Heart's Owner

Heart's Owner
Melepas Rindu



Setelah Jonathan menyelesaikan lagunya, tepuk tangan dan sorak sorai dari para penonton riuh terdengar di tempat itu.


Jonathan tersenyum manis pada Kezia yang dapat dia lihat dari kejauhan.


Jonathan turun dari panggung saat artis ibu kota telah datang, diantara kerumunan orang banyak itu Jonathan mendapat banyak sekali fans dadakan.


Dia mulai kehilangan jejak Kezia.


Tiba-tiba ada yang menarik tangannya dari kerumunan orang banyak itu, Jonathan mengikutinya, ternyata Rita yang telah menarik tangannya.


"Jo! Kamu di panggil Pak Ricky tuh!" kata Rita.


"Iya Mbak!" sahut Jonathan yang


langsung masuk ke dalam gedung.


Ricky telah berdiri menunggunya dengan memasukan kedua tangannya di dalam saku celananya.


"Maaf Pak, kata Mbak Rita Bapak memanggil saya?" tanya Jonathan.


"Hei marketing! Kamu mau jadi artis dadakan atau jadi marketing saya??" tanya Ricky balik.


"Ya jadi marketing Bapak lah, tadi kan saya cuma di suruh nyanyi sama Mbak Lusi untuk menggantikan artis yang telat!" jawab Jonathan beralasan.


"Kamu itu, segala pake acara puitis segala, norak!" cetus Ricky.


"Saya kan cuma menyampaikan isi hati saya Pak, siapa tau pujaan hati saya dengar, eh beneran dengar dong, dia langsung maju ke depan Pak, rasanya saya pengen langsung lari dan peluk dia, tapi nanti saya di timpukin orang-orang lagi!" ujar Jonathan.


"Sudah! Sudah! Kau lanjutkan pekerjaanmu, lain kali kalau nyanyi ganti baju dulu, masa pakai baju seragam marketing!" sungut Ricky.


"Iya Pak, maaf deh Pak!" sahut Jonathan yang langsung berjalan cepat ke arah booth nya.


*****


Menjelang sore, baru acara launching perumahan itu selesai, para marketing nampak lelah karena harus gotong royong membereskan barang-barang dan membuat laporan.


Pak Ricky beserta koleganya dan tamu VIP nya nampak sedang meeting di sebuah meja bundar besar.


Setelah semua beres, para karyawan dan marketing pulang satu persatu, jonathan juga berjalan gontai ke arah parkiran motor, berniat akan pulang ke tempat kosnya.


Di parkiran itu hanya ada beberapa motor, di dekat motor jonathan terparkir, berdiri Kezia yang sudah menunggunya. wajah Jonathan langsung berbinar.


"Kezia?" panggil Jonathan.


"Bang Jo ... Maafin aku ya, selama ini aku tidak jujur ke Abang kalau ... "


"Ssst, sudahlah Kezia, kita jalan yuk!" Jonathan langsung menarik tangan Kezia menaiki motornya, mereka langsung bergegas meninggalkan gedung itu.


"Suara Bang Jo bagus banget!" puji Kezia.


"Oya? Bang Jo ini jarang nyanyi, demi Kezia Abang jadi nyanyi deh, Kezia suka?" tanya Jonathan.


"Suka banget Bang, Bang Jo keren banget, tuh tadi di sorakin sama cewek-cewek ... malah ada yang langsung videoin Bang Jo, liat saja nanti, paling sebentar lagi viral!" kata Kezia.


"Kezia cemburu ya, kalau Abang di sorakin cewek-cewek?" tanya Jonathan.


"Diiih! Bang Jo Ge eR nya kumat! Siapa yang cemburu?!" cetus Kezia.


Mereka terus berjalan hingga memasuki kawasan Ancol, Jonathan ingin mengajak Kezia menikmati indahnya pantai senja.


Jonathan mulai memarkirkan motornya, mereka lalu berjalan kaki menuju ke pantai dan berjalan menyusurinya.


Mereka yang tadinya berjalan berjauhan kini mulai bergandengan tangan.


"Memangnya Bang Jo tidak suka dengan cewek kaya ya?" tanya Kezia.


"Bukannya tidak suka Zia, tapi Abang minder, Abang kan orang miskin, banyak hutang lagi, Abang takut tidak bisa membahagiakan Kezia!" jawab Jonathan.


"Ya tidak juga sih, tapi Abang kan laki-laki yang harus mencari nafkah untuk istri dan anak-anak Abang nanti!" ujar jonathan.


"Diiih Bang Jo mikirnya kejauhan Ah!" cetus Kezia.


"Lho, betul Kan Zia? Memang Kezia mau Bang Jo kasih makan batu?" tanya Jonathan.


"Dulu saat kecil, Papaku sudah banyak uang, tapi aku tidak bahagia, karena Mama mengkhianati Papa, aku dan adikku menderita di tengah-tengah hidup mewah karena kurang kasih sayang ibu, untung aku bertemu dengan ibu guru cantik yang membuat Papaku jatuh cinta, mulai dari situ, aku baru tau apa itu bahagia!" ungkap Kezia.


"Bang Jo sempat berpikir untuk mundur dari Kezia, karena Bang Jo minder sama kezia, tapi rasa rindu ini yang tidak bisa Bang Jo bohongin, Abang sangat rindu sama Kezia, Bolehkan Bang Jo terus mengejar Kezia?" tanya jonathan sambil menatap dalam wajah Kezia.


Kezia menunduk tidak tahan membalas tatapan Jonathan.


"Boleh Bang ... " jawab Kezia.


Jonathan tersenyum dan membelai lembut rambut Kezia yang berantakan tertiup angin.


"Bang Jo akan berjuang, supaya suatu hari nanti bisa punya uang yang cukup untuk melamar Kezia!" ucap Jonathan.


Ada butiran bening yang jatuh dari mata indah Kezia.


"Trima kasih Bang, aku akan tunggu Abang!" lirih Kezia.


Jonathan menangkup dan menghapus air mata Kezia dengan tangannya, kemudian mengecup kedua mata Kezia.


"Bang Jo cinta sama kezia, karena kezia adalah cinta pertama Abang!" Jonathan mulai membenamkan kepala Kezia ke dadanya yang bidang.


Ada perasaan hangat dan nyaman yang Kezia rasakan.


"Apakah Kezia mau menerima Bang Jo yang saat ini belum punya apa-apa? Apakah Kezia tidak malu jalan sama Bang Jo yang miskin dan hanya punya motor ini?" tanya Jonathan.


Kezia menganggukan kepalanya sambil menangis.


"Iya Bang, aku akan dukung perjuangan Bang Jo, asal di hati Bang Jo hanya ada aku seorang, itu sudah cukup!" jawab Kezia.


"Bang Jo sayang sama Kezia, Bang Jo akan jaga kehormatan Kezia, tapi kalau cium dan peluk sedikit boleh kan Zia?" tanya Jonathan lagi.


"Boleh asal jangan modus!" sahut Kezia. Jonathan mencubit hidung Kezia yang masih berada di dadanya.


"Pulang yuk Zia, sudah gelap nih, Bang Jo akan antar Kezia sampai rumah Kezia!" kata Jonathan sambil beranjak berdiri dan menuntun Kezia.


"Iya Bang!" kata Kezia.


Tiba-tiba Jonathan berjongkok di depan Kezia.


"sini Bang Jo gendong Zia, jalan ke parkiran lumayan jauh lho!" kata Jonathan.


"Tidak usah Bang, aku jalan saja!" sergah Kezia.


"Bang Jo tidak mau Kezia capek, ayolah!" ujar Jonathan sambil melambaikan tangannya.


Akhirnya mau tidak mau, Kezia segera naik ke punggung Jonathan lalu Jonathan segera berdiri dan berjalan perlahan sambil menggendong Kezia di punggungnya.


Kezia menyandarkan kepalanya di punggung Jonathan sambil memeluk lehernya.


"Bang, kalau Papaku tidak merestui kita bagaimana?" tanya Kezia.


"Bang Jo akan terus berjuang untuk mendapatkan Kezia, juga hati Papa Kezia!" jawab Jonathan.


"Bagaimana caranya?"


"Bang Jo akan tunjukan, kalau Bang Jo ini adalah calon menantu idaman, Bang Jo akan prospek sebanyak-banyaknya di kantor Abang, uangnya buat Kezia, sambil Abang mencicil bayar hutang ke orang tuanya Ratna!" jawab Jonathan.


Tak lama kemudian, mereka sudah tiba di parkiran. Mereka langsung melaju meninggalkan tempat itu menuju rumah kediaman Kezia.


*****