
Siang itu, Jonathan tidak kembali ke kantornya, tapi dia bersiap akan pergi ke Apartemen Mr. Michael.
"Bang Jo beneran sudah siap mental?" tanya Kezia sambil menyodorkan minuman hangat ke arah Jonathan.
"Iya Zia, mungkin ini adalah takdir Abang yang tidak pernah terduga sebelumnya, maaf ya sayang, Abang belum bisa mengajak Kezia, tapi nanti pasti Abang akan ajak Kezia!" jawab Jonathan sambil meneguk minumannya.
"Iya Bang, aku juga ingin kenal sama mertua, akhirnya aku punya mertua juga, anak kita pasti senang para kakeknya adalah orang-orang hebat!" ujar Kezia.
"Iya sayang, Bang Jo pamit ya, nanti Abang akan langsung pulang, Kezia istirahat saja di rumah, jangan masak lagi, nanti Abang akan belikan makanan kesukaan Kezia!" ucap Jonathan sambil mengecup kening Kezia.
Kemudian mereka berjalan ke arah mobil, Jonathan langsung naik ke dalam mobilnya.
"Bang Jo hati-hati ya!" seru Kezia sambil melambaikan tangannya.
Kezia berdiri di depan rumahnya, menatap mobil suaminya bergerak perlahan, sampai menghilang di tikungan jalan.
Baru saja Kezia hendak masuk ke dalam rumahnya, tiba-tiba Bu RT datang menghampirinya.
"Selamat siang Mbak Kezia, pak Jo baru berangkat lagi ya?" tanya Bu RT.
"Eh Bu RT, iya nih Bu, tadi Bang Jo makan siang di rumah, sekarang baru berangkat lagi!" jawab Kezia.
"Oh begitu ya, ini lho Mbak katanya Mbak Kezia mau ikut arisan, nah, hari Sabtu ini kebetulan ada arisan di tempat saya, kalau Mbak Kezia mau gabung, bisa datang ketempat saya Mbak!" ajak Bu RT.
"Ayo masuk dulu deh Bu, kita ngobrol.di dalam!" Kemudian Bu RT masuk ke dalam dan duduk di sofa ruang tamu itu.
"Mbak Kezia bisa datang kan?" tanya Bu RT.
"Bisa Bu, saya pasti datang, biar bisa kenalan juga sama ibu-ibu lainnya!" sahut Kezia.
"Wah, baguslah Bu, mereka pasti sangat senang ada Bu Kezia yang gabung sama-sama, apalagi mereka tau kalau Bu Kezia anak developer komplek ini, kami bangga lho!" puji Bu RT.
"Ah Bu RT bisa saja, Oya Bu, mau minum apa nih?" tanya Kezia.
"Wah, orang dekat juga Bu, saya malah mau pamit, nanti jangan lupa lho, hari Sabtu ini jam 4 sore di rumah saya!" jawab Bu RT.
"Siap Bu RT, nanti sekalian saya bawa uang arisan nya deh, totalnya nanti info ke saya ya lewat pesan singkat!" ujar Kezia.
"Baik Mbak Kezia, nanti saya kasih total rincian bayarnya, mari Bu, saya pamit dulu ya!" Bu RT langsung berdiri dan keluar dari rumah Kezia.
"Terimakasih ya Bu!" seru Kezia.
****
Sementara itu, Jonathan yang baru sampai di sebuah apartemen mewah di bilangan Jakarta, mulai memarkirkan mobilnya di parkiran bawah tanah apartemen itu, lalu dia segera naik ke atas dengan menggunakan lift.
Dada Jonathan bergemuruh sedari tadi, ini momen yang tidak pernah dia duga sebelumnya, bertemu dengan Ayah kandungnya yang sejak lahir tidak pernah di kenalnya.
Dia menatap secarik kartu nama yang ada di tangannya, mencari nomor apartemen milik Mr. Michael.
Tak lama Jonathan sudah ada di depan pintu apartemen Mr. Michael, jantungnya berdetak dengan sangat cepat, perlahan dia memencet bel yang ada di depan pintu apartemen itu.
Beberapa menit kemudian, Mr. Michael keluar dari dalam apartemennya, dia sedikit tertegun dengan kedatangan Jonathan yang tiba-tiba itu.
"Jonathan ... ayo masuk, masuklah!" ajak Mr. Michael dengan wajah berbinar.
"Jonathan, please panggil aku Daddy, sudah lama aku sangat merindukan panggilan itu, alangkah bahagianya aku kalau kau mau memanggilku Daddy!" kata Mr. Michael lirih.
"Daddy!" ucap Jonathan.
"Apa Jo? Katakan sekali lagi, Daddy mau dengar!" kata Mr. Michael dengan mata berkaca-kaca.
"Daddy!" ucap Jonathan sekali lagi.
Tanpa menunggu lagi, Mr. Michael langsung memeluk Jonathan dengan tangis harunya.
Jonathan juga tidak dapat membendung perasaannya lagi, dia juga menangis dalam pelukan Mr. Michael, ayah landung yang batu di lihatnya dengan mata kepalanya sendiri.
Untuk beberapa saat lamanya mereka saling berpelukan, mencurahkan segala rasa dalam hati mereka masing-masing, melepas kerinduan yang selama ini terpendam.
"Maafkan Daddy Jo! Daddy bukannya sengaja menelantarkan kalian, Daddy sudah berusaha mencari kalian!" ucap Mr. Michael sambil menyeka wajahnya yang basah.
"Aku yang minta maaf Daddy, kemarin aku telah mengecewakan Daddy!" balas Jonathan.
Setelah mereka berdua puas melepas rindu dan perasaan masing-masing, mereka lalu duduk di sofa, kemudian mulai mengobrol, menceritakan banyak hal.
Mr. Michael menyuguhkan berbagai minuman di meja besar itu.
"Katakan pada Daddy, di mana kalian selama ini?" tanya Mr. Michael.
"Sejak lahir, aku dan Mamaku tinggal di Medan, Mama bekerja menggarap sawah milik saudara kami, dan kami hanya tinggal berdua selama ini, sampai Mama meninggal karena sakit!" jawab Jonathan dengan suara sedikit bergetar karena teringat akan masa lalunya.
Mr. Michael nampak berkaca-kaca, ada penyesalan dari raut wajahnya yang kini mulai terlihat berkeriput karena usia.
"Kasihan Farida, andai aku ada bersama kalian, tak akan ku biarkan dia bekerja keras seperti itu!" gumam Mr. Michael.
"Mama hanya menunjukan beberapa foto Daddy, yang dia bilang itu adalah Ayahku, karena aku sering di ledek oleh teman-temanku!" lanjut Jonathan.
"Maafkan Daddy Jo, seandainya Daddy tau Farida akan pergi, Daddy akan terus menjaganya sepanjang hari, Daddy begitu terpukul, saat pulang Farida sudah tidak ada lagi di rumah, seperti orang gila Daddy mencarinya, karena Daddy tau dia sedang mengandung anak Daddy!" ucap Mr. Michael, air mata pria itu mulai bergulir di pipinya.
"Aku tidak tau kalau kisah Daddy dan Mama seperti itu, dulu aku kira, Daddy yang pergi meninggalkan kami, dan aku sempat membenci Daddy!" kata Jonathan.
"Lalu, bagaimana kau bisa ada di Jakarta Jo? Dan bagaimana kau bisa bekerja di perusahaan Ricky dan menikahi anaknya?" tanya Mr. Michael.
"Setelah Mama meninggal, aku memutuskan untuk merantau ke Jakarta untuk mencari pengalaman, kebetulan aku di terima bekerja sebagai marketing di perusahaan Papa Ricky, lalu dari situ aku mulai jatuh cinta pada Kezia, yang ternyata anak dari papa Ricky, mulanya beliau tidak merestui aku, tapi karena beliau melihat kesungguhan hatiku, akhirnya beliau merestui ku menikahi putrinya!" jelas Jonathan.
"Ternyata putraku sangat pintar memikat hati wanita!" goda Mr. Michael sambil kembali merangkul Jonathan.
"Daddy sendiri, apakah Daddy punya keluarga lain?" tanya Jonathan.
"Beberapa tahun setelah Daddy kehilangan kalian, Daddy menikah lagi dengan seorang wanita Australia, tapi tetap saat ke Indonesia, Daddy selalu mencari kalian!" jawab Mr. Michael.
"Apakah Daddy memiliki anak selain aku?" tanya Jonathan lagi.
"Tidak Jo, bertahun-tahun aku menikah, istriku tak kunjung hamil, ada masalah dalam rahimnya, kau lah anak Daddy satu-satunya Jo, yang akan mewarisi seluruh aset dan kekayaan Daddy!" jawab Mr. Michael.
Jonathan termangu mendengar ucapan dari Ayah kandungnya itu.
****