
Setelah berembuk dengan keluarga inti, di putuskan bahwa pernikahan Kezia dan Jonathan yang akan di laksanakan pada hati Sabtu Minggu ini, akan di adakan di tempat kediaman Ricky yang besar.
Dengan pertimbangan bahwa semua keluarga besar beserta kolega bisa dengan mudah untuk datang, apalagi Kezia dan Jonathan sangat ingin pernikahan mereka di adakan di rumah dengan tema outdoor park.
Lia dan Burhan, adik dari Lika sudah datang dari Jogja. Nando juga sudah datang dari Malaysia.
Semua anggota keluarga sudah mulai berdatangan.
Sementara keluarga Binsar juga sudah tiba dari Medan, mereka menginap di apartemen Jonathan karena apartemen Jonathan sepi. Sekalian menemani persiapan Jonathan untuk menjadi mempelai pengantin pria sebentar lagi.
Om dan Tante Purba tidak nampak datang, hanya Ratna yang datang seorang diri, dan kini dia kembali ke tempat kosnya.
Rumah Ricky kini di sulap jadi tempat resepsi yang indah dan elegan, mereka memanggil dekorasi profesional.
"Kak Kezia!" panggil Nando sore itu.
"Ada apa Do?" tanya Kezia.
"Ada yang aku mau bicarakan sama kakak!" jawab Nando.
"Bicara apa sih Do?" tanya Kezia.
"Bicara empat mata lah, aku harus bicara ini demi kebaikan kakak!" sahut Nando.
"Apaan sih? Bikin penasaran saja!" sungut Kezia.
Akhirnya Nando mengajak Kezia bicara di bangku taman rumahnya.
"Nah, sekarang mau ngomong apa?" tanya Kezia tak sabar.
"Begini kak, sebentar lagi kan kakak menikah sama bang Jo, sebelum itu aku mau kasih tau satu hal dulu supaya kakak tidak kaget nanti!" ucap Nando.
"Kaget kenapa sih Do? Bikin penasaran aja deh!" sungut Kezia.
"Waktu itu kan aku pernah gantiin baju Bang Jo, jadi nih juniornya Bang Jo itu di atas rata-rata lho ukurannya, nanti kak Kezia jangan kaget ya, makanya aku kasih bocoran dulu, nanti Kak Kezia pingsan lagi!" kata Nando. Kezia melotot.
"Nando Ish! Tidak tau malu!!" cetus Kezia.
"Eh, ini fakta lho kak, dari pada kakak shock nanti pas malam pertama!" ujar Nando.
"Kamu anak kecil sudah deh jangan banyak omong!" sungut Kezia sambil berlalu meninggalkan Nando.
"Harusnya Kak Kezia terimakasih sama aku karena aku sudah kasih bocoran, aku kan tau Kak Kezia polos soal begituan!" seru Nando saat Kezia sudah jauh melangkah.
Sementara itu, Ricky berkunjung ke apartemen Jonathan untuk memberikan wejangan dan nasihat sebelum mereka benar-benar menjalani biduk rumah tangga.
Ricky mengajak Jonathan bicara empat mata sebagai sesama laki-laki.
"Apa yang mau Papa bicarakan padaku?" tanya Jonathan saat mereka sudah duduk di sofa ruang tamu Jonathan.
"Jo, hari Sabtu ini kau akan menikah dengan Kezia, apakah kau sudah siap lahir batin?" tanya Ricky.
"Siap Pa!" sahut Jonathan mantap.
"Kau ini masih sangat muda Jo, pasti kau juga punya hasrat yang bergelora, jangan terlalu bersemangat waktu malam pertama nanti, kau harus pintar membaca situasi, Kezia walau dia wanita modern tapi dia sangat polos!" ujar Ricky.
"Apa maksud Papa?" tanya Jonathan.
"Ah Papa, aku jadi malu!" sahut Jonathan.
"Kau tak perlu sungkan padaku, kita kan sama-sama laki-laki, dan aku tau kau sangat perkasa, terbukti saat di kantor kau tegang terus tidak berhenti!" jelas Ricky.
"Iya Pa, nanti aku akan belajar pelan-pelan, mudah-mudahan semuanya berjalan lancar ya Pa, karena aku juga belum pengalaman hehehe!" ujar Jonathan sambil menggaruk kepalanya.
"Oke, kalau kau ada pertanyaan jangan sungkan tanyakan padaku, siapkan dirimu untuk hari pernikahanmu besok!" kata Ricky.
Tak lama kemudian Ricky pamit meninggalkan apartemen Jonathan.
Malam itu Jonathan tidak bisa tidur, di gelisah memikirkan tentang hari pernikahannya yang tinggal sejengkal lagi.
Sementara Binsar dan Ayahnya terlihat sudah nyenyak tertidur.
Ting tong
Terdengar suara bel pintu apartemen Jonathan.
Jonathan langsung membuka pintu apartemennya itu, dia sedikit terkejut ternyata Ratna sudah berdiri di hadapannya.
"Ratna?"
"Maaf Bang, Bapak dan Mamak tidak bisa datang, jadi aku yang akan mewakili mereka!" kata Ratna.
"Iya Ratna, tidak apa-apa, ada yang bisa Bang Jo bantu?" tanya Jonathan.
"Sebentar lagi Bang Jo akan menikah, bo-bolehkah aku minta kenangan sekali saja seumur hidupku?" tanya Ratna.
"Katakan apa yang kau inginkan Ratna?" ucap Jonathan.
"Bolehlah aku memeluk Abang untuk yang terakhir kalinya?" tanya Ratna. Jonathan tertegun mendengarnya.
Perlahan Jonathan menganggukan kepalanya.
Kemudian Ratna langsung memeluk Jonathan dengan erat, pelukan untuk yang terakhir kalinya.
Ratna menangis di dada bidang Jonathan. Jonathan kemudian mengusap kepala Ratna.
"Ratna pasti akan dapatkan kebahagiaan, Bang Jo akan selalu mendoakan Ratna, di luar sana banyak laki-laki yang tulus sama Ratna, Ratna belajar buka hati ya!" ucap Jonathan.
Ratna menganggukan kepalanya. Kemudian dia melepaskan pelukannya.
"Terimakasih Bang!" ucap Ratna.
"Iya Ratna!"
"Kalau begitu aku pamit bang, selamat malam!" Ratna kemudian berlalu meninggalkan apartemen Jonathan.
Jonathan menatap Ratna dengan pandangan yang sendu.
****
Maaf Guys ... karena kondisi belum fit jadi blm bisa up banyak, tetap dukung Author yuk biar tetap semangat.
Terimakasih!🙏