Heart's Owner

Heart's Owner
Pesta pernikahan



Hari ini telah berlangsung dengan sangat meriah prosesi pernikahan Kezia dan Jonathan.


Setelah dari pagi mereka menjalani ritual adat, kini mereka duduk di pelaminan.


Mereka nampak seperti Raja dan ratu sehari.


Kezia sangat cantik dengan mengenakan gaun pengantin berwarna putih dengan tudung yang bergerai panjang di padukan dengan bunga mawar merah.


Sementara Jonathan mengenakan setelan jas warna abu-abu tua, menambah pesona ketampanan di wajahnya.


Wajah keduanya terlihat sangat bahagia, akhirnya setelah menempuh perjuangan panjang dengan tidak mudah, Jonathan berhasil juga mendapatkan Kezia.


Suasana pesta siang itu begitu meriah, ribuan orang sudah memadati rumah besar Ricky, semua kolega dan rekan bisnis Ricky ikut hadir dalam pesta itu.


"Selamat ya Kezia, Bang Jo, akhirnya kalian menikah juga!" ucap Erin sambil menjabat keduanya.


"Thanks Erin, kapan menyusul nih?" tanya Kezia menggoda.


"Kau jangan meledekku lah, sudah tau aku jomblo, makanya kau carikan lah aku pacar, ya yang mirip-mirip Bang Jo lah!" ujar Kezia.


"Ada, sama-sama orang Medan mau?" tanya Jonathan cepat.


"Siapa Bang?" tanya Erin.


"Sepupuku bang Binsar, dia juga lagi mencari gadis kota, mana tau kalian cocok!" sahut Jonathan.


"Wah, boleh juga bang, yang itu kan orangnya?" tanya Erin sambil menunjuk seorang laki-laki yang sedang mengambil makanan.


"Tepat sekali! Ternyata belum apa-apa kalian sudah cocok!" sahut Jonathan.


Erin lalu segera beranjak meninggalkan mereka menuju ke arah Binsar yang masih berkeliling menikmati aneka makanan.


"Eh dasar Erin, main sosor saja dia!" cetus Kezia.


"Sudahlah sayang, biarkan saja mereka, saat ini yang penting Kezia sudah resmi jadi istri Abang, jadi kita tidak perlu jaga jarak lagi hehehe!" Jonathan terkekeh.


"Hmm, mulai deh Bang Jo, aku jadi takut, apa yang di bilang Nando ..." Kezia menghentikan ucapannya.


"Apa? Nando bilang apa?" tanya Jonathan penasaran.


"Ada deh ..."


"Zia! Bang Jo ini sudah suami Kezia lho sekarang, jangan ada dusta diantara kita oke?!" ujar Jonathan.


"Tergantung Bang, sudah deh ah, anggap saja Nando tidak bilang apapun!" seru Kezia.


Jonathan makin penasaran, dia memegang tangan Kezia, lalu menggelitik pinggangnya sehingga Kezia kegelian.


"Ampun Bang! Jangan klitikan dong mainnya, curang nih!" ujar Kezia.


"Maka nya bilang dulu, kalau tidak Kezia Abang cium di depan umum lho!" ancam Jonathan.


"Cium saja, siapa takut! Tapi kalau ada yang on jangan salahkan aku!" cetus Kezia.


"Zia! Kalau bukan di tempat umum Abang sudah terkam kau!" seru Jonathan.


Tiba-tiba Ricky menghampiri mereka yang sedang berdebat itu.


"Hei kalian ini, kenapa malah bercanda di sini?" tanya Ricky.


"Siapa yang bercanda Pa, itu Bang Jo yang terlalu Kepo!" sahut Kezia.


"Kezia yang tidak jujur!" cetus Jonathan.


"Lho! Baru saja kalian menikah mengapa sudah seperti ini?" tanya Ricky sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sementara di ujung taman sana di depan gerai buah-buahan, Ratna duduk sambil memandang ke arah pelaminan, dia juga melihat saat Jonathan dan Kezia bercanda.


"Aku bahagia melihat Bang Jo bahagia!" gumam Ratna.


"Eh, Beni!" ujar Ratna kaget.


"Jo sudah milik Kezia, sudah sah sekarang, lupakan dia Ratna!" kata Beni.


"Iya Ben, aku memang harus melupakan dia!" sahut Ratna.


"Kau sudah makan apa saja Ratna? Kita keliling yuk sambil liat makanan lain?" ajak Beni.


Ratna menganggukan kepalanya. Mereka kemudian segera berjalan mengelilingi taman yang di desain menjadi banyak gubuk-gubuk makanan.


Hingga hari menjelang sore, para tamu satu persatu sudah pulang ke tempatnya masing-masing.


Jonathan dan Kezia juga sudah akan masuk ke dalam, karena lelah seharian berdiri dan beraktifitas.


Tiba-tiba dari arah bawah gerbang utama, muncul seseorang yang menghampiri Jonathan dan Kezia yang masih ada di atas pelaminan.


"Robby? Kenapa dia bisa datang? Sepertinya aku tidak merasa mengundangnya?!" gumam Kezia.


Robby datang mendekati Jonathan dan Kezia dengan wajah yang tersenyum.


"Kezia, selamat akhirnya kau jadi milik orang kampung ini!" kata Robby.


"Dan kau Bro, aku mengaku kalah di hadapanmu! Mulai sekarang kau jangan takut lagi, aku tak akan mengganggu kalian, ini adalah pertemuan terakhirku dengan kalian!" lanjut Robby.


"Terimakasih Robb!" sahut Kezia.


"Besok aku akan pulang ke Jogja, percuma aku tinggal di Jakarta toh sudah tidak punya harapan lagi!" kata Robby.


"Memang seharusnya kau pulang kampung sejak dulu!" cetus Jonathan.


"Aku turut berbahagia untuk kalian! Kalau begitu aku mohon diri!" ucap Robby yang sambil berlalu meninggalkan mereka.


Kezia dan Jonathan saling berpandangan.


"Syukurlah dia sudah bertobat!" ujar Kezia.


"Sekarang kita bisa bernafas lega sayang!" sahut Jonathan.


Lika kemudian menghampiri Kezia dan Jonathan.


"Sudah kalian istirahat dulu, makan dulu, pasti capek kan seharian jadi pajangan!" kata Lika.


"Iya Bu!" Jonathan langsung menggandeng Kezia naik ke atas menuju ke kamar mereka.


Kamar Kezia sudah di dekorasi sedemikian rupa, di sulap menjadi kamar pengantin yang sangat indah, penuh dengan aneka bunga-bunga yang harumnya sangat semerbak.


Di kamar ini lah mereka akan meletakkan status mereka dan saling memberikan cinta lahir dan batin.


****



ini visual Jonathan ...



Dan ini visual Kezia


Biasanya Author tidak pernah pakai visual lho ..


Besok adalah episode malam pertamanya Kezia dan Jonathan.


Tetap dukung Author yuk ...


Bagi yang belum membaca karya terbaru Author silahkan mampir ke kisah "Cinta Di Atas Luka"


terimakasih ...🙏