Heart's Owner

Heart's Owner
Permohonan Maaf



Kezia melotot ke arah seseorang yang sangat tidak asing baginya, Robby, mantannya yang kini sangat di bencinya sudah berjalan mendekatinya, dia berjalan seorang diri, sementara Kezia berdiri terpaku dan menatapnya tajam. Sementara Jonathan langsung mundur sambil membereskan meja booth.


"Kezia, akhirnya aku menemukanmu, maafkan aku Kezia, waktu itu aku khilaf, sekarang aku sudah tidak ada hubungan apapun sama Nita!" kata Robby dengan penuh keyakinan.


"Kau tau dari mana aku disini?" tanya Kezia ketus.


"Aku tadi, ke kantor Papamu, aku tau alamat kantornya dari internet, aku sengaja menyusulmu ke Jakarta, untuk menjelaskan kalau ..."


"Cukup!! Aku muak melihatmu, aku paling benci pengkhianatan, lebih baik kau pergi jauh-jauh dariku!" sentak Kezia.


Jonathan yang sedang membagikan brosur terkejut mendengar suara Kezia yang melengking itu.


"Kezia, aku tau kau masih mencintaiku, tiga tahun kita bersama Kezia, banyak kenangan indah yang telah kita lalui bersama!" ucap Robby sambil menautkan kedua tangannya. Wajahnya benar-benar penuh pengharapan.


"Tidak! Siapa bilang aku masih mencintaimu? Bahkan aku sangat muak melihat tampangmu! Lebih baik kau pulang sana ke Jogja, kembali sama si Nita!" seru Kezia.


"Tidak Kezia, Nita sudah di jodohkan oleh orang tuanya, lagi pula aku tidak terlalu mencintai dia, aku lebih mencintaimu Kezia!" sanggah Robby.


"Hmm, giliran Nita di jodohkan, kau mau kembali padaku!! Dasar laki-laki tak ada akhlak!!" sentak Kezia.


"Aku minta maaf Kezia, maafkan aku!" ucap Robby dengan wajah memelasnya.


Tiba-tiba Kezia menggandeng tangan Jonathan, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Jonathan. Jonathan terkejut melihat kelakuan Kezia yang mendadak ini.


"Hei Robby, aku sudah punya pacar! Ini pacar baruku, dia ganteng kan?! Kau pergi saja dari hadapanku! Aku sudah tidak mencintaimu lagi!!" sengit Kezia.


"Tidak mungkin! Kau pasti bohong!" sangkal Robby.


Jonathan hendak menarik tangannya, namun kaki Kezia menginjak kaki Jonathan memberikan isyarat.


"Robby! kau pergi dari hadapanku sekarang atau ku panggilkan satpam karena kau menggangguku!" ancam Kezia.


"Baiklah Kezia, tapi asal kau tau, aku tidak akan menyerah untuk kembali mengejarmu!!" ujar Robby yang langsung bergegas pergi meninggalkan Kezia yang masih menggandeng tangan Jonathan.


Setelah Robby pergi, Jonathan langsung menepiskan tangan Kezia dari bahunya.


"Apaan sih ngaku-ngaku pacar segala!!" sengit Jonathan.


"Sorry, terpaksa supaya dia cepat pergi!" sahut Kezia.


"Tapi jangan aku dong yang jadi korban!" protes Jonathan.


"Kan aku tadi sudah minta maaf! Gara-gara dia hatiku sakit, dia sudah menusukku dari belakang, dia benar-benar brengsek!!" Tiba-tiba Kezia menangis di pelukan Jonathan, menumpahkan seluruh isi hatinya.


Jonathan yang bingung dan gelagapan tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan Kezia menangis menumpahkan isi hatinya dan meluapkan emosinya.


"Jadi ini yang membuatmu hendak bunuh diri waktu itu?" tanya Jonathan. Kezia Menganggukan kepalanya.


"Aku hanya menumpahkan isi hatiku, tidak sungguh-sungguh bunuh diri juga, itu kan dosa!" ungkap Kezia di tengah-tengah tangisnya.


"Baguslah kalau kau masih ingat dosa! Kalau dia tidak baik untukmu, kau lupakan saja! Cari yang lain kan masih banyak!" ujar Jonathan sambil menepuk-nepuk bahu Kezia.


Kezia mengangkat wajahnya, di tatapnya wajah Jonathan dengan dalam, entah mengapa jantungnya terus berdegup dengan cepat, melihat mata teduh yang berhasil menyihir perasaannya seketika.


"Trima kasih!" ucap Kezia.


"Ya, sekarang sudah siang, sudah waktunya istirahat makan siang, kau mau makan dimana?" tanya Jonathan.


"Terserah kamu deh Bang, aku ikut!" jawab Kezia.


"Jangan terserah aku, aku biasa makan di rumah makan Padang atau di warteg!" sahut Jonathan.


"Iya ya, kalau begitu terserah kamu deh, aku ikut, kan kamu yang orang Jakarta!" kata Jonathan.


Akhirnya mereka menutup sementara booth mereka, kemudian Kezia mengajak Jonathan makan di sebuah restoran cepat saji di mall itu.


"Kalau tiap hari kita makan di sini, bisa bangkrut aku!" kata Jonathan. Kezia tertawa melihat tingkah Jonathan, padahal dirinya sering makan di tempat ini bersama dengan keluarganya. Makanan sudah tersaji di hadapan mereka.


Drrt ... Drrrt ... Drrt ...


Tiba-tiba ponsel Jonathan bergetar, Jonathan langsung merogoh ponselnya lalu mengusap layar yang ada di ponselnya itu. Ternyata Ratna yang meneleponnya.


"Halo Ratna!" sapa Jonathan.


"Halo Bang, sedang sibuk tidak, Bang Jo sudah makan?" tanya Ratna.


"Nih sekarang Abang lagi makan, kebetulan lagi istirahat!" sahut Jonathan.


"Gimana kerjanya Bang, Abang betah kerja di sana?"


"Ya betah lah, ini kan baru permulaan Ratna, gimana kabar Bapak dan Ibumu? Sehat?" tanya Jonathan.


"Sehat Bang, mereka menanyakan Abang!" jawab Ratna.


"Salam buat mereka ya, nanti kalau Abang sudah gajian, Abang kirim sebagian gaji Abang buat mereka, walau bagaimana mereka sudah banyak bantu Abang waktu di Medan!" ucap Jonathan.


"Gampang Bang, yang penting keperluan Abang saja dulu, ya sudah deh Bang, terusin makannya, Aku kangen sama Abang!" ucap Ratna.


"Iya Ratna, Abang juga kangen!" Kemudian telepon di matikan.


Jonathan kembali melanjutkan makannya. Sementara Kezia terlihat murung dan cemberut.


"Siapa Bang? Pacar?" tanya Kezia to the poin.


"Iya Kezia, dia pacarku, namanya Ratna, dia guru SD di Medan!" sahut Jonathan.


"Bang Jo sudah lama pacaran sama dia?" tanya Kezia lagi.


"Yah, sudah setahunan lah, sebenarnya aku kenal dari kecil, dia masih kerabat jauh, cuma setahun ini aku mencoba untuk menjajakinya!" jawab Jonathan.


"Maaf ya Bang, tadi aku ngaku-ngaku sebagai pacarmu, supaya mantanku yang kurang ajar itu cepat pergi!" ucap Kezia sambil menghela nafas panjang.


"Tidak apa-apa, santai saja!" sahut Jonathan.


"Dan untuk masalah KTP mu yang ku coret-coret itu, aku juga minta maaf!" ujar Kezia.


"Ya, aku memaafkanmu, lupakan saja!" sahut Jonathan. Padahal waktu itu dengan jelas Kezia mendengar kalau Jonathan tidak memaafkannya atas perbuatannya, kenapa hari ini kata maaf meluncur begitu mudahnya dari bibirnya.


"Tadi aku juga sudah memelukmu, aku minta maaf, kalau pacarmu tau dia pasti akan marah padamu!" ucap Kezia.


"Ya, aku memaafkanmu, aku tau kau tak sengaja melakukannya!" jawab Jonathan.


Kezia menggigit bibirnya, ada perasaan perih di sudut hatinya yang terdalam, tapi ini bukan karena Robby yang mengkhianatinya, ini bahkan jauh lebih sakit dan perih, yang Kezia sendiri tidak tau mengapa itu bisa terjadi di dalam dirinya dan hatinya yang terdalam.


"Bang Jo, pacar Abang cantik tidak?" tanya Kezia tiba-tiba. Jonathan menghentikan makannya.


"Dia cantik, polos, baik, lugu, lembut, tidak seperti gadis kota yang kalau berteriak keras-keras dengan suara melengking, membuat orang lain ngeri mendengarnya!" kata Jonathan.


Entah mengapa, tiba-tiba hati Kezia bertambah perih mendengar perkataan Jonathan.


*****