Heart's Owner

Heart's Owner
Mulai Menjaga Jarak



Jonathan kecewa karena merasa selama ini di bohongi oleh Kezia. Dia berpikir selama ini kalau Kezia adalah gadis kota yang sederhana.


Namun saat dia mengetahui yang sebenarnya, kalau Kezia adalah orang kaya raya, yang jelas terlihat dari rumahnya yang super besar dan megah bak istana.


Jonathan mulai ciut, dan tiba-tiba saja dia merasa rendah diri dan merasa tidak pantas untuk Kezia.


Jonathan berbaring di kamarnya sambil menatap langit-langit kamar kosnya.


Sudah beberapa kali ada panggilan dan pesan singkat dari Kezia, namun Jonathan tidak menggubrisnya. Dia membiarkan saja ponselnya bergetar sendirian.


Ada yang pedih di sudut hati Jonathan, tiba-tiba dia merasa kurang percaya diri, di tambah lagi dengan hutang ibunya yang harus dia bayar. Kepalanya benar-benar pusing.


Sementara itu, Kezia merasa heran karena tidak seperti biasanya Jonathan mengabaikan panggilannya, biasanya Jonathan paling respon setiap Kezia menghubunginya.


Kezia keluar dari kamarnya. Dia duduk di sofa ruang keluarga rumahnya, Papa dan Ibunya tidak nampak, sepertinya mereka sudah tidur.


Mbok Narti berjalan mendekati Kezia.


"Ini ada titipan dari si Jono, katanya tas non Kezia ya?" tanya Mbok Narti sambil menyodorkan tas Kezia.


"Oh iya Mbok, itu kan tasku yang ketinggalan di motornya Bang Jo, ya ampun! Jangan-jangan ..." Kezia langsung berlari masuk kedalam kamarnya.


Tanpa menunggu Kezia langsung menelepon Erin, tak berapa lama Erin mengangkat teleponnya.


"Halo Zia? Apaan sih malem-malem telepon?" tanya Erin.


"Rin, tadi bang Jo kerumah mu ya? Bang Jo sudah tau Rin, kalau rumahmu itu bukan rumahku??" tanya Kezia panik.


"Iya Zia, dia tadi datang, maafin aku, terpaksa aku bilang yang sebenarnya, kelihatannya dia kecewa berat deh Zia!" kata Erin.


"Pantesan, semua telepon dan pesanku tidak dia balas, dia pasti marah padaku!" gumam Kezia.


"Saran ku nih, kamu jujur saja sama Bang Jo, kamu ngaku lah kalau kamu itu orang kaya raya, ngapain juga pakai di tutupin!" ujar Erin.


"Ya aku takut dia minder Rin, aku takut dia malah menjauh dari aku!" sahut Kezia.


"Tapi kenyataannya dia sudah tau kan, sudah deh, besok kau temui saja pagi-pagi di kantornya, atau di rumah kosnya!" kata Erin.


"Baiklah Rin, besok aku akan menemuinya, mudah-mudahan dia tidak marah lagi!" ucap Kezia seraya menutup teleponnya.


****


Pagi datang berkunjung, Kezia buru-buru bangun dan mandi, setelah rapi berpakaian dia segera bergegas akan keluar dari rumahnya.


"Kau mau kemana pagi-pagi begini?" tanya Pak Ricky yang sedang duduk di teras rumah sambil menikmati susu hangatnya.


"Mau ke rumah teman, ada tugas!" jawab Kezia.


"Mana ada orang ngerjain tugas jam 6 pagi begini?" tanya Ricky lagi.


"Iih Papa kepo banget sih! Malem salah, pagi salah! sekalian saja aku di pingit!" sergah Kezia yang langsung naik ke mobilnya dan langsung melajukannya.


Ricky hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak gadisnya itu.


Kezia terus melajukan mobilnya menuju kos Jonathan.


Dia memarkirkan mobilnya di depan cafe Rosi, lalu mulai berjalan kaki menuju ke kos Jonathan.


Pintu kamar itu masih terkunci, Kezia sengaja tidak mengetuk pintunya. Dia duduk menunggu di depan.


20 menit kemudian, Jonathan keluar hendak berangkat ke kantor.


Dia terkejut melihat Kezia yang sudah duduk menunggunya.


"Bang Jo, aku minta maaf, selama ini aku tak bermaksud untuk ..."


"Membohongiku kan? Tapi kau sudah membohongiku Kezia! Apa salahnya kalau kau jujur di awal, hal yang paling ku benci adalah di bohongi!" seru Jonathan sambil mengeluarkan motornya dari tempat parkir.


"Bang! Aku kan sudah minta maaf! Kenapa kau masih marah padaku??" tanya Kezia.


"Kezia, si Robby mantanmu itu benar, aku tidak pantas untukmu, aku tak akan mampu untuk memberikanmu kenyamanan, atau barang-barang bagus! Mulai sekarang kita jaga jarak saja, aku juga mau fokus bekerja supaya hutangku bisa lunas terbayar!" ujar Jonathan yang langsung menyalakan mesin motornya.


"Bang Jo!" Kezia menahan tangan Jonathan yang akan pergi darinya.


"Apakah setelah Abang tau siapa aku yang sebenarnya, Abang akan mundur begitu saja??" tanya Kezia, matanya menatap tajam ke arah mata coklat Jonathan.


"Untuk saat ini aku memang harus mundur, lagi pula, terlalu banyak memikirkanmu akan membuat aku tidak fokus bekerja, maafkan aku!" ucap Jonathan yang langsung menarik gas motornya dan berlalu meninggalkan Kezia.


"Pengecut!!" teriak Kezia.


Kezia lalu berjalan kembali ke arah mobilnya yang terparkir, cafe Rosi sudah buka, sepertinya Rosi dan Andri sudah selesai bulan madu.


Kezia langsung duduk di cafe itu, air matanya mulai menetes di pipinya. Sakit rasanya hatinya, lebih sakit dari pada saat di selingkuhi oleh Robby.


Rosi yang sedang memberi pengarahan pada karyawannya langsung menghampiri Kezia, saat di lihatnya pagi-pagi sudah ada yang duduk di cafenya sambil menangis.


"Hei, Kezia? Kenapa pagi-pagi sudah bersedih?" tanya Rosi.


"Aku sedih Mbak!! Bang Jo menghindar dari aku hanya karena, aku anak orang kaya!" jawab Kezia sambil mengusap wajahnya yang basah.


"Oalaa, aku juga baru tau kalau kamu orang kaya!" sahut Rosi.


"Selama ini, aku selalu menutupi siapa aku sebenarnya, aku takut dia tidak mau dekat denganku kalau tau siapa aku, eh, sekarang malah kejadian!" ungkap Kezia.


"Sabar Kezia, tau kebenaran itu bukan berarti cinta hilang di hati lho, Bang Jo mu itu hanya shock saja, dia kaget dan merasa tidak pede di depanmu!" kata Rosi.


"Masa sih Mbak? Tapi kenapa dia jutek sama aku, lalu bilang kita jaga jarak saja, aku kan jadi sedih!" Kezia kembali menetaskan air matanya.


"Kita lihat saja nanti, Bang Jo mu itu mana tahan jauh-jauh dari kamu, dia kan cinta sama kamu, tanpa dia bilang, aku bisa lihat kok dari sorot matanya!" ucap Rosi.


"Beneran Mbak? Bang Jo masih cinta sama aku?" tanya Kezia mulai berbinar.


"Makanya kamu sabar dulu, jangan terbawa suasana, laki-laki itu ada gengsinya juga lho!" jawab Rosi.


Dari arah depan, Andri datang sudah dengan pakaian rapi.


"Eh, ada pengantin baru, aku jadi nyamuk deh!" seru Kezia.


"Aku cuma numpang sarapan kok, tadi pagi istriku ini buru-buru buka cafe, jadi aku sarapan di sini saja sebelum berangkat!" sergah Andri.


"Iya Kezia, Oya, kapan-kapan kau mampirlah kerumah baru kami, rumah dari developer gedung yang di depan itu tuh!" kata Rosi sambil mengangkat dagunya menunjuk gedung kantor Pak Ricky.


'Developer itu Papaku Mbak!' batin Kezia.


Bersambung ...


****


Trimakasih guys atas dukungannya ..


Membuat Author selalu semangat ...


Jangan lupa like dan komen ya ...