
Tiga hari Jonathan di rawat di rumah sakit. Hari ini dia sudah di perbolehkan pulang. Jonathan pulang ke tempat kosnya di antar oleh Kezia.
"Nih obatnya rutin di minum ya Bang, inget kata Dokter, makan yang teratur dan jangan capek-capek!" ujar Kezia memperingatkan.
"Siap calon istri, sekarang Bang Jo akan makan yang banyak, dan sudah tidak capek-capek lagi!" kata Jonathan sambil mulai merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya.
"Nah gitu dong, sekarang istirahat Abang ya, kalau mau makan pesan pakai aplikasi saja, aku pulang ya Bang, mau istirahat nih, capek nungguin Abang terus di rumah sakit!" kata Kezia.
"Iya sayang, pulang deh istirahat!" sahut Jonathan.
Kezia segera membalikan tubuhnya dan bergegas menuju pintu.
"Kezia!!" panggil Jonathan.
Kezia berhenti dan menoleh.
"Apaan lagi sih Bang, lupa minta cium??" tanya Kezia.
"Bukan Zia, Abang cuma terharu aja Papa Kezia mau angkat Abang jadi Direktur marketing, jadi makin sayang sama beliau!" ucap Jonathan.
"Papa angkat jabatan Bang Jo bukan karena Bang Jo itu calon menantunya, tapi karena memang Bang Jo berprestasi dalam pekerjaan Abang!" sahut Kezia.
"Wah, sudah kayak judul novel Bosku calon mertuaku!" kata Jonathan.
"Abang nih kebanyakan baca novel ya!"
Kezia lalu kembali membalikan tubuhnya handak keluar kamar.
"Kezia!!" Jonathan memanggil Kezia lagi.
"Apa lagi sih Bang!" kali ini Kezia tidak menoleh.
"Cium Abang dulu, sedikit!" pinta Jonathan.
"Hmm, sudah ku duga!" gumam Kezia yang kembali mendekati Jonathan dan langsung mencium pipi laki-laki itu.
"Menang banyak Abang, sudah dapat restu, dapat jabatan, dapat ciuman lagi!" seru Kezia. Jonathan tersenyum senang.
Jonathan lalu segera memejamkan matanya saat Kezia keluar dari kamar kos Jonathan.
Ceklek!
Baru saja Jonathan beranjak tidur, pintu kamarnya sudah di buka dari luar.
"Jo! Ini makanan dari cafe Rosi! Tadi ketemu Kezia di depan, katanya kau masih harus istirahat!" ujar Andri mengagetkan Jonathan.
"Trima kasih Ndri! Untung kau bawa makanan, jadi aku tidak usah pesan di aplikasi!" sahut Jonathan.
"Ngomong-ngomong selamat ya Jo, akhirnya kau bisa juga meruntuhkan hati calon mertua, malah naik jabatan lagi!" ujar Andri.
"Kau bisa saja Ndri, tapi aku tetap harus bekerja keras, ya kali aku numpang hidup sama calon mertua, aku mau tunjukan padanya, kalau bersamaku anaknya tidak akan kekurangan!" jawab Jonathan.
"Jangan lupa traktir temen Jo! Kan sudah naik jabatan!" goda Andri.
"Beres! Sudah kau keluar sana! Aku ngantuk mau tidur!" sergah Jonathan yang langsung memeluk guling nya.
*****
Keesokan harinya, Jonathan dengan penuh semangat kembali masuk ke kantor.
Baru saja dia sampai lobby, Lusi sang resepsionis berdiri dan memberinya hormat.
"Selamat pagi Pak Direktur!" ucap Lusi.
"Duh Mbak Lusi, jangan begitu dong, saya kan jadi malu!" sahut Jonathan.
"Lho, memang benar kok sekarang Pak Jonathan sudah jadi Direktur marketing, semua orang juga sudah tau, ada pengumuman resminya kok!" jelas Lusi.
Beberapa orang karyawan yang baru datang juga menunduk hormat pada Jonathan.
"Selamat Pagi Pak Direktur!" ucap mereka bersamaan.
Jonathan jadi salah tingkah sendiri, tidak biasa di perlakukan seperti itu.
Sudah ada beberapa marketing yang datang termasuk Beni, kebetulan Pak Ricky juga ada di situ untuk memantau situasi.
"Selamat pagi semua!" ucap Jonathan.
"Hei, kau salah masuk ruangan! Ini bukan ruanganmu lagi, ruanganmu itu ada khusus sendiri!" seru Pak Ricky.
"Ruangan khusus?" tanya Jonathan tak mengerti.
"Hmm, ayolah ikutlah denganku, akan ku tunjukkan ruangan barumu!" ajak Ricky sambil menarik tangan Jonathan keluar dari ruang marketing itu.
Mereka terus berjalan dan naik lift ke lantai tiga, sebuah ruangan yang cukup besar dan elegan sudah terpampang di hadapan Jonathan.
Di pintu ruangan itu bahkan sudah ada namanya. Ruang Direktur Jonathan.
Perlahan Ricky membuka pintu ruangan itu.
"Wah, bagus sekali, ini beneran ruangan saya Pak?" tanya Jonathan takjub.
"Ya iya lah, ruangan Direktur memang seperti ini, bukan hanya itu saja, kau akan dapat fasilitas satu apartemen untuk tempat tinggalmu, masa Direktur tinggalnya di kos an!" jawab Pak Ricky.
"Wah, trimakasih Pak!" seru Jonathan.
"Perusahaan juga akan memberikan fasilitas kendaraan mobil untukmu, nanti semua fasilitas itu Pak Arif asistenku yang akan mengurusnya!" jelas Ricky sambil tersenyum.
"Wah Pak, jangan repot-repot, saya cukup senang kok walau kemanapun naik motor!" ucap Jonathan. Ricky terkekeh.
"Direktur itu pakai mobil kemanapun, tunjukan wibawamu di depan semua orang!" Ricky menepuk bahu Jonathan yang masih terkesiap mendengar semua fasilitas yang akan di dapatnya.
"Pak, ini semua bukan karena saya ini calon menantu Bapak kan? Bukan karena Bapak malu kalau calon menantunya marketing kan?" tanya Jonathan.
"Jonathan! Jonathan! Kau ini polos sekali, kau lupa kemarin kau baru saja pecah rekor? Menjual 80 unit rumah dalam sebulan, sepanjang sejarah belum pernah ada yang menjual rumah sebanyak itu, Oya, komisimu juga akan segera cair, kau tau berapa jumlahnya? 20 juta kali 80 rumah yang kau jual, 1,6 milyar komisi penjualanmu Jo!" ujar Ricky.
"Wah, akhirnya, saya punya modal juga Pak buat melamar Kezia! Trimakasih Pak! Kalau bukan karena syarat yang bapak berikan, mungkin saya tidak akan pernah punya uang sebanyak itu!" seru Jonathan antusias.
"Sudahlah, sekarang kau belajar dari Pak Arif mengenai tugas dan tanggung jawabmu sebagai Direktur marketing, biar beliau saja yang menjelaskan padamu, ruangan beliau ada di samping ruanganmu!" jelas Ricky.
"Siap Pak!" sahut Jonathan.
"Bagus, mengenai Kezia, sekarang kau yang bertanggung jawab untuk mengantar jemput kuliahnya, atau kemanapun dia pergi, kau jagalah dia untukku!" ucap Pak Ricky sambil menepuk punggung Jonathan.
"Baik Pak, jangan khawatir, Kezia aman bersama saya!" jawab Jonathan.
Setelah itu, Ricky segera keluar dari ruangan Jonathan.
Jonathan langsung duduk di kursi empuk kebesarannya. Di hadapannya ada sebuah meja besar dengan komputer juga sebuah telepon.
Di sudut ruangan itu terdapat sofa yang empuk dan nyaman, toilet juga ada di dalam ruangan itu.
Drrrt ... Drrrt ... Drrrt
Ponsel Jonathan bergetar, Jonathan langsung merogohnya di saku celananya, wajah Kezia sudah terpampang di ponsel itu, Jonathan pun mengusap layar ponsel itu.
"Halo sayang ...!" sapa Jonathan.
"Bang, nanti sore aku mampir ke kantor, kata Papa temani Bang Jo untuk beli baju dan jas yang bagus, juga sepatu, kan sekarang Bang Jo jadi direktur!" kata Kezia.
"Sekarang Zia? Kan Bang Jo belum gajian, dua hari lagi ya belinya!" ujar Jonathan.
"Sekarang Bang! Papa sudah titip uangnya nih ke aku, Papa kasih uang 10 juta buat beli baju Abang, nanti kalau kurang Papa transfer lagi!" jelas Kezia.
"Ya ampun Zia, aku tidak pernah menyangka, calon mertua masa depanku ternyata baik banget! Aku makin sayang sama beliau!" seru Jonathan senang.
****
Author ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri ...Mohon Maaf lahir dan Batin ...🙏
Jangan lupa selalu dukung Author ya ...
Trimakasih ..