
Hari ini Jonathan ijin tidak masuk kerja karena menemani Ratna seharian ke Monas, karena besok pagi Ratna sudah harus pulang Ke Medan.
"Bang Jo, antarkan aku beli oleh-oleh yuk!" ajak Ratna setelah mereka pulang dari Monas. Jonathan Menganggukan kepalanya.
Mereka lalu pergi ke sebuah pusat perbelanjaan yang menjual berbagai macam oleh-oleh khas Jakarta.
Ratna begitu sibuk memilih oleh-oleh, hingga tak terasa hari menjelang sore, Jonathan nampak sudah lelah.
"Wah, orang rumah pasti senang aku bawa oleh-oleh sebanyak ini!" seru Ratna senang sambil duduk di depan Jonathan di sebuah gerai minuman.
"Sudah cukup belum? Kau jangan berlebihan Ratna, kau akan kesulitan membawanya kalau terlalu banyak!" ujar Jonathan.
"Iya iya, ini juga sudah selesai! Bang Jo kenapa? Kok wajahnya pucat begitu? Bang Jo sakit?" tanya Ratna.
"Tidak, aku hanya sedikit pusing, mungkin karena seharian berjalan, kalau kau sudah selesai, sebaiknya kita pulang Ratna, supaya kau tidak capek perjalanan besok!" kata Jonathan.
"Oke deh Bang, kita pulang sekarang, yuk!" ajak Ratna.
"Tunggu sebentar Ratna, aku mau ke toilet, mau cuci muka biar segar saat mengendarai motor!" ujar Jonathan yang langsung berdiri dan berjalan menuju toilet.
Ponsel Jonathan ada di meja, Ratna mengambil ponsel itu dan membuka layar nya, kebetulan Jonathan memang tidak pernah mengunci ponselnya.
Matanya terbuka lebar saat pertama kali membuka layar ponsel Jonathan, ada gambar Kezia sebagai wallpaper.
Karena rasa ingin tau, Ratna membuka ponsel Jonathan dan menjelajah sejarah panggilan dan pesan singkat, ada banyak chat antara Jonathan dan Kezia.
Mata Ratna mulai panas, ketika dia akan membaca isi pesan singkat itu, Jonathan yang baru selesai dari toilet langsung menarik ponselnya.
"Kau tidak sopan membuka ponsel orang Ratna!" seru Jonathan.
"Bang Jo, kenapa di ponsel Bang Jo ada foto Kezia, bukan aku? Aku kan yang pacarnya Bang Jo!?" tanya Ratna to the point.
"Ratna, jangan salah paham, Kezia dan Erin itu kan temanku!" kilah Jonathan.
"Bohong! Jelas di situ hanya ada foto Kezia, bukan Erin, lalu chatnya juga banyak dari Kezia! Bang Jo selingkuh ya??" tanya Ratna lagi kini dengan mata memerah.
"Ratna, kita pulang yuk, sudah sore, nanti kita ngobrol lagi di kos!" tukas Jonathan.
"Tidak mau, sebelum Abang jelasin masalah ini padaku!" sengit Ratna.
"Ratna, maafin Abang ya ..." ucap Jonathan.
"Jadi benar Bang Jo selingkuh??" sentak Ratna.
"Tidak Ratna, Abang tidak selingkuh, Abang tidak ada hubungan apapun dengan Kezia, kami hanya berteman!" jelas Jonathan.
"Bohong!" hardik Ratna.
"Kalau kau tidak percaya, tanya saja langsung pada Kezia atau Erin, atau mbak Rosi atau Andri, Abang memang tidak ada hubungan apa-apa sama Kezia!" ujar Jonathan.
Ratna terduduk sambil menangis, air matanya berjatuhan membasahi pipinya.
"Tapi, kenapa ada foto Kezia di ponsel Abang? Kenapa ada banyak Chat Kezia juga? Apa Bang Jo suka sama Kezia?!" tanya Ratna sambil terisak.
"Maafin Abang Ratna!" sahut Jonathan.
"Kenapa tidak ada fotoku di ponsel Abang? Abang sudah tidak suka aku lagi? Iya Bang?" tangis Ratna semakin menjadi-jadi.
"Ratna, kita pulang yuk, kita ngobrol di kosan, lihat tuh, banyak yang melihat kita, malu Ratna!" kata Jonathan.
"Bodo amat! Aku tidak perduli!" cetus Ratna.
"Ratna, jangan bersikap seperti anak kecil, ayo pulang!" Jonathan berdiri dan langsung menarik tangan Ratna sampai di parkiran motor.
"Aku kecewa sama kamu Bang Jo!" ujar Ratna sambil naik ke atas motor Jonathan.
"Maafin Abang Ratna!" ucap Jonathan berkali-kali.
Mereka duduk di bangku depan kosan Rosi.
"Sekarang Bang Jo jelasin, kenapa ada foto Kezia di ponsel Abang, juga chat yang banyak banget sama Kezia, aku saja jarang chat sama Bang Jo!" sungut Ratna.
"Ratna, Maafin Abang, sebenarnya jujur Abang suka sama Kezia, Abang juga tidak tau kenapa perasaan ini bisa ada, Abang jatuh cinta sama Kezia Ratna, maafin Abang!" ungkap Jonathan.
Ratna terhenyak mendengar perkataan jujur Jonathan, hatinya begitu sakit dan perih, air matanya tanpa sadar keluar begitu saja dari bola matanya yang indah.
Tiba-tiba Ratna memeluk Jonathan, dia menangis keras di dada Jonathan, Jonathan mengelus kepala Ratna.
"Tapi aku cinta sama Abang, bahkan sedikitpun aku tidak pernah berpaling dari Abang! Kenapa Bang Jo mengkhianati aku?? Kenapa Bang?!" tangis Ratna.
"Selama ini, Abang sayang sama Ratna, tapi hanya sebatas sayang Abang sama adiknya, Abang sayang sama Ratna, tapi Kezia, Abang punya perasaan berbeda sama dia, bukan sebagai adik, Abang harap Ratna mengerti!" ucap Jonathan.
"Aku cinta sama Bang Jo, aku tidak mau kehilangan Abang! Bang jo tidak usah kasih banyak cinta buat aku, cintaku cukup besar buat kita berdua bang!" isak Ratna. Jonathan mengelus rambut Ratna.
"Maafin Abang Ratna, Abang juga tidak tau, apakah Kezia punya perasaan yang sama atau tidak sama Abang, kita hanya berteman, tidak lebih dari itu!" tegas Jonathan.
"Ternyata, Abang tidak bisa menjaga hati Abang untuk aku, ternyata bukan aku yang ada di hati Abang!" ucap Ratna masih menangis.
"Maafin Abang Ratna, maaf, Abang sayang sama Ratna, Abang akan jaga dan lindungi Ratna, seperti seorang Abang yang menjaga dan melindungi adiknya!" Jonathan mengecup kening Ratna.
Tiba-tiba Ratna berdiri matanya menatap tajam kearah Jonathan, dia menyeka kasar air matanya.
"Sekarang Abang pulang ke kos Abang! Aku mau sendiri dulu Bang! Pulang Bang!" hardik Ratna.
Kemudian Ratna segera masuk kedalam kos Rosi, sementara Jonathan mulai naik ke atas motornya dan melajukan nya kembali ke tempat kosnya.
****
Tok ... Tok ... Tok ...
Jonathan tersentak dari tidurnya saat di dengarnya ketukan pintu dari luar kamarnya.
Matahari sudah menyingsing, sinarnya masuk menebus melalui jendela kamar Jonathan.
Jonathan langsung bergegas membukakan pintu.
"Andri??" seru Jonathan saat Andri sudah berdiri di depan kamarnya, dia langsung menarik tangan Andri masuk ke kamarnya.
"Kata Rosi, Ratna sudah berangkat subuh tadi ke bandara!" kata Andri.
"Oya? Kenapa dia tidak bangunkan aku untuk mengantarnya?" tanya Jonathan.
"Kata Rosi, Ratna ke bandara naik taksi online, dia tidak ingin bertemu denganmu!" tambah Andri. Jonathan menarik nafas panjang.
"Apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Andri.
"Entahlah Andri, kemarin tak sengaja Ratna melihat ada foto Kezia di ponselku, di cemburu, dan sakit hati!" sahut Jonathan.
"Lalu??"
"Lalu aku mengakui kalau aku suka sama Kezia, dia marah dan kelihatan sangat terpukul!" tambah Jonathan.
"Jo, kau dan Kezia belum ada ikatan apapun kan? Kau yakin kalau Kezia adalah pilihan hatimu??" tanya Andri.
"Ya, aku sangat menyukai Kezia, namun aku tak pernah punya keberanian untuk mengutarakannya, aku selalu berdebar saat berada dekat dengannya, perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya!" ungkap Jonathan.
"Hahahaha, itu namanya kau mulai jatuh cinta Jo! Tapi lebih baik, kau selesaikan urusanmu dengan Ratna, walau bagaimana dia kan pacarmu, walaupun kau tak pernah menganggapnya pacar!" ujar Andri.
"Iya, aku juga mau secepatnya urusanku dan Ratna selesai, aku juga sayang sama Ratna, walau bagaimana kita dulu pernah sangat dekat walaupun aku hanya menganggapnya adik!" jawab Jonathan.
****