Heart's Owner

Heart's Owner
Berita Viral



Setelah tugas kantor selesai, Jonathan dengan langkah terburu-buru berjalan ke arah parkiran mobilnya.


Kemudian dia langsung melesat ke kampus, karena Kezia sudah menunggunya di sana.


Sesampainya di kampus, Jonathan langsung mendapati Kezia yang sedang duduk menunggunya di kantin kampus.


"Kezia!" panggil Jonathan.


Kezia yang sedang membaca buku langsung menoleh ke arah Jonathan.


"Bang Jo? Sini duduk dulu Bang!" ajak Kezia.


Jonathan lalu duduk di depan Kezia.


"Bang Jo antar sekarang ya?!" kata Jonathan.


"Lho, kok buru-buru Bang? Bang Jo kenapa? Sakit?" tanya Kezia yang terlihat bingung melihat sikap Jonathan yang berbeda dari biasanya, wajahnya pucat, keringat dingin mulai membasahi dahinya.


Kezia lalu mengambil tissue dan mengusap dahi Jonathan yang berkeringat itu.


"Bang Jo kenapa sih? Kok wajahnya kelihatan cemas begitu?" tanya Kezia lagi.


"Zia, kamu sudah buka media sosial belum hari ini?" Jonathan balik bertanya.


"Belum Bang, memangnya ada apa di media sosial? Sebentar lagi aku ujian skripsi, mana sempat aku buka-buka medsos!" jawab Kezia.


Jonathan menarik nafas lega.


"Kezia, kita pulang sekarang yuk, Bang Jo agak kurang fit nih hari ini!" ajak Jonathan.


"Iya deh Bang, yuk!" Kezia segera berdiri dan menggandeng tangan Jonathan ke parkiran dan naik ke mobil Jonathan.


Jonathan langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah Kezia.


"Bang Jo kok diam saja dari tadi?" tanya Kezia yang heran melihat Jonathan yang tidak seperti biasanya. Biasanya Jonathan selalu ceria dan banyak bicara.


"Ehm, tidak apa-apa Zia!" sahut Jonathan. Sesungguhnya dia masih kepikiran tentang beritanya yang kini sudah tersebar di media sosial.


Drrrt ... Drrrt ... Drrrt


Ponsel Kezia bergetar, dia lalu merogoh ponsel yang ada di dalam tas nya itu, lalu melihat ke layar ponsel yang ada di tangannya itu.


"Hmm, Erin, tumben dia telepon aku, kan tadi baru ketemu!" gumam Kezia. Dia lalu mengusap layar ponselnya itu dengan pengeras suara.


"Halo Erin, ada apa Rin? Aku sedang di jalan sama Bang Jo!" kata Kezia.


"Duh Kezia, kamu buka deh media sosial, ada berita yang lagi viral, kamu pasti kaget, kamu buka sekarang!" kata Erin yang langsung menutup sambungan teleponnya.


"Aneh nih Erin, ada apa sih?" Kezia lalu mulai membuka akun media sosialnya.


Matanya membola saat pertama kali dia melihat sebuah video yang kini menjadi trending topik itu.


"Bang Jo! Berhenti sebentar!" seru Kezia.


Jonathan kemudian menghentikan laju mobilnya.


"Ini beneran Bang Jo?" tanya Kezia sambil menyodorkan ponselnya ke arah Jonathan.


"Eh, itu ... itu memang Abang tapi ..."


Plakk!!


Kezia langsung menampar pipi Jonathan saat itu juga.


"Aku kira bang Jo itu jujur dan polos! Ternyata ... doyan juga sama wanita, siapa dia?? Tega ya!!" Kezia langsung menangis dan membuka pintu mobil, lalu segera berlari keluar.


"Kezia!! Dengar dulu penjelasan Bang Jo!!" panggil Jonathan sambil berusaha mengejar Kezia.


Setelah dekat, Jonathan langsung menangkap Kezia dalam pelukannya.


"Lepas!! Kau ternyata sama saja dengan Robby atau yang lainnya!!" jerit Kezia.


"Kezia, memangnya Kezia percaya sama berita Viral itu dari pada Bang Jo? Sini lihat mata Abang! Apakah di mata Abang ada kebohongan?? Selama ini Bang Jo Sudah berkorban banyak buat Kezia apakah masih belum membuat Kezia percaya sepenuhnya sama Bang Jo??" Jonathan menangkap wajah Kezia lalu menatap dalam matanya.


"Tapi Bang ... kenapa bisa ada video itu? Dan itu beneran Bang Jo kan? Bang Jo sendiri mengakuinya!" ucap Kezia sambil terisak.


"Zia, Bang Jo juga bingung kenapa bisa jadi seperti itu, pagi-pagi saat Bang Jo minum kopi yang sudah tersedia di meja, kepala Abang tiba-tiba pusing, yang Abang ingat Abang ngantuk berat dan tertidur di sofa, bahkan ada meeting Abang sampai lupa!" jelas Jonathan sambil membimbing Kezia kembali masuk ke dalam mobilnya.


"Siapa yang taruh kopi itu di meja Abang?" tanya Kezia.


"Bang Jo tidak tau Zia, tau-tau sudah tersedia di atas meja bersama dengan bunga mawar merah!" tambah Jonathan.


"Bunga mawar merah??" tanya Kezia sambil menyeka air matanya.


"Sekarang Kezia percaya kan sama Bang Jo, mana mungkin Bang Jo dengan mudahnya berselingkuh dari Kezia, mendapatkan Kezia saja susahnya minta ampun!" ucap Jonathan sambil memeluk kepala Kezia di dadanya dan membelai rambutnya.


"Kalau Papa sampai lihat video itu, Papa bisa marah besar Bang!" kata Kezia.


"Itulah yang membuat Bang Jo cemas sepanjang hari ini, apa kata orang-orang kantor, mereka semua pasti berpikiran negatif terhadap Bang Jo!" ucap Jonathan sedih.


"Bang, kira-kira siapa perempuan yang melakukan itu sama Bang Jo? Dia tidak mungkin sendirian Bang, pasti ada dua orang atau lebih, memangnya di kantor tidak ada yang melihatnya?" tanya Kezia penasaran.


"Bang Jo juga bingung Zia, saat itu Bang Jo tidak sadar sama sekali, sekarang bagaimana ini nasib Bang Jo selanjutnya!" keluh Jonathan, wajahnya kelihatan frustasi.


Kezia yang merasa bersalah karena meragukan Jonathan, langsung membelai wajah Jonathan.


"Maafin aku ya Bang, tadi aku sempat meragukan kesetiaan Abang, bahkan aku menampar Abang, sakit ya Bang!" ucap Kezia sambil mengelus pipi Jonathan yang sempat dia tampar tadi.


"Tidak sakit kok, lebih sakit kalau Kezia tidak percaya sama Abang!" sahut Jonathan.


"Ya sudah, kita pulang yuk bang, besok aku tidak ke kampus, aku mau ke kantor saja menyelidiki kasus ini, aku akan memberi pelajaran pada wanita yang berani menyentuh bang Jo ku!" sungut Kezia.


"Maafin Abang Zia, walaupun Abang di sentuh sama orang, tapi Bang Jo masih perjaka lho, soalnya hanya pakaian atasnya saja yang terbuka, bawahnya masih aman!" jelas Jonathan.


"Dih apaan sih Bang! Kok ngomong kayak gitu, mana tau Bang Jo perjaka atau tidak, kan tidak kelihatan!" cetus Kezia.


"Tapi Bang Jo kan tau Zia, dia masih utuh dan tersegel dengan tapi dan tetap kering, pokoknya aman Zia, cuma sama Kezia bang Jo kasih keperjakaan Abang!" ujar Jonathan. Kezia semakin keki.


"Sudah jalan bang! Makin lama makin melantur saja omongannya!" sergah Kezia.


Jonathan lalu kembali melajukan mobilnya ke arah rumah Kezia.


Drrtt ... Drrrt ... Drrrt


Ponsel Jonathan bergetar, Kezia membantu Jonathan untuk mengusap layar ponselnya karena Ratna yang meneleponnya. Kezia lalu memasang pengeras suara.


"Halo ..."


"Halo Bang Jo, kenapa Bang Jo jadi murahan begitu, aku sudah lihat berita Abang di video mesum itu, kalau di kota Bang Jo jadi rusak, lebih baik Bang Jo kembali saja ke kampung!" kata Ratna panjang lebar.


"Ratna, Bang Jo di fitnah, kau jangan salah paham, bilang sama Bang Binsar, Abang di jebak, bilang juga sama Bapak dan Mamak mu!" jawab Jonathan. Kemudian dia langsung mematikan ponselnya.


"Kezia, bahkan video itu sudah sampai ke Medan, apa yang harus bang Jo lakukan??" tanya Jonathan dengan wajah sendu.


****


Ayo dukung Bang Jo guys ... kasihan dia lagi galau wkwkwk 😁