Heart's Owner

Heart's Owner
Jonathan Panik



Jonathan masih di rumah sakit menunggui Ratna Sampai Beni kembali.


Hingga jam 8 pagi baru Beni terlihat sudah kembali. Jonathan buru-buru menghampirinya.


"Ben, gimana ibumu? Semua baik-baik saja kan?" tanya Jonathan cemas.


"Baik Jo, ibuku tidak apa-apa, makanya aku langsung balik kesini nunggguin Ratna, kasihan kau kan ada Kezia!" kata Beni.


"Iya Ben, syukurlah kalau kondisi ibumu baik-baik saja, kalau begitu aku langsung cabut ya Ben, aku takut Kezia sudah bangun!" kata Jonathan.


"Oke deh Jo, kau hati-hati ya!" seru Beni.


"Titip Ratna Ben!" teriak Jonathan.


"Beres!" sahut Beni.


Dengan agak terburu-buru, Jonathan langsung menuju ke arah mobilnya yang terparkir, dia langsung melajukannya cepat menuju ke apartemennya.


Jonathan langsung membuka pintu apartemennya itu, alangkah terkejutnya dia ketika melihat Kezia sudah tidak ada lagi di tempat tidurnya.


Dengan cepat Jonathan meraih ponselnya dan mulai menelepon Kezia, namun beberapa kali mencoba telepon, tetapi tidak di angkat juga, Jonathan mulai merasa khawatir.


"Kezia, maafin Abang Zia, Bang Jo terlalu lama ya tinggalin Kezia!" gumam Jonathan menyesal.


Akhirnya Jonathan menelepon ke rumah Ricky.


"Halo!"


"Halo, ini siapa?"


"Ini Gavin, mau bicara sama siapa?"


"Gavin, ini Bang Jo, Kak Kezia nya ada di situ?" tanya Jonathan.


"Ada kak, mau di panggilin?" jawab Gavin.


"Jangan! Jangan bilang kalau Bang Jo telepon ya, yang penting Bang Jo sudah tau kak Kezia ada di sana!" sergah Jonathan.


"Bang Jo aneh deh, kan baru menikah kok sudah main kucing-kucingan!" ujar Gavin.


"Ini beda ceritanya Vin, sudah ya, nanti Bang Jo segera ke sana, tapi janji jangan bilang kalau bang Jo telepon ke sini oke?!" kata Jonathan.


"Oke!" sahut Gavin.


"Bagus! Nanti bang Jo beliin martabak telor spesial!" kata Jonathan.


"Ah Bang Jo mah kalau nyogok pake martabak! Tidak asyik ah!" sungut Gavin.


"Lalu mau pakai apa dong sogoknya?" tanya Jonathan.


"Pakai apa kek, yang lebih menantang gitu!" sahut Gavin.


"Oke deh, nanti bang Jo Sogok pakai ketapel!"


"Sesuatu yang menantang lah!" sahut Jonathan.


Akhirnya Jonathan segera bersiap menuju ke rumah Ricky untuk menjemput Kezia.


Tidak membutuhkan waktu yang lama Jonathan sudah tiba di rumah Ricky. Tanpa menunggu dia segera mendapati Kezia yang sedang berbaring di kamarnya.


Jonathan langsung memeluk istrinya itu.


"Kezia maafin Bang Jo ya sayang!" ucap Jonathan sambil memeluk Kezia.


"Bang Jo ngapin ke sini? Di sana saja urusin mantan, lebih romantis kan?" sindir Kezia.


"Jadi Kezia marah sama Bang Jo gara-gara Bang Jo tinggalin Kezia kerumah sakit?" tanya Jonathan.


"Bukan marah Bang, kecewa karena Bang Jo gak ajak aku!" sahut Kezia.


"Lho, kan Kezia lagi tidur, kasihan dong kalau harus di bangunin terus!" kata Jonathan.


"Tapi kan kita sudah suami istri Bang! Susah senang harusnya kita tanggung berdua!" cetus Kezia.


Jonathan lalu semakin erat memeluk Kezia, seolah tak mau di lepaskan lagi.


"Bang Jo minta maaf sayang, Bang Jo janji tidak akan pernah lagi tinggalin Kezia, Bang Jo janji, tapi please, Kezia jangan cuekin Bang Jo begini, Bang Jo tersiksa sayang!" ungkap Jonathan.


"Makanya lain kali jangan bertindak sok pahlawan lagi ya Bang, kalau mau jadi pahlawan sekalian pahlawan beneran!" sahut Kezia.


"Iya sayang!"


"Pake segala peluk-peluk mantan! Mencari kesempatan dalam kesempitan!" sungut Kezia.


"Lho kok Kezia tau Bang Jo peluk Ratna?" tanya Jonathan melotot.


"Nah kan ketahuan juga! Kalau aku tidak bicara Sampai kapan mana mau Bang Jo bicara, dasar Bang Jo nyebelin!!" sungut Kezia.


"Yah kan Bang Jo tanya, Kezia tau dari mana?" tukas Jonathan.


"Ada deh! Dan itu gak penting!" cetus Kezia.


"Udah dong Zia jangan jutek terus, kasihan ini junior Abang kalau di jutekin sama yang punya!" ujar Jonathan.


"Dih, apa hubungannya?" tanya Kezia.


"Ya berhubungan lah, sekarang dia sudah tau siapa yang punya, sedikit saja tidak di sentuh atau di belai, bisa ngamuk dia!" jawab Jonathan.


"Bodo amat deh!"


"Lho kok Kezia begitu, tidak sayang lagi sama junior ini?" tanya Jonathan sambil mulai mengeluarkan junior sungguhan.


Kezia melotot melihat aksi Jonathan yang membuatnya lemah dan tak berdaya itu, Jonathan tau saja kalau Kezia selalu bertekuk lutut pada juniornya yang super perkasa itu.


****