
Oweeek! Oweeek!!
Terdengar suara tangisan bayi yang baru keluar dari rahim Kezia.
Jonathan menangis terharu melihat perjuangan istrinya yang sangat dia cintai itu.
Kezia juga menangis ketika perawat meletakan bayi yang baru keluar itu di dadanya.
Perlahan Jonathan mengecup kening Kezia sambil berurai air mata.
"Terimakasih ya sayang, terimakasih telah memberikan aku seorang anak yang tampan dan sehat!" bisik Jonathan.
"Anak kita Bang, mirip sekali dengan Bang Jo!" ucap Kezia.
Mereka kemudian memeluk bayi mungil itu, yang masih merah bahkan masih ada bercak darahnya karena belum di bersihkan.
Akhirnya seorang perawat mengangkat bayi itu dan memindahkannya untuk di bersihkan.
Pancaran kebahagiaan jelas terlihat pada wajah Jonathan dan Kezia.
"Bayinya sehat ya Pak, tampan, panjangnya 50 centi, beratnya 3,9 kilo!" jelas seorang perawat pada saat membersihkan dan menimbang sang bayi.
"Wah, besar juga ya Sus!" ujar Jonathan yang terkesiap melihat bayinya yang terlihat sehat dan lincah itu.
"Bagaimana tidak besar dan sehat, tiap hari Papinya rajin buatkan susu buat dedek!" timpal Kezia.
Setelah bayi itu di bersihkan, Kezia mulai belajar untuk menyusui Bayinya, pada awalnya dia kesulitan karena masih belum terbiasa, namun lama kelamaan berhasil juga.
"Jangan di habiskan semua dek! Sisakan untuk Papi!" bisik Jonathan sambil mencolek pipi bayinya.
Tak lama kemudian, Ricky dan Lika, Juga Dad Michael dan Mom Diana masuk ke dalam ruang perawatan, karena Kezia sudah pindah ke ruang rawat.
Bayi tampan itu ada di dalam box bayinya di sebelah Kezia.
"Waduh, tampan sekali bayi ini, dia akan jadi cucu kesayanganku!" ujar Ricky.
"Sini Ibu mau gendong, duh manisnya, ini wajahnya mirip sama Jo ini!" kata Lika yang langsung mengangkat sang bayi dalam gendongannya.
Mom Diana juga terlihat sangat ingin menggendong si Bayi, mereka lalu bergantian menggendong putra Kezia itu.
Sementara Jonathan duduk bersandar di tepi ranjang sambil memeluk Kezia, wajahnya nampak lelah karena beberapa lama dia menemani perjuangan Kezia untuk melahirkan buah hati mereka.
"Siapa nama bayi ini?" tanya Daddy Michael tiba-tiba.
"Aku belum memberinya nama, mau kasih kesempatan orang tua untuk memberikan nama anak ini!" kata Kezia.
"Aku ingin memberi nya nama, bagaimana kalau namanya Steve Rowett? karena dia laki-laki dari keturunanku!" ujar Daddy Michael.
"Enak saja, dia juga ada darah Indonesia, keturunanku juga, aku mau kasih dia nama Thomas Putra Pratama!" tukas Ricky.
"Aduuuh kenapa jadi ribut urusan nama?" sergah Lika.
"Bagaimana kalau namanya di gabung saja? Nama pilihan Papa dan pilihan Daddy?" usul Jonathan.
"Iya, jadi adil kan!" tambah Kezia.
"Namanya jadi panjang dong!" kita Lika.
"Tidak apa-apa panjang Bu, yang penting aku dan adil!" ujar Kezia.
"Namanya jadi Thomas Putra Steve Pratama Rowett!" cetus Jonathan.
"Bagus! Papa setuju Jo!"
"Daddy juga setuju!!"
Ceklek!
Nando tiba-tiba muncul sambil membawa sekeranjang buah dan beberapa bungkusan.
"Mana nih keponakan pertama, dan yang pertama kali memanggilku Om?!" tanya Nando.
"Aku di sini Om Nando, ayo gendong aku!" sahut Kezia yang kini sedang menggendong bayinya.
Nando kemudian mulai mencoba menggendong bayi Kezia.
"Awas hati-hati Do! Lecet sedikit kau aku tuntut!" cetus Jonathan.
"Tenang Bang, aku sering menggendong anak kucing kok!" sahut Nando.
"Kau pikir bayiku anak kucing!" sungut Jonathan.
"Kau masih juga jalan sendirian Do! Apa kau tidak berminat punya pacar gitu?" tanya Kezia.
"Malas Kak, aku lagi fokus mengelola perusahaan Ayah, lumayan berkembang setelah aku pindahkan ke Indonesia, cuma di Malaysia masih produktif juga, jadi ada dua yang aku kelola!" jelas Nando.
"Wah, kau hebat juga Do, lalu kuliahmu bagaimana?" tanya Jonathan.
"Aku pindah kuliah di Jakarta Bang, itu juga aku ambil kuliah sore!" jawab Nando.
"Kalau kau ada perlu apa-apa, ada kendala apa atau masalah apapun, cerita sama Papa ya Do!" ujar Ricky sambil menepuk bahu Nando.
"Iya Pa!" sahut Nando.
Akhirnya setelah hari menjelang sore, para pengunjung sudah pulang karena pasien harus beristirahat.
Tinggal Jonathan yang menemani Kezia di ruang rawat VIP itu.
Tak henti-hentinya Kezia memandang buah hatinya sambil menyusuinya, tidak di sangka kini dia sudah menjadi seorang ibu.
"Kenapa bayi kita selalu saja menyusu Zia, kapan giliran Papinya?" tanya Jonathan.
"Hush! Kau ini Bang, ingat ya, kau harus puasa selama dua bulan, jangan menyentuhku!" sahut Kezia.
"Yah, kalau Abang tidak tahan bagiamana Zia?" tanya Jonathan.
"Terserah Abang, pokoknya aku tidak boleh di sentuh, awas ya jangan cari pelampiasan ke yang lain, Abang sudah punya buntut sekarang!" jawab Kezia.
Jonathan lalu mengambil bayinya dalam gendongan Kezia, dia mulai menimang dan menggendongnya, sesekali dia mengecup wajah bayi mungilnya itu.
"Anak Papi yang ganteng, berarti dulu Papi juga seganteng kamu ya Nak, cepat besar ya, nanti bantu Papi di kantor, kita sama-sama mengelola perusahaan Opa dan Kakek!" ucap Jonathan pada bayinya itu.
Bayi itu pun terlelap dalam gendongan Jonathan.
Bersambung ....
****
Besok adalah episode terakhir ya guys ...
Nanti akan ada cerita baru yang akan dirilis besok dengan Judul "Perjaka Tampan dan Wanita Malam"
Jangan lupa dukung dan favoritkan.
Cerita yang akan datang berkisah tentang Nando dan kehidupannya yang unik, jadi kalau kalian kangen sama bang Jo dan Kezia, mereka juga akan menjadi tokoh di dalam cerita baru tersebut.
Terimakasih ...🙏😘