
Kezia duduk di tepi ranjangnya yang bertabur bunga. Sementara Jonathan duduk di sebelahnya.
Entah mengapa mereka saling terlihat canggung satu sama lain. Bahkan mereka tidak ada yang memulai pembicaraan, mereka begitu kaku dan malu.
"Duh Bang, kok aku deg degan ya!" ujar Kezia.
"Sama Abang juga Zia, Kezia ganti baju duluan deh, Bang Jo tunggu sini!" kata Jonathan.
Kezia lalu segera beranjak dari duduknya, dia segera melangkah ke kamar mandi.
"Bang, tapi aku tidak bisa membuka resleting gaunku ini, bisa di bantu?" tanya Kezia.
Jonatan lalu beranjak mendekati Kezia dan membantu membukakan resleting gaun Kezia.
Hingga punggung Kezia yang putih bersih nampak terlihat.
"Waw, amazing! Betapa sempurnanya cipataan Tuhan!" seru Jonathan takjub.
Jonathan yang tidak tahan langsung mengecupi punggung Kezia, hingga Kezia merasa kegelian.
"Kita mandi bareng saja lah Zia, sudah sah ini kita!" ujar Jonathan dengan nafas terengah-engah.
"Jangan lah Bang, sudah Bang Jo sana! Aku mandi duluan!" Kezia lalu mendorong tubuh Jonathan keluar dari kamar mandi.
Akhirnya Jonathan kembali menunggu di tepi ranjang.
Sekitar 15 menit Kezia sudah selesai mandi, dia memakai lingerie yang di belikan oleh ibunya, Jonathan terkesiap menatap Kezia tak berkedip.
"Ibu apaan sih kasih piyama kurang bahan begini!" sungut Kezia.
"Aduh Zia, rasanya Bang Jo langsung mau terkam saja!" ujar Jonathan.
"Jangan jadi singa dulu deh Bang, main terkam saja! Mending mandi sana! Kalau tidak di tunda sama malam pertamanya!" ujar Kezia.
"Eh jangan dong, okelah kalau begitu, bang Jo akan mandi, tunggu Abang ya sayang!" Jonathan lalu beranjak menuju ke kamar mandi.
Sekitar 10 menit kemudian Jonathan sudah keluar dari kamar mandi, dia hanya mengenakan sarung yang dililitkan di pinggangnya.
"Mau ronda Bang!" ledek Kezia.
"Biar langsung Joss!" sahut Jonathan.
"Aku tutup mata ya Bang!" kata Kezia.
"Lho kok tutup mata sih? Mana asyik?" kata Jonathan.
"Biarin, dari pada shock!" sahut Kezia.
"Shock kenapa? Ada yang serem dari Bang Jo?" tanya Jonathan.
"Ada deh!"
"Tuh kan mulai lagi!" sungut Jonathan.
Perlahan Jonathan mulai mendekati Kezia yang tidur membelakanginya.
Jonathan lalu mulai mengecup kening dan bibir Kezia, ciuman itu semakin panas. Namun mereka membiarkannya karena mereka sudah suami istri.
"Zia, Bang Jo mau kenalin junior Abang ke Kezia, supaya Kezia tidak kaget!" ujar Jonathan.
"Kenapa bisa kaget Bang? Ukurannya di atas rata-rata ya?" tanya Kezia.
"Bukan cuma itu Zia, kata Papa Ricky Bang Jo harus kenalin dulu penampakannya, supaya Kezia bisa terima dan tidak shock!" jawab Jonathan.
"Aduh Papa nih, kepo aja urusan malam pertama orang! Bikin malu saja!" cetus Kezia.
"Bang Jo sudah On maksimal nih Zia, Kezia siap-siap ya jangan kaget!" Jonathan lalu menyingkapkan sarungnya.
Kezia melotot saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
"Ya ampun Bang, bener apa yang di bilang Nando, punya Bang Jo di atas rata-rata, aduh Bang aku jadi pingin mainin junior Abang!" ucap Kezia dengan mata penuh gairah.
"Lho, jadi Kezia tidak takut? Jadi yang di bilang Nando itu soal junior? Dasar Nando!" sungut Jonathan.
"Aku suka Bang, junior Bang Jo bagus banget, perfect!" ujar Kezia yang langsung menangkap milik Jonathan dengan tangannya, lalu mulai memainkannya, membuat Jonathan semakin tak karuan.
Hingga setelah puas bermain-main dengan kepunyaan masing-masing, Jonathan bermaksud menyatukan tubuh mereka.
"Siap ya Zia, tahan karena ini akan sakit, tapi Bang Jo sayang sama Kezia, Bang Jo persembahkan keperjakaan Bang Jo untuk Kezia!" ujar Jonathan.
"Sama Bang, aku serahkan juga keperawanan aku buat Bang Jo!" balas Kezia.
Lalu Jonathan mulai mengarahkan miliknya ke milik Kezia, karena tidak pengalaman, Jonathan langsung saja menerobos tanpa Tedeng aling-aling.
"Aaaargggh!!" Jerit Kezia.
Suara Kezia terdengar sampai ke penjuru rumah. Membuat seisi rumah terpana.
"Dasar Jo, sudah di training masih juga menerobos!!" sungut Ricky.
"Sakitt Bangg!!!!" jerit Kezia.
"Maaf Zia, Maaf, jadi harus bagaiamana ini, sudah terlanjur masuk, sekalian lah dimainkan!" ujar Jonathan.
Akhirnya Jonathan mulai memainkan aksinya Hingga Kezia tak lagi merasa sakit.
Darah mulai menetes ke seprei itu.
Tok ... Tok ... Tok
"Main yang slow Jo!! Jangan buru-buru!!" teriak Ricky dari balik pintu.
*****
Besok lagi Guys, author kurang pandai buat yg ehem ehem
Dari eps awal gak eprnah ada adegan plus plus