Heart's Owner

Heart's Owner
Ulang Tahun Jonathan



Tok ... Tok ... Tok


Jonathan mengerjapkan matanya saat di dengarnya ada suara ketukan pintu di kamar kosnya, dengan langkah gontai karena masih mengantuk, Jonathan membuka pintu kamarnya itu.


"Happy birthday to you ... Happy birthday to you ... Happy birthday, happy birthday, happy birthday Bang Jo ..."


Ratna berdiri di depan pintu kamar kos Jonathan, di tangannya ada kue ulang tahun dengan lilin yang menyala.


"Ratna, ayo masuk!" ajak Jonathan, dengan senyum lebar Ratna langsung masuk ke kamar kos Jonathan.


"Selamat ulang tahun Bang Jo, muuuaaachh!!" ucap Ratna sambil mengecup pipi jonathan.


"Trima kasih!" kata Jonathan.


"Ayo dong tiup lilinnya, keburu meleleh nih!" ujar Ratna.


Jonathan kemudian meniup lilin yang masih menyala itu, dengan sekali tiup lilin itu pun mati.


"Lho, Bang Jo tidak make a wish dulu nih?" tanya Ratna.


"Tidak, aku tidak punya permintaan apapun," jawab Jonathan.


"Masa sih? Permintaan apa kek bang, misalnya, supaya cepet nikah, supaya cepat sukses, kan banyak Bang!" ujar Ratna.


"Ratna, maafin Bang Jo ya, jangan terlalu menaruh harapan besar sama Abang, karena Abang ini hanya manusia biasa, yang mungkin bisa berubah, tidak sesuai dengan keinginan Ratna!" ucap Jonathan.


"Apa maksud Bang Jo? Aku tidak mengerti!" gumam Ratna.


"Maafin Abang Ratna," ucap Jonathan lirih.


Ratna menarik napas panjang, dia duduk di sisi ranjang Jonathan sambil memandang lekat wajah jonathan.


"Kok aku merasa Bang Jo aneh sih? Sejak di Jakarta, Bang Jo semakin tertutup sama aku, bahkan beberapa kali aku telepon dari Medan, Bang Jo juga tidak mengangkatnya, kenapa Bang?" tanya Ratna.


"Sudahlah Ratna, pagi ini aku harus bersiap berangkat kerja, aku belum mandi, nanti aku terlambat!" sergah Jonathan.


"Oh, iya deh Bang, mandi dulu sana, aku tunggu di luar ya!" kata Ratna yang langsung bangkit dari duduknya, Jonathan menganggukan kepalanya. Kemudian Ratna segera keluar dari kamar Jonathan dan duduk di kursi depan kamar itu.


Tak lama kemudian Jonathan sudah keluar dengan pakaian rapi, wangi parfum maskulin Jonathan tercium di indra penciuman Ratna.


"Waduh, Bang Jo ganteng sekali, wangi lagi, boleh peluk ya!" tanpa menunggu jawaban Jonathan, Ratna langsung memeluk tubuh Jonathan.


"Abang berangkat kerja dulu ya, kamu tunggu saja di kos Mbak Rosi, kalau bosan, main saja ke cafenya!" kata Jonathan sambil mengurai pelukan Ratna.


"Bang Jo, boleh tidak aku main-main di kantornya Bang Jo?" tanya Ratna.


"Jangan Ratna, aku kan sedang bekerja, pekerjaanku itu tidak menetap tempatnya, lebih baik kau tunggu saja!" sergah Jonathan.


"Hmm, baiklah Bang, tapi janji ya jangan lama-lama pulangnya, aku kan pengen jalan-jalan keliling Jakarta sama Bang Jo, terus kita dinner deh di tempat yang romantis!" kata Ratna.


"Iya!" sahut Jonathan singkat.


"Ini hadiah ulang tahun dari aku buat Bang Jo!" Ratna menyodorkan sebuah kotak kecil ke arah Jonathan.


"Apa ini Ratna?" tanya Jonathan.


"Buka saja Bang, itu jam tangan biar Bang jo makin ganteng dan keren!" jawab Ratna sambil membantu Jonathan membuka bungkusan kotak itu.


"Bagus, trima kasih ya!" ucap Jonathan.


"Iya Bang, langsung di pake ya!" Ratna langsung memakaikan jam tangan warna silver yang nampak elegan itu di pergelangan tangan Jonathan.


"Baiklah Ratna, Abang berangkat dulu ya!" pamit Jonathan sambil mengenakan helmnya dan mulai menyalakan mesin motornya.


"Iya Bang, hati-hati!" seru Ratna sambil melambaikan tangannya saat motor Jonathan sudah bergerak meninggalkan tempat kosnya.


*****


Saat Jonathan sampai di lobby kantornya, tiba-tiba ponselnya bergetar, Jonathan langsung merogoh ponselnya di saku celananya, senyum manis merekah di bibirnya saat dia melihat wajah orang yang meneleponnya.


"Selamat Ulang tahun ya Bang Jo, maaf baru ngucapin!" jawab Kezia.


"Padahal aku sudah tunggu dari jam 3 subuh, aku kira kau orang pertama yang memberikan ucapan selamat!" kata Jonathan.


"Untuk apa kau menungguku Bang? Kan sudah ada Ratna di sana, dia yang seharusnya jadi orang pertama yang memberikanmu ucapan selamat ulang tahun," sahut Kezia.


"Tapi aku hanya mau ..." Jonathan menghentikan ucapannya.


"Aku meneleponmu hanya ingin memberi hadiah saja kok Bang!" kata Kezia.


"Hadiah?"


"Ya, aku titip hadiah untuk Bang Jo sama Mbak Lusi, di meja resepsionis!" ujar Kezia.


"Kenapa kau tidak memberikan langsung padaku? Aku sangat ingin bertemu denganmu Kezia!" ucap Jonathan.


"Jangan Bang, hargai perasaan Ratna, dia kan pacar Abang, aku sudah cukup senang kok kalau kita jadi sahabat," Ujar Kezia lirih.


"Sahabat? Kenapa kau mau jadi sahabatku?" tanya Jonathan.


"Karena aku memang hanya bisa jadi sahabatmu Bang Jo, sudahlah, sebentar lagi aku ada kelas," jawab Kezia.


"Maaf aku tidak bisa menjemputmu!" kata Jonathan.


"Tidak apa-apa, aku bawa mobil sendiri upss, maksudnya aku naik mobil Erin, sudah ya Bye!!" Kezia lalu mematikan ponselnya.


Setelah menaruh kembali ponselnya di saku celananya, Jonathan langsung menuju ke meja resepsionis, Lusi tersenyum kearah Jonathan yang menghampirinya itu.


"Ehm, yang lagi ulang tahun, cerah amat mukanya Bang!" goda Lusi.


"Hehehe, bisa aja Mbak Lusi, Oya, ada titipan buatku?" tanya Jonathan.


"Duh, ngarep banget kelihatannya si Abang, nih ada Bang, dari Kezia!" Lusi langsung menyodorkan sebuah bungkusan dalam paper bag.


"Trima kasih ya Mbak, ngomong-ngomong, kapan Kezia kasih ke Mbak Lusi?" tanya Jonathan.


"Tadi pagi-pagi sekali Bang, pas kantor baru buka, dia buru-buru langsung ke kampus!" jawab Lusi.


Tiba-tiba dari arah pintu lobby, Pak Ricky masuk dan berjalan menuju ke arah lift, semua orang menunduk kapadanya.


Jonathan buru-buru menyusul Pak Ricky lingga mereka berada dalam satu lift.


"Ehm, kamu si marketing dari Medan itu kan?" tanya Ricky.


"Iya Pak, saya Jonathan!" sahut Jonathan.


"Aku dengar dari Rita, tiap sore kamu ijin pulang cepat untuk kuliah?" tanya Ricky lagi.


"Betul Pak, saya sedang melanjutkan S2 saya," jawab Jonathan.


"Bagus Jo, kau pemuda yang memiliki masa depan, aku juga mengijinkanmu pulang lebih awal untuk kuliahmu, di mana kau kuliah?" tanya Ricky.


"Di Universitas Satu Nusa Pak!" jawab Jonathan.


"Oya? Putriku juga kuliah di sana, dia baru mau skripsi, mungkin sebentar lagi akan wisuda!" ucap Ricky.


"Wah, ternyata aku satu kampus sama putri Bapak, owner di perusahaan tempat ku bekerja!" ujar Jonathan antusias.


Ricky hanya tersenyum sambil menepuk pundak Jonathan, sebelum pintu lift terbuka, Ricky keluar menuju ke ruangannya, sementara Jonathan masih naik satu tingkat lagi.


*****


Hai readers yang baik ...


Dukung Author dengan like dan vote ya ...


Trima kasih ...