Heart's Owner

Heart's Owner
Ada Yang Berubah



Rosi sedang mengajari karyawan barunya yang kelak akan membantunya, tiba-tiba dari arah luar masuk seorang gadis cantik yang berpakaian sederhana dengan membawa sebuah tas besar dan beberapa barang bawaan.


Gadis itu duduk di salah satu kursi cafe di dekat pintu keluar, wajahnya terlihat lelah.


Karena baru pertama kali melihat gadis itu, Rosi pun segera menghampirinya, berniat menawarkan sesuatu karena gadis itu nampak seperti orang yang bingung.


"Mau pesan apa Mbak?" tanya Rosi ramah.


"Aku pesan minuman dingin apa saja yang penting bisa menyegarkan mulutku, di luar panas sekali!" jawab gadis itu.


Rosi segera memanggil salah satu karyawannya untuk membuatkan minuman dingin untuk Gadis itu.


"Mbaknya dari mana ya? Sepertinya baru pertama kali ke cafe saya?" tanya Rosi.


"Aku dari Medan Mbak, namaku Ratna, aku batu sampe di Jakarta, aku sedang mencari alamat kos ini!" ujar gadis yang ternyata adalah Ratna itu sambil menyodorkan secarik kertas.


Rosi mengamati nama dan alamat yang ada di kertas tersebut.


"Ini seperti alamat kosnya bang Jonathan!" gumam Rosi.


"Nah ya benar Mbak, aku memang sedang mencari alamat kosnya Bang Jo, dia itu pacarku yang sedang merantau ke Jakarta!" jawab Ratna antusias.


Tak lama, minuman dingin pesanan Ratna sudah tiba, Ratna langsung meneguknya sampai nyaris habis.


"Jadi mbak nya ini pacarnya Bang Jo ya? Oya, saya Rosi" ucap Rosi.


"Iya betul, lho, kok Mbaknya kenal sama pacar saya?" Ratna balik bertanya.


"Ya kenal lah, dia langganan di sini kok, lagian juga tempat kosnya ada di belakang cafe ini, tinggal masuk gang sedikit, sampe deh!" jelas Rosi.


"Waah, kebetulan dong, jadi aku tidak salah alamat kan? Habis ini aku langsung kesana ya!" ujar Ratna.


"Tapi Mbak, Bang Jo belum pulang kerja, biasanya dia pulang sekitar jam 3 an, tunggu saja sebentar lagi, dia biasanya suka mampir kok kesini!" kata Rosi.


"Tidak apa-apa Mbak Rosi, aku telepon dia saja!" Ratna segera mengambil ponsel dari dalam tasnya, kemudian mulai menelepon Jonathan.


"Halo Bang Jo! Aku sudah sampe lho, sekarang ada di cafe Rosi, Bang Jo langsung kesini ya!!" kata Ratna semangat.


"Sudah sampe? Cepat sekali!" jawab Jonathan.


"Iya Bang, nih aku bawain oleh-oleh banyak buat Bang Jo!" ujar Ratna.


"Ya sudah, Abang langsung ke sana ya, tunggu Abang!" kemudian teleponpun di matikan.


Ratna nampak tersenyum senang.


"Tuh kan Mbak Rosi, Bang Jo kalau ku telepon pasti langsung datang!" kata Ratna.


"Iya, lagian juga kan kantornya dekat, tuh gedungnya sudah kelihatan dari sini!" Kata Rosi sambil menunjuk ke sebuah gedung tinggi tepat di depan cafenya.


"Wah, Bang Jo hebat! Dia kerja di gedung sebesar itu, makin bangga aku jadi pacarnya!" seru Ratna gembira.


"Nanti Mbak Ratna mau menginap dimana?" tanya Rosi. Ratna nampak berpikir.


"Di mana ya? Duh, kan tidak mungkin aku tidur di kamarnya Bang Jo, kita kan belum nikah ..." gumam Ratna.


"Memangnya berapa lama sih Mbak Ratna di Jakarta?" tanya Rosi.


"Paling cuma semingguan Mbak, aku kesini kan dalam rangka liburan sekolah, aku ini guru SD!" jelas Ratna, Rosi hanya manggut-manggut mendengarkan.


"Waah, selamat ya mbak Rosi, sudah mau menikah rupanya, pasti lagi bahagia nih!" ujar Ratna.


Tak berapa lama kemudian Jonathan sudah muncul dari arah luar, dia segera menghampiri meja di mana Ratna dan Rosi sedang mengobrol.


"Nah itu Bang Jo!" kata Rosi. Ratna langsung menoleh kearah Jonathan yang kini audah duduk di sebelahnya.


"Apa kabar Ratna?" tanya Jonathan.


"Baik Bang, Bang Jo makin ganteng saja!" jawab Ratna sambil menatap ke arah Jonathan dengan tatapan penuh rindu.


"Mbak Rosi, aku pesan jus jeruk ya, Ratna mau apa?" tanya Jonathan.


"Sama deh Bang, jus jeruk!" sahut Ratna.


Rosi segera menyuruh karyawannya lagi untuk membuatkan jus jeruk.


"Ehm, aku kebelakang dulu ya, kalau perlu apa-apa jangan sungkan panggil aku, kalau Mbak Ratna jadi menginap, aku akan kasih kunci kamar kosnya, supaya barang-barangnya bisa di taruh!" kata Rosi yang segera bangun dari duduknya.


"Iya Mbak Rosi, trima kasih!" ucap Ratna.


Rosi menganggukan kepalanya dan segera berlalu meninggalkan mereka berdua.


Tak lama jus jeruk pesanan mereka sudah datang, Jonathan langsung menyeruput jus jeruknya.


"Bang Jo betah kerjanya?" tanya Ratna.


"Iya Ratna, Abang betah sekali, banyak pengalaman di sini!" jawab Jonathan.


"Syukurlah kalau Abang betah, aku kan jadi senang, tapi kok keliatannya Bang Jo berubah deh!" kata Ratna.


"Berubah gimana? Biasa saja kok!" tukas Jonathan.


"Ya berubah jadi makin dingin, masa pacarnya baru datang dari Medan bukannya di peluk kek, atau diapain kek, ini malah biasa saja!" ujar Ratna.


"Kan Ratna tau dari dulu Abang begitu, sudahlah, kok jadi bahas itu, orang tuamu sehat?" tanya Jonathan.


"Sehat Bang, bapak bilang kapan Bang Jo mau melamar Ratna?"


"Uhuk!! Uhukk!!"


Jonathan langsung terbatuk-batuk, Ratna mengelap bibir Jonathan dengan tissue.


"Pelan-pelan Bang, masa minum jus saja bisa keselek!" ujar Ratna.


"Maaf Ratna, Bang Jo belum siap untuk masalah itu!" ucap Jonathan.


"Kenapa Bang? Mau tunggu apalagi? Bang Jo sudah kerja, aku bisa kok pindah mengajar di Jakarta, untuk masalah biaya pernikahan bapak bilang jangan kuatir!" kata Ratna.


"Bukan karena itu Ratna, sudahlah, baru saja Bang Jo merantau ke Jakarta, nanti lain kali baru kita bahas itu lagi ya!" ucap Jonathan sambil mengelus rambut Ratna.


"Hmm, ya sudah deh, aku capek nih bang, mau istirahat, Mbak Rosi nawarin aku nginep di tempat kosnya, anterin aku yuk bang!" kata Ratna. Jonathan Menganggukan kepalanya.


"Yuk Ratna, Abang bantu bawa barang-barangnya!" sahut Jonathan sambil berdiri dan mengangkat sebagian dari barang bawaan Ratna.


****