
Enam bulan Kemudian.
Jonathan menimang bayinya yang sedang lucu-lucunya itu, berusaha untuk menidurkannya.
Sementara Kezia terlihat lelah, setiap hari dia harus menyusui Thomas, bayinya itu yang kini sedang kuat-kuatnya menyusu.
Karena lelah akhirnya Kezia tertidur. Padahal masih jam 7 malam.
"Thomas bobo ... Ooh Thomas bobo ... kalau tidak bobo di gigit nyamuk ..." Jonathan bersenandung untuk menidurkan bayinya itu.
"Ayo dong Thomas, pejamkan matamu, lihat tuh, Mami saja sudah bobo, Papi juga capek nih Thom, baru pulang kantor langsung momong bayi, tapi Papi senang Thom!" ujar Jonathan pada bayinya itu sambil mencium keningnya.
Drrrt ... Drrrt ... Drrrt
Suara getaran ponsel Jonathan yang ada di atas meja bergetar, mengagetkan Thomas yang mulai tertidur, hingga bayi Thomas pun menangis.
"Huuh, telepon mengganggu saja ya! Siapa sih yang telepon malam-malam! Susah-susah tidur malah terbangun!" sungut Jonathan yang langsung meraih ponselnya itu.
Kemudian Jonathan segera mengusap layar ponselnya itu setelah tau siapa yang meneleponnya.
"Halo Ben!! Kau apa kabar?? Kenapa sudah lama tak meneleponku!!" ujar Jonathan.
"Maklum Jo, belakangan aku sibuk, apalagi sekarang aku baru di angkat menjadi kepala cabang di Surabaya, gimana kabarmu Jo? Sudah besar baby Thomas??" tanya Beni.
"Wah, sudah makin berat ini, badanku lumayan legal kalau sedang menggendongnya terus! Kalau tidur maunya di nyanyikan lagu atau di timang-timang, pokoknya sesuatu deh rasanya!" ungkap Jonathan.
"Aduh, bahagia sekali kalian, aku juga mau menyampaikan kabar bahagia ini Jo, Ratna istriku sedang hamil, sebentar lagi aku akan menyusul kalian!" ujar Beni.
"Apa? Ratna hamil? Waah, selamat Ben! Aku ikut bahagia mendengarnya, Kezia juga pasti sangat senang, akhirnya kalian akan punya anak juga!" seru Jonathan senang.
"Iya Jo, sejak kami memutuskan untuk pindah ke Surabaya, kehidupan rumah tangga kami semakin baik dan harmonis, Ratna juga semakin sayang padaku!" ungkap Beni.
"Syukurlah kalau begitu, semoga kalian selalu sehat dan bahagia!" ucap Jonathan.
"Kalau begitu teruskan momong mu Jo, aku juga sudah di tunggu Ratna, dia akan cemberut kalau aku tidak datang cepat padanya, salam buat Kezia dan Pak Ricky! Aku merindukan kalian!" kata Beni yang kemudian memutuskan panggilannya.
Jonathan tersenyum senang melihat kebahagiaan sahabatnya itu.
Sejak Kezia melahirkan Thomas, Beni mengambil keputusan untuk pindah ke Surabaya.
Beni melakukan itu, bahkan mengorbankan karirnya di Jakarta agar supaya Ratna bisa segera move on dari Jonathan.
Beni tau Ratna masih menyimpan rasa, tapi dia berusaha untuk menciptakan kebahagiaannya sendiri, dengan caranya, walaupun harus pergi jauh dari kehidupan Jonathan.
Dan terbukti, kini mereka jauh lebih bahagia saat jauh dari keluarga Jonathan. Cinta memang butuh pengorbanan.
"Siapa tadi yang telepon Bang?" tanya Kezia yang tiba-tiba terbangun.
"Beni, ada kabar bagus Zia, sekarang Ratna sedang hamil!" sahut Jonathan.
"Hamil?? Aku senang akhirnya mereka bisa bahagia juga, semoga mereka di karuniai banyak anak-anak yang lucu!" ucap Kezia senang.
"Amin ... kalau kita, cukup punya Thomas saja ya Zia!" kata Jonathan.
"Lho, memangnya Abang tidak mau punya anak lagi?" tanya Kezia.
"Tidak, Bang Jo tidak tahan saat melihat Kezia kesakitan saat melahirkan Thomas!" sahut Jonathan sambil meletakan Thomas ke box bayinya, karena bayi mungil itu sudah tertidur.
"Hmm, pantas saja saat berhubungan Bang Jo selalu mengeluarkan benihnya di luar, Bang Jo takut aku hamil lagi ya!" gumam Kezia.
"Iya Zia, walaupun kurang Nikmat, tidak apa-apa deh, yang penting Kezia jangan sakit lagi!" ungkap Jonathan.
"Jangan sekarang lah Zia, Bang Jo masih trauma ini, pokoknya Bang Jo tidak akan membuat Kezia hamil dalam lima tahun ke depan!" tegas Jonathan.
****
Keesokan harinya, Jonathan dan Kezia dengan membawa si kecil Thomas, meluncur ke rumah Ricky dalam rangka ulang tahun Nando yang ke 21.
Suasana di rumah itu terlihat sangat meriah, padahal hanya ada keluarga inti saja, Ricky sengaja menyewa sang pendekor untuk mendekorasi rumahnya.
Makanan prasmanan sudah terhidang di maja makan, mereka memesan makanan di cafe Rosi, yang kini semakin maju dan berkembang.
Bahkan kini cafe Rosi sudah memiliki lebih dari 3 cabang.
Makanannya semakin lengkap dengan banyak varian.
Daddy Michael dan Mom Diana juga terlihat ada di rumah Ricky, mereka sering sekali mengunjungi Jonathan dan Kezia untuk melihat Thomas, cucu kesayangan mereka.
Seperti biasa, saat Jonathan dan Kezia datang, Baby Thomas akan jadi rebutan seperti piala bergilir.
"Sini cucu Kakek main dulu sama Kakek, duh makin lama makin pintar saja kamu Thom, pipimu tembem kayak bakpao! Rasanya Kakek ingin cepat pensiun supaya bisa main sama kamu terus!" ujar Ricky sambil menciumi pipi gembul Thomas.
"Hei Pak Ricky, waktumu tinggal lima menit untuk bermain dengan Thomas, sebentar lagi giliranku!" ujar Dad Michael yang terlihat tidak sabar untuk menggendong Thomas.
"Kau jangan terburu-buru Mr. Michael, istriku saja belum menggendongnya, budayakan antri!" cetus Ricky.
Tiba-tiba Nando muncul di ruangannya itu, kemudian langsung duduk bergabung dengan mereka.
"Selamat ulang tahun ya Do, semoga panjang umur dan cepat dapat jodoh!" ucap Kezia sambil memeluk adiknya itu.
"Terimakasih Kak, sekarang aku sangat sibuk, antara mengelola perusahaan dan kuliah, boro-boro ingat jodoh!" cetus Nando.
"Tapi wanita bisa membuat kita semangat melakukan apapun Do!" tambah Jonathan.
"Ah, semua wanita di dunia ini sama saja, bawel dan menyebalkan!" sahut Nando.
"Hmm, rupanya adikku ini masih polos, di jamin perjaka tulen, belum tersentuh oleh tangan wanita!" timpal Kezia.
Semua yang ada di ruangan itu tertawa, hanya Nando yang wajahnya terlihat cemberut karena di goda oleh Kezia.
Jonathan juga nampak tertawa dan bahagia, cinta bisa mengubah seluruh hidupnya, berjumpa dengan Kezia dan menjadi bagian dari keluarga Ricky adalah anugrah yang tidak dapat dia lukiskan.
Jonathan yang dulu hidup dalam kemiskinan dan mencoba mengadu nasib, kini sudah memiliki segalanya, istri yang cantik, anak yang lucu, orang tua dan mertua yang amat menyayanginya, bahkan harta yang melimpah.
...TAMAT...
****
Hai Guys ...
Kisah Heart's Owner sudah tamat ya ...
Kisah baru yang berjudul "Perjaka Tampan dan Wanita Malam" sudah di rilis hari ini.
Kisah ini mengangkat kehidupan realita dalam masyarakat sehari-hari, yang sering di abaikan sebagian banyak orang. Merupakan sekuel dari cerita sebelumnya.
Cerita di awal memang agak menegangkan dan mengerikan, namun setelah itu akan muncul kisah yang membuat baper, karena akan ada banyak air mata di tambah komedi yang membuat rasa jadi nano-nano.
Yuk dukung kisahnya dengan favoritkan hingga tersimpan dalam rak buku kalian semua.
Terimakasih 🙏😘