
Dua Minggu sudah Jonathan dan Kezia tidak saling bertemu muka, apalagi bertegur sapa, mereka saling menunggu satu sama lain, tetapi tidak ada yang berani untuk memulainya.
Hari ini di gedung kantor property Ricky yang terbentang dengan megahnya, ada banyak umbul-umbul di sepanjang jalan, hari ini ada acara launching perdana pembangunan perumahan di kawasan pinggiran kota Jakarta.
Para marketing sibuk mempersiapkan senjata tempur mereka untuk promosi.
"Hari ini akan banyak tamu yang berdatangan, termasuk tamu dari luar negri, jadi, persiapkan mental kalian untuk prospek mereka semua!" ujar Ricky memberikan pengarahan.
"Siap Pak!" kata para marketing bersamaan.
Dalam acara itu juga ada panggung yang akan di hadiri oleh artis ibu kota, banyak anak-anak muda yang berdatangan hanya untuk sekedar menonton konser mereka yang sengaja di undang oleh Ricky untuk menarik pasar.
Rosi dan Andri juga ikut datang meramaikan acara itu, bahkan Pak Gio dan istrinya juga ikut hadir memeriahkan acara tersebut, banyak orang-orang penting yang datang termasuk menteri perumahan rakyat.
Kezia sengaja bolos kuliah hanya untuk datang ke acara itu bersama dengan Erin, padahal sebenarnya dia hanya ingin melihat Jonathan, walaupun dari kejauhan.
"Kau serius tidak ngomongan sama Bang Jo sudah dua Minggu Zia?" tanya Erin.
"Ya serius lah, ngapain aku hubungi dia duluan, dia nya juga cuek begitu!" sahut Kezia.
"Ya ampun kalian ini, sama-sama gengsi!" cetus Erin.
"Sudah deh Rin, yang penting aku bisa lihat dia sekarang, walaupun dia lagi sibuk dan tidak lihat aku, ternyata si Abang tambah ganteng!" ujar Kezia dengan mata berbinar. Erin hanya geleng-geleng kepala.
"Hmm, pandangin aja terus orang yang lagi kerja! Kezia .. Kezia, lucu amat kisah cinta kalian, saling cinta gede gengsi, capek deh!" seru Erin sambil menepuk jidatnya sendiri.
Sementara itu di booth pameran, Jonathan nampak sibuk menyusun brosur dan memasang banner, sementara para tamu mulai ramai berdatangan.
"Jo kalau ada yang tanya-tanya langsung gerak cepat ya, urusan banner kasih ke yang lain!" kata Rita yang sejak tadi mengawasi kerja marketing.
"Iya Mbak!" singkat Jonathan.
"Beni di ingatkan untuk menyediakan buku tamu dan form data customer, ini penting buat tindak lanjut kita!" tambah Rita sambil melirik ke arah Beni yang juga sibuk menyiapkan buku tamu dan perlengkapan lainnya.
"Beres Mbak!" sahut Beni.
"Jo, jangan jauh-jauh dari booth, mereka lebih antusias melihat wajahmu dari pada rumah, ingat, kalau mereka menanyakan nomor ponselmu, berikan nomor ponsel yang ada di brosur saja!" ujar Rita.
"Iya Mbak, tenang saja, saya juga tidak sembarangan kasih nomor ponsel ke orang lain!" jawab Jonathan.
"Bagus! Tingkatkan kinerja mu, kau marketing potensial di sini Jo!" kata Rita sambil menepuk bahu Jonathan, kemudian dia segera meninggalkan booth itu.
Sementara itu, Ricky di temani istrinya berjalan berkeliling melihat-lihat kerja para karyawannya dan sesekali bersalaman dengan para tamu, khusunya tamu VIP yang di sediakan tempat khusus, di dekat panggung besar.
"Hai Pak Ricky, selamat ya atas launching perdana rumah eksklusif di kawasan padat penduduk, kau memang developer luar biasa!" kata Gio sambil menjabat erat tangan Ricky.
"Trimakasih! Kau juga hebat bisa sesukses ini di usia muda, bahkan bisa memfasilitasi karyawan mu untuk hidup layak dan sejahtera!" balas Ricky.
"Ah, pak Ricky terlalu berlebihan, aku banyak belajar darimu!" sahut Gio merendah.
Lusi, resepsionis Ricky datang tergopoh-gopoh menghampiri Ricky, wajahnya terlihat cemas.
"Maaf Pak Ricky, penyanyi untuk band di panggung tiba-tiba berhalangan, hanya ada pemain musik saja, sementara di luar banyak orang yang sudah menunggu mereka!" kata Lusi dengan nafas tersengal-sengal.
"Sekarang kau cari karyawan yang bisa nyanyi, sementara aku akan menghubungi artis yang lain dengan bayaran mahal!" titah Ricky.
"Baik Pak!" jawab Lusi sambil berlalu dari tempat itu, Ricky juga langsung merogoh ponselnya dan berjalan meninggalkan tempat itu.
Lusi langsung mendekati marketing yang masih bekerja membagikan brosur.
"Hei kalian, apakah ada yang bisa nyanyi sementara menggantikan artis yang berhalangan datang??" tanya Lusi dengan suara lantang.
"Jo saja Mbak! Suaranya bagus, saya pernah dengar dia nyanyi di toilet!" kata Beni.
"Jangan Mbak! Bohong si Beni!" sangkal Jonathan.
"Sudahlah Bang Jo, waktu kita tidak banyak, ayo ikut aku!" Lusi segera menarik tangan Jonathan untuk naik ke atas panggung.
Jonathan langsung panas dingin menahan rasa grogi.
Semua orang sudah siap menunggu dia menyanyi.
Jonathan mulai mengarahkan mic nya ke bibirnya.
"Lagu ini aku persembahkan buat seorang gadis pemilik hati ku, juga permohonan maaf ku atas sikap ku padanya, aku telah menahan rindu tanpa berani untuk bicara padanya, maafkan aku ...aku rindu, aku sangat merindukanmu!" ucap Jonathan.
Suara riuh sorak Sorai memenuhi tempat itu, Kezia dan Erin yang berada jauh dari panggung langsung terkesiap mendengarnya.
Mereka kemudian maju menerobos kerumunan orang yang berdiri dengan antusias.
Suara musik sudah terdengar, Jonathan mulai menyanyikan lagunya.
'Tak pernah aku impikan,
betapa beratnya meruntuhkan hatimu,
lama sudah ku menunggu,
Seutas harapan tulus cintamu ...
Tak kan ku temui wanita sepertimu,
Tak kan ku dapatkan rasa cinta ini ...
Ku bayangkan bila engkau datang,
Ku peluk bahagiakan aku
Ku serahkan seluruh hidupku
Menjadi penjaga hatimu ...
(Lagu asli Penjaga Hati by Ari Lasso)
Pada saat Jonathan selesai menyanyikan lagu itu, matanya melihat lurus dan bertatapan dengan Kezia yang kini berada di depan panggung.
Sementara musik masih di lantunkan.
'Ku bayangkan bila engkau datang,
Ku peluk bahagiakan aku,
Ku serahkan seluruh hidupku
Menjadi penjaga hatimu ...
Air mata Kezia luruh seketika, tak dapat lagi dia menahan rasa rindunya.
Begitu pula dengan Jonathan, sinar matanya menyiratkan kerinduan yang amat dalam.
Kerinduan yang yang tidak bisa diungkapkan dengan perkataan, dari sebuah lagu Jonathan mempersembahkan segenap kerinduannya pada Kezia, sang pemilik hatinya.
bersambung ...
****
Hai guys ...
Kalau mau tau lagu itu, cari aja di YouTube, penjaga hati by Ari Lasso.
Lagu ini juga adalah lagu dari novel ini, novel kesayangan Author walau yang baca sedikit, tapi tetap bersyukur dan berkarya.
Author sedang membuat video promote dari novel ini, tetap dukung ya ...
Doakan semoga suatu hari Author kalian yang recehan ini akan bisa terkenal wkwkwk ...
Bagi yang belum baca karya author yang masih on going "My Dear Daddy"
Silahkan baca, gratisss
Cukup sekian dan terima kasih 🤗❤️😘