonathan yang langsung menyodorkan bungkusan oleh-oleh untuk Bu Yani.
"Apa ini Jo?" tanya Bu Yani.
"Itu dodol duren Bu!" jawab Jonathan.
"Wah, kau tau saja kesukaan ku Jo! Trima kasih ya!" ucap Bu Yani senang.
Kemudian Jonathan langsung masuk ke dalam kamar kosnya, lalu menghempaskan tubuh lelahnya di tempat tidurnya.
Saat Jonathan sudah hampir ketiduran, tiba-tiba ponselnya berbunyi, dengan kaget dia langsung meraih ponselnya yang ada di sampingnya.
Ternyata Mbak Rita yang meneleponnya, cepat-cepat Jonathan mengusap layar ponselnya itu.
"Halo Mbak Rita!"
"Jo! Kau kemana saja sih?? Teman-temanmu bekerja keras, kau belum muncul juga, dimana??" sentak Mbak Rita.
"Aduh Mbak, maaf nih, aku baru sampe kosan, baru banget, besok deh masuk!" sahut Jonathan.
"Ah, kau ini Jo, kalau pak Ricky tau, kau bakal kena sp karena ijin beberapa hari!" ancam Mbak Rita.
"Yah Mbak, ini udah siang banget, sebentar lagi aku juga mau ke kampus nih, ada ujian praktek mata kuliah!" jawab Jonathan.
"Ah kau ini, alasan saja!! Oke, besok kau harus datang lebih pagi dari biasanya!!" cetus Mbak Rita sambil mematikan ponselnya.
Jonathan langsung menyambar handuknya dan bergegas mandi, jam 3 nanti dia akan ada kuliah, Jonathan manfaatkan waktu berangkat kuliah, mengabaikan sedikit rasa lelahnya.
Setelah selesai mandi, Jonathan lalu meraih ponselnya dan menelepon Kezia.
"Halo Kezia!"
"Halo Bang? Sudah sampai Jakarta?" tanya Kezia.
"Sudah Zia, kamu di mana?"
"Di kampus Bang!" jawab Kezia.
"Bagus, tunggu Bang Jo ya, kita ketemuan di kantin seperti biasa oke?" kata Jonathan.
"Jam berapa Bang? Sekarang aku lagi ada kelas!" sahut Kezia.
"Sekarang Nih Bang Jo mau otw, nanti selesai kelas tunggu Abang di kantin ya!"
"Oke deh Bang!" jawab Kezia.
Setelah selesai telepon, Jonathan langsung meraih tasnya dan mulai berangkat ke kampus dengan menggunakan motornya.
Suasana kampus masih sepi, kelas Jonathan juga belum di mulai, Jonathan langsung menuju kantin tempat biasa dia bertemu dengan Kezia.
Tidak sampai 10 menit, Kezia nampak tergesa-gesa datang menghampiri Jonathan yang telah menunggunya.
"Hei Bang! Sudah lama ya? Sorry yah baru keluar!" kata Kezia yang langsung duduk di hadapan Jonathan.
"Tidak apa-apa Zia, Bang Jo juga masuk setengah jam lagi, nanti Kezia tunggu Abang sebentar ya, Abang cuma ada satu kelas ini hari ini, besok baru lama!" ujar Jonathan.
"Iya deh Bang, santai saja!" sahut Kezia.
"Kezia naik apa ke kampus?" tanya Jonathan.
"Aku di antar Papa bang!" jawab Kezia.
"Iya deh Bang!" sahut Kezia.
"Zia, bang Jo Kangen nih, kangen banget waktu di Medan, inget Kezia terus!" ucap Jonathan.
"Sekarang kan udah ketemu Bang!" sahut Kezia.
"Iya sih, banyak hal yang mau Abang ceritakan sama Kezia! Tapi nanti ya, tunggu Abang habis kelas dulu!" kata Jonathan.
"Ya sudah, Abang masuk sono, biar tidak telat, siapa tau bisa lebih cepat selesainya!" ujar Kezia.
"Benar juga kamu Zia, oke deh, Abang belajar dulu ya sayang, demi masa depan kita!" Jonathan berdiri dan mencubit pipi Kezia dengan gemas, lalu berjalan cepat meninggalkan Kezia menuju ke kelasnya.
****
Waktu sudah menunjukan pukul 16.30 saat Jonathan selesai kuliah, dia langsung menghampiri Kezia yang masih menunggunya sambil bermain game di ponselnya.
"Lama!" cetus Kezia saat Jonathan datang dan menyentuh punggungnya.
"Maaf Zia, tadi dosennya cerewet banget, masa Bang Jo di tanya-tanya terus, sementara yang lain tidak!" kata Jonathan.
"Dosennya cowok atau cewek?" tanya Kezia.
"Cewek!" sahut Jonathan.
"Hmm, pantesan! Modus dia bang! Supaya bang Jo lama-lama di kelas!" Kata Kezia yang langsung berdiri dan menarik tangan Jonathan keluar dari kantin.
"Kita langsung pulang yuk Bang, nanti papaku mencariku!" kata Kezia.
Mereka langsung naik ke atas motor dan mulai meninggalkan kampus.
"Kezia, maafin Bang Jo ya!" ucap Jonathan sambil mengendarai motornya.
"Kenapa harus minta maaf bang?" tanya Kezia.
"Abang tadinya mau nabung buat Kezia, tapi ternyata ada yang lebih penting dari itu, Abang mau nabung untuk bayar hutang Zia! 300 juta Zia, bukan jumlah yang sedikit kan!" ucap Jonathan.
"Hah? Hutang apa Bang?!" tanya Kezia.
"Hutang keluarga Ratna, ternyata Mama Bang Jo berhutang banyak sama mereka, Bang Jo harus kerja tambahan untuk bisa menghasilkan banyak uang, supaya bisa cepat melunasi hutang Abang!" ungkap Jonathan.
"Ya ampun Bang, jadi selama ini Abang di jodohkan sama Mbak Ratna untuk menebus hutang? Mahal amat kamu Bang!" cetus Kezia.
Tiba-tiba Jonathan menghentikan motornya di tepi jalan itu. Mereka lalu duduk di halte tempat biasa mereka ngobrol.
"Kezia, di kampung Bang Jo, Bang Jo itu banyak yang mau tau!" kata Jonathan. Kezia tertawa mendengarnya.
"Kok Bang Jo tidak memilih salah satu dari mereka, gadis kampung kan cantik dan polos Bang! Tidak seperti gadis kota, garang, galak, jutek, nyebelin ...!"
"Tapi bikin bang Jo selalu rindu siang malam!" sambung Jonathan.
"Dih, mulai lagi nih modusnya!" sungut Kezia.
"Mulai sekarang, Bang Jo harus banyak mengumpulkan uang supaya hutang Bang Jo cepat lunas, jadi hati Abang tenang untuk melamar Kezia!" ucap Jonathan sambil menatap dalam wajah Kezia.
"Bang, aku dukung Abang supaya bisa cepat kumpulkan uang, aku juga akan bantu Abang untuk meningkatkan penjualan rumah, supaya Bang Jo lebih banyak dapat komisi!" ucap Kezia.
"Trimakasih Zia, hati Abang tidak salah untuk memilih Kezia, semoga semuanya berjalan lancar ya Zia ... " Jonathan menggenggam tangan Kezia.
Ada getaran hangat yang mereka rasakan saat itu.
"Bang, sudah mau magrib, kita pulang yuk, kok perasaanku jadi tidak enak begini!" ujar Kezia.
"Kamu kenapa Zia? Kok wajahnya cemas begitu?" tanya Jonathan.
Tin ... Tin ... Tin ...
Suara klakson mobil mengagetkan mereka, Kezia membulatkan matanya saat melihat siapa orang yang mengendarai mobil itu.
*****